Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 145


__ADS_3

Malam hari Shasa di paksa oleh suaminya untuk makan malam . Sebenarnya ia merasa malas sejak tamu tersebut tidak sopan padanya. Namun , karna terus dipaksa akhirnya Shasa oun ikut suaminya makan malam di ruang makan setelah menidurkan putrinya .


"selamat makan Vaiz ." ucap Jessica terlihat anggun .


"hmmmm." gumam Vaiz . Jessi dengan sigap mengambilkan untuk Vaiz sementara Shasa hanya diam acuh . Dan Vaiz melirik istrinya yang tak memiliki niat untuk mengambil makanannya .


"biarkan istriku mengambilkannya ." tolak Vaiz .


"lanjutkan saja , hanya tinggal lauk bukan?" ucap Shasa santai sambil mengunyah makannya .


"sayang, kenapa kau tak mengambil makanan untuk suamimu?" protes Vaiz .


"aku terlalu banyak menonton sinetron jadi sudah hafal jika ada kedua wanita berada di ruang makan dan memilik hubungan dengan si pria maka salah satunya pasti akan dengan sigap melayani pria . Yaaa jadi , untuk apa aku harus berebut seperti sinetron lalu adu tatap . Itu bukan jiwaku ." jelas Shasa santai sambil memasukan makanannya pada mulutnya .


"tapi ..." saat akan melayangkan ptotes kembali ucapan Vaiz di potong eh tante Fanny


"sudahlah Vaiz ,toh sama saja . Rasanya juga akan sama dan tetap enak ." potong tante Fanny . Mereka pun melahap makanannya .


"bagaimana Vaiz ,apa masakannya enak?"


"hmmm." gumam Vaiz.


"yang masak Jessi , dia itu memang jago masak . Benar benar sudah siap menjadi istri Vaiz ." jelas tante Fanny .


"apa yang tante inginkan ?" tanya Vaiz to the point .


"Vaiz , tente hanya menagih janji kedua orang tuamu , sahabat tante yang menjodohkanmu dengan putri tante ." jelasnya . Jessie hanya diam sementara Shasa terus mengunyah hidangannya tak ingin ikut campur masalah kedua orang tersebut .

__ADS_1


"tante sudah tau dari dulu aku hanya menganggap Jessie sebagai adikku tidak lebih . Dan sekarang aku sudah mempunyai istri ," jelas Vaiz dengan lantang.


"apa kau lupa , saat aku terpuruk tante dan Jessie lah yang selalu ada di sampingmu . Dan kau bilang kau menganggapku sebagai ibumu . Dan apapun yang tante inginkan kau berjanji akan mengbulkan ." jelas tante Fanny.


"tapi tidak untuk menikah ." jelas Vaiz menekankan .


"Vaiz , mommy benar. Selama ini mommy tidak meminta apapun darimu .Jadi tolong kabulkan permintaan mommy. Aku siap menjadi madu." jelas Jessie dengan nada yang sendu .


"kau ini bicara apa Jessie, apa kau gila . Kau itu cantik di luar tapi sangat busuk di dalam ." jelas Vaiz .


"stop Vaiz , kau ingat jika ibumu pernah bilang akan lebih tenang jika kau menikahi putriku. Lagi pula aku yakin istrimu akan menyetujuinya ."


"tante, aku masih menghormati tante karna aku masih menganggap tante ibuku, tapi Aku mohon tante jangan memaksaku untuk menikahi putrimu itu tidak akan mungkin." jelaa Vaiz .


"kenapa tidak mungkin?" tanya tante Fanny .


Mendengar hal itu sontak membuat Jessie lemas . Orang yang ia harapkan sangat tidak mungkin untuk di dapatkan . Jessie telah menyukai Vaiz sejak dulu . Ia kembali ke Indonesia berharap bisa mendapatkan Vaiz , namun nyatanya lelaki itu tetap pada pendiriannya .


"saya permisi ." ucap Shasa berdiri meninggalkan yang lainnya .


"sayang ." panggil Vaiz mengukuti istrinya .


"mommy ." rengek Jessie .


"tenanglah sayang , mommy akan berusaha agar kau menikahi Vaiz." ucap tante Fanny menenagkan putrinya .


"sampai kapan mom?" keluh Jessie.

__ADS_1


"tenang saja ." mengelua pucuk kepala putrinya .


"aku mengandalkanmu mommy ."


Sedangkan Vaiz kini tengah duduk di samping istrinya yang sedang menyusui putrinya .


"sayang,maafkan aku . Aku tidak tahu jika tante Fanny dan Jessie kemari." ucap Vaiz .


"iya aku tahu ." ucap Shasa singkat .


"sayang ,jangan pikirkan ucapannya ." jelas Vaiz .


"entahlah, jika kau ingin menikahinya aku juga tidak apa . Lakukan saja demi kebahagiaan orang tuamu disana ." jelas Shasa pasrah .


"apa yang kau katakan."


"bukannya kau sudah menganggapnya ibumu . Lalu kenapa kau tidak menuruti maunya . Dan agar kedua orang tuamu bahagia disana ." jelas Shasa masih fokus pada putrinya.


"baiklah jika itu maumu aku akan menikahinya ."


"iya , urus surat cerai kita sesegera mungkin ." ucap Shasa .


"apa maksudmu . Kau sungguh gila. Aku tidak tahu akal pikiranmu .Kau yang memintaku untuk menikahinya tapi kau juga meminta cerai ."


"aku tidak memintamu ,tapi aku mengijinkanmu menikahinya , tapi sebelumnya urus surat cerai kita ." jelas Shasa .


"kau memang tidak waras. Apa pikiranmu sudah jernih bicara seperti itu ?" tanya Vaiz tak dijawab oleh- Shasa . Dengan marah Vaiz keluar kamar menuju ruang kerja.

__ADS_1


__ADS_2