Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 155


__ADS_3

Setelah menjauh dari Zidan, Shasa menuju kearah suaminya. Tangan mungil milik putrinya di gerakkan dan menyentuh pundak suaminya.


"sayang,sudah selesai makan?" tanya Vaiz lembut namun mendapat gelengan kepala istrinya . Vaiz seketika menoleh kearah kursi yang di tempati istrinya sebelumnya dan langsung paham apa yang membuat mood istrinya hancur.


"mau di ambilkan lagi ?" tanya Vaiz.


"tidak, aku sudah tidak ingin makan." ucap Shasa dengan nada kesal .


"baiklah . Mari aku kenalkan pada rekan rekanku." ucap Vaiz di angguki Shasa .


"tuan dan nyonya perkenalkan istri dan putri cantikku . Dan sayang perkenalkan tuan Anton dan nyonya Anton ." ucap Vaiz .


Mereka pun bersalaman sambil mengulas senyum . Sementara Shasa duduk sambil memangku putrinya , mendengar obrolan suami dengan rekan bisnisnya Shasa sesekali tersenyum dan manggut manggut .


Tak terasa acara pun selesai , Vaiz sekeluarga berpamitan pada sepasang pengantin baru tersebut.


"aku pamit ya, semoga cepet dapet momongan . " ucap Shasa sambil menyalami Arka dan Sita .


"thanks ya Sa,lo hati hati."ucap Sita di angguki Shasa .


Shasa dan Vaiz keluar dari acara tersebut . Masih terlihat jelas wajah Shasa yang sangat muram setelah bertemu dengan Zidan.


"kau masih marah dengan kejadian tadi?" tanya Vaiz yang sedang mengemudi.


"aku hanya lelah saja . Sampai kapan dia mengganggu hidupku?"


"sabar aku akan mengurus semuanya . Itu butuh proses , kau percaya dengan suamimu ini bukan?"


"kau akan apa? membunuhnya?" tanya Shasa yang terlihat bingung dengan ucapan suaminya .


"hei,apa suamimu semengerikan itu? Aku hanya memberi peringatan padanya saja . Agar dia tahu diri jika orang yang sedang dia kejar tidak akan pernah ia bisa dapatkan . Karna wanita ini adalah nyonya Taban . Pemilik hati Tuan Vaiz Taban,benar bukan?" tanya Vaiz.

__ADS_1


"kau ini percaya diri sekali. Apa kau seyakin itu?"


"aku yakin,bahkan sangat yakin . Sudah jangan cemberut lagi cantikmu akan hilang nanti ." ucap Vaiz menggoda istrinya .


"ucapanmu tidak akan mempan ." jelas Shasa semakin mengerucutkan bibirnya. Vaiz tertawa terbahak.


Mobil hitam milik Vaiz, berhenti pada pelataran cafe membuat Shasa mengerutkan keningnya .


"ayo turun." ajak Vaiz membukakan pintu untuk istrinya .


"kenapa kesini?" tanya Shasa terlihat bingung.


"kita akan melakukan kencan , sudah lama bukan kita tidak meluangkan waktu kita berdua. Aku ingin kita pacaran seperti anak muda umumnya" jelas Vaiz sambil menggandeng istrinya yang tengah menggendong putrinya .


"apa menurutmu kau pantas sayang mengikuti jamannya anak muda sekarang?" bisik Shasa setengah meledek suaminya.


"kenapa tidak?" tanya Vaiz sambil menggeret kursi untuk duduk istrinya .


"kau lupa sayang, meskipun aku tua aku selalu membuatmu lemas tak berdaya diatas ranjang." bisik Vaiz membuat Shasa terlihat sangat malu .


"akan aku pesankan makanan , tutupi pipi merahmu itu . Kau sangat terlihat malu sayang." lanjut Vaiz dengan nada lirih . Ia pun beranjak dari duduknya dan pergi memesankan makanan .


Ya Tuhan, seperti itukah sejatinya suamiku . Pria yang selalu membuatku bahagia. Tuhan Semoga rumah tanggaku dijauhkan dari perselingkuhan ,dan semoga kedepannya akan lebih baik lagi . gumam Shasa .


Vaiz kembali setelah memesankan makanan . Ia duduk di sebelah istrinya dan menatap wajah istrinya .


"kenapa menatapku begitu?" tanya Shasa yang heran dengan tingkah suaminya.


"I Love You ." ucap Vaiz membuat malu Shasa untuk yang kedua kalinya .


"kau malu?" tanya Vaiz yang membuat Shasa salah tingkah .

__ADS_1


"jangan bicara seperti itu kau seperti ABG saja ." ucap Shasa .


"memangnya kenapa?" tanya Vaiz.


"ya aku merasa jika aku sedang di sukai oleh ABG tua ." ucap Shasa .


"kau ini apa kau sedang meledekku?"


"tidak , aku hanya berbicara fakta . Mana ada ABG seumuranmu 35 tahun. 11 tahun lebih tua dariku."ledek Shasa .


"tapi kau suka kan?"


"ya ya aku akui aku suka . Mau bagaiamana lagi jika tuhan sudah menggariskan jodohku dengan dirimu . Aku bisa apa?" jelas Shasa .


"kau tidak bahagia ?" tanya Vaiz.


"apa aku terlihat tidak bahagia?" tanya Shasa kembali.


"entahlah," ucap Vaiz singkat .


"I Love You to ayahnya Ayu ." ucapan Shasa dengan tulus membuat Vaiz tersenyum .


Pembicaraan tersebut terhenti kala pegawai cafe mengantar pesanan keduanya . Vaiz dan Shasa memakanan pesanan tersebut. Namun tak selang lama ia menghentikan makannya karna putri kecilnya sudah bangun dari tidurnya .


"berikan padaku, lanjutkan makanmu ." ucap Vaiz .


"kau sudah selesai ?" tanya Shasa diangguki Vaiz . Kini Shasa mulai melanjutkan makannya dengan tenang karena putrinya diambil alih oleh suaminya .


***Hai para readers tercinta , maaf jika sudah 1 bulan tidak bisa up di karenakan hp author rusak jadi novel yang kalian tunggu harus tersendat tidak bisa up . Dan sekarang meskipun masih belum mampu membeli karna masih belum ada rejeki . Author usahakan akan up kembali .


thanks .

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA KEMBALI😍***


__ADS_2