Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 83


__ADS_3

"Bagaiman dok istri saya?" tanya Vaiz saat melihat dokter keluar ruang perawatan .


"nyonya hanya lelah dan stres tuan , Biarakn nyonya istirahat dulu ."


"tapi dok istriku terjengkang kebawah apa tidak berpengaruh pada kandungannya?"


"syukur alhamdulillah Tuhan masih mengijinkan calon bayi anda ikut dengan ibunya . Bayi anda sangatlah kuat tuan jadi tidak terlalu masalh . Tapi setelah ini saya harap nyonya tidak menglami jatuh lagi karna akan bahaya untuk kehamilannya . Mungkin besok nyonya akan siuman ."ucap dokter tersebut .


" terima kasih dok ."dokter pun mengangguk dan pergi meninggalkan Vaiz .


"kalian pulanglah , aku akan menjaga istriku disini." titah Vaiz .


"tapi iz lo yakin gak paap?" tanya Bayu menyakinkan .


"iya ,"


"baiklah kalau gitu , aku dan Bayu akan pulang jaga diri baik baik ." Menepuk bahu Vaiz dan berlalu pergi .


Setelah di pindah keruang yang lebih nyaman sesuai permintaan Vaiz , kini Vaiz menatap wajah manis istrinya yang terlihat damai . Punggung tangan nya sudah tertancap jarum yang terhubung dengan slang infus . Ia duduk di kursi yang terletak pada sisi ranjang . Tangan kekarnya meraba perut istrinay yang membesar .


"sehat terus anak ayah , yang kuat yang di dalam perut ibumu . Titip pesan buat ibu bilang padanya untuk cepat bangun dan pulih . Maaf ayah tidak menjag kalian dengan baik hingga wanita itu bisa menyakiti ibumu . Ayah sayang kalian ." mengecup perut Shasa . Air mata Vaiz menetes mengingat kejadian yang dialami Shasa . Ia harus berhadapan dengan orang orang yang tak pernah bermasalah dengannya . Karna Vaiz Shasa harus melawan orang orang jahat seperti Diana dan Julie hanya karan dirinya .


"sayang , maafkan aku . Aku sudah menghukumnya . Aku berjanji tidak akan ada yang mengusikmu lagi ." uacp Vaiz penuh peyesalan . Tangan Vaiz menggenggam tangan lemah Shasa dan kepalnya bersandar pada sisi ranjang . Vaiz menyusul istrinya yang sedari tadi terlelap .


Sinar surya menerobos masuk pada celah gorden . Mata yang semalam terpejam kini mengerjap karan gangguan sinar pagi yang cerah . Perlaham kelopak mata tersebut mulai membuka dan bola mata sayu tersebut mengitari seluruh ruangan .


rumah sakit? batin Shasa . Manik matanya menangkap sosok pria yang kini tertidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangan milik Shasa . Tangannya yang lain mengusap pucuk kepala milik Vaiz.

__ADS_1


"kau sudah bangun sayang?" tanya Vaiz yang terbangun karna usapan lembut Shasa .


"aku menggangumu?" tanya Shasa yang tak menjawab pertanyaan suaminya .


"ahhh tidak, sayang maafkan aku ." bisik Vaiz lirih .


"untuk apa?"


"tidak menjagamu dengan benar , aku sangat takut kau pergi driku ." sesal Vaiz .


"tidak apa."


"cepat cuci muka , biar lebih segar ." Vaiz mengangguk berdiri dan berjalan menuju kamar mandi . Setelah pintu kamar mandi tertutup Shasa mengelus perut besarnya ."


"sehat terus dengan ibu ya nak , jangan pernah jauh dari ibu . Ibu mencintaimu ." gumam Shasa .


Pintu ruangan Shasa terbuka menampilkan seorang dokter dengan pawakan tinggi besar dan tampan dengan usia yang matang dan diikuti dengan satu pearwat .


"anda sudah siuman nyonya taban?" sambut dokter tersebut .


"iya dok ."


"permisi saya akan memeriksa anda, Apa yang anda rasakan nyonya?" tanya dokter tersebut sambil memeriksa tubub Shasa .


"perutku terasa nyeri dok ."


"iya karna jatuh anda terjengkang maka menimbulakan nyeri pada bagian perut ."

__ADS_1


"apa itu berbahaya?" tanya Shasa terlihat takut .


"tidak nyonya, bayi anda sangat kuat maka dari itu tidak perlu khawatir . Hanya pesan saya jangan terjatuh lagi dan jaga kesehatab serta pola makan ." jelas dokter dengan senyumnya .


"baik dok." ucap Shasa yang paham dengan penjelasan dokter tersebut .


"baiklah silahkan istirahat dulu nyonya . Saya permisi dulu ." dokter dan perawat tersebut undur diri .


5 menit setelah kepergian dokter , Vaiz keluar dari kamar mandi . Bersamaan dengan ponsel yang berdering .


"haloo."


"........


" baik, aku aka melihatnya ."


Menutup ponsel tersebut dan berjalan kearah istrinya .


"apa ada orang masuk sayang?" tanya Vaiz lembut .


"hanya dokter memeriksaku ."


"hmmm, aku akan menemuinya nanti sekarang kau sarapan dulu aku suapi setah istu kau minum obat dan istirahatlah ." Vaiz menyuapi istrinya dengan tlaten. Setelah sarapan dan minum obat Shasa mersbahkan tubunya dan beristirahat.


"sayang aku tinggal sebentar gak papakan?"


"mau kemana?" tanya Shasa .

__ADS_1


"aku ada urusan. Aku akan cepat kembali selama kau pergi kau tidurlah." Shasa mengangguk . Vaiz mengecup kening dan bibir istri ya lalu turun keperut perut besar istrinya . Setelah ritul perciuman selesai Vaiz pergi sedangkan Shasa kembali memejamkan mata . Sebelumnya Vaiz berpesan kepada perawat untuk menjaga istrinya . Setelah itu Vaiz pergi menemui penelpon yang tadi menghubunginya .


__ADS_2