
Setelah melakukan peergulatan panas Shasa berendam sambil memejamkan mata , Namun tak lama matanya kembali terbuka daat merasakan tangan kekar meraba perut besarnya .
"sayang?" panggil Shasa .
"hmmm," Vaiz ikut berendam dengan posisi duduk di belakang istrinya .
"aku selesai mandinya ." ucap Shasa akan bernajak namun di tahan oleh suaminya .
"aku tidak akan minta lagi . Temani aku ," meraba perut istrinya lagi .
"apa masih lama keluarnya?" tanya Vaiz .
"iya ,kurang 4 bulan lagi ."
"kenapa lama? apa kau tidak kelelahan sayang?" tanya Vaiz .
"apa kau ingin menggantikan untuk mengandung anakmu ini ?" tanya Shasa .
"apa bisa?" Vaiz mengerutkan dahinya .
"bisa , bukannya kau juga ayahnya harusnya kau juga merasa betapa nikmatnya mengandung dan melahirkan anakn sayang ." ucap Shasa menahan tawanya .
"kata temanku melahirkan bayi itu sakit ,kenapa kau malah bilang nikmat? apa melahirkan itu beda beda ada yang sakit ada yang nikmat?" tanya Vaiz bingung .
"iya , kau mau menggantikanku mengandung anakmu?"
"baiklah ." Vaiz menyelesaikan mandinya dengan cepat .
"sayang kau mau kemana?" melihat suaminya keluar dari kamar mandi .
"menghubungi dokter , jangan terlalu lama berendam ." Vaiz mengingatkan .
Setelah keluar dari kamar mandi, Vaiz dengan sigap mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi dokter Thalita .
__ADS_1
tut .. tut.. tut ..
Vaiz : "haloo dokter, aku ingin menggantikan istriku mengandung ."
dr.Thalita:"maksdumu apa Iz, mana bis seperti itu.Seorang suami tidak bisa menggantika peran seorang istri hamil dan melahirkan itu sudah menjadi kodrat seorang istri dan calon ibu ." jelas dokter Thalita sambil tertawa .
Vaiz yang langsung paham jika istrinya mengerjainya langsung mematikan sambungan telponnya .
"Saaaa." teriak Vaiz masuk kedalam kamar .
Ia membuka kamar mandi namun tidak di dapati istrinya menuju walk in closet masih nihil ia pun berjalan keluar kamar mencari istrinya .
Sementara Shasa, masih tetawa terbahak bahak di lantai bawah di ruang keluarga . Ia tak menyangka jika suaminya akan nekat bertanya pada dokter Thalita .
"hahahahaja , Tuhan maafkan aku sudah mengerjai suamiku sendiri ." ucapnya sambil mengusap ujung mata yang berair .
"kau mentertawakanku Sa?" tanya Vaiz yang berdiri di belakang istrinya .
"mana mungkin , aku tertawa melihat serial tv yang lucu itu , ya ampun Upin kau menggemaskan , hahahaja ." ucap Shasa beralasan .
"hey, kenapa dimatikan?" tanya Shasa berhenti tertawa .
"aku tahu kau mentertawaiku, kenapa kau berbohong?"
"berbohong untuk apa?" tanya Shasa pura pura tidak tahu .
"untuk menggantikan posisi ibu hamil, kau jangan pura pura lupa sayang ." keluh Vaiz.
"ya baiklah. maafkan aku mengerjaimu kau sih terlalu polos , tidak mengerti ini tidak mengerti itu . Apa kau tidak pernah berbaur dengan ibu hamil sampai tidak tahu ."
"apa menurutmu suamimu ini tidak ada pekerjaan sehingga harus merumpi dengan ibu hamil?" gerutu Vaiz .
"ya mungkin saja , kau punya jiwa merumpi sayang ."
__ADS_1
"Keisha Andira."
"oke oke baiklah sayang ,aku minta maaf sudah mengerjaimu ." memeluk tubuh suaminya .
",jangan ulangi lagi ."
"iya , jangan bosan bosan ya ."
"apa maksudmu?"
"ya jangan bosan bosan ."
"jelaskan lebih tepat ." Vaiz terlihat kesal, ia sangat malu pada dokter Thalita gara gara ulah istrinya , temannya yang selalu menjahilinya tersengar tertawa puas .
"lupakan sayang ."
"jelaskan Sa, jangan sampai aku menyebut nama lengkapmu ." Vaiz jengkel .
"uluh uluh sayang , jangan marah marah nanti kau cepat tua. Apa kau ingin kau banyak uban sementara istrimu masih teihat muda . Semua orang akan menilai jika aku menikahi kakek kakek karna hartanya saja ." ucap Shasa asal .
"Shasa, kenapa kau membuatku jengkel ."
"hahahah oke oke sayang ,jangan marah marah ."
CUP, CUP , CUP .
Shasa menghujani ciuman pada wajah suaminya yang terlihat kesal karna ulahnya . Namun, di hatinya sangat puas karna sudah mengerjai suaminya sendiri . Sementara Vaiz hanya diam dengan raut wajah kesal karna ulah istrinya .
"senyumlah, jangan terlihat marah. Jika anakmu sudah keluar pasti dia tidak ingin melihat ayahnya."
"jangan ulangi lagi.. aku malu , Thalita mentertawaiku ." keluh Vaiz .
"iya ,maaf ya sayang ."
__ADS_1
"iya sekarang peluk aku ." dengan cepat Shasa memeluk tubuh suaminya agar marahnya cepat mereda . Vaiz tersenyum mendapat pelukan dari istrinya . Pelukan tersebut sangat lama dan mereka sama sama nyaman .