Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 130


__ADS_3

Pagi hari Shasa lebih dulu bangun, ia berjalan sambil menggendong putri kecilnya menuju teras rumah . Sampai di teras Shasa mengambil posisi yang terkenal sinar matahari dan muli berjemur dengan bayinya . Sesekali Shasa mengelus pipi putrinya .


"dimana istriku?" tanys Vaiz pads salah satu pelayannya .


"di teras tuan sedang berjemur dengan nona kecil ." jelas pelayan tersebut .


Vaiz langsung menyusul di teras dengan wajah bantalnya karna belum mencuci wajahnya .


"sayang ." panggil Vaiz dengan nada manjanya .


"iya kenapa?" tanya Shasa sambil menoleh pada suaminya .


"kau tidak membangunkanku? bahkakn kau hanya berjemur berdua." ucap Vaiz duduk disamping istrinya .


"kau tidak bekerja ?"


"lusa saja , aku masih ingin dengan anakku ." jelas Vaiz ..


"kau ini , jelas jelas tadi malam aku bilang jangan berangkat telat kau malah sekarang tidak bekerja ." omel Shasa


"hey aku bos nya, jadi kapan pun aku tidak masuk tidak ada yang melarang ." protes Vaiz .

__ADS_1


"jangan sombong di depan anakmu . Aku tak ingin anakmu memiliki sifat seperti ayahnya ." dengus Shasa , Vaiz terkekeh saat mendengar protesan istrinya .


"jangan tertawa terus , cuci mukamu . Kau belum cuci muka dan gosok gigi ." omel Shasa


"kau sangat tahu tentang suamimu ini ."


"bahkan orang lain akan tahu jika kau belum cuci muka dan gosok gigi karna wajah bantal mu terlihat jelas apa lagi bau mulutmu sumpah bikin aku mau muntah ."


"kau menghina ku sayang ." protes Vaiz .


"jika aku tidak menghinamu kau tidak akan mau cuci muka , cepat sana ." ucap Shasa . Vaiz pun berlalu pergi sementara Shasa hanya menggelengkan kepalanya .


Shasa kembali menatap wajah putrinya , sesekali ia mengangkat tubuh putrinya dan menciuminya pelan .


Sementara di dalam mobil , sepasang mata masih tetap menatap dikediaman Vaiz , Ia tersenyum saat menatap sessorang mengumbar senyumannya .


"ahhh," ucapnya sambil meremas dada sebelah kanan .


"bagaiamana bisa aku melupakanmu. Bahkan kau sudah bersarang di hatiku . Sungguh senyum manismu membuat aku menjadi gila . Ingin rasanya aku menculikmu ." ucapnya lirih sambil tersenyum lebar .


Ia kembali menatap wanita yang sedang duduk di teras sambil memangku bayinya , siapa lagi kalau bukan Shasa dan siapa lagi penggemar Shasa kalau bukan Zidan yang sedari tadi terus menatap kearah kediaman Taban.

__ADS_1


Sesekali Shasa menatap kearah gerbang luar dan menatap mobil sport yang tengah terparkir di sebrang kediamannya . Saat pintu kaca mobil terbuka ia terperanjat akan sosok yang ia takuti. Zidan melambaikan tangannya tanpa merasa bersalah .


Ia langsung berdiri dan menggendong putrinya untuk masuk kedalam terlihat raut wajah ketakutan sedang menyelimuti wajah Shasa .


"hey , sudah selesai berjemurnya sayang?" tanya Vaiz kepada istrinya .


"sudah, ia sedang tidur aku akan menidurkannya ." ucap Shasa .


"ohhj baiklah , aku akan menemaninya tidur ."


"berjanjilah jangan mengganggu tidurnya putrimu . Aku akan mandi ." ucap Shasa memohon membuat Vaiz terkekeh .


"aku berjanji tidak akan mengganggunya ." Vaiz pun berbaring disamping bayinya .


Sementara Shasa pergi untuk membersihkan diri . Vaiz yang gemas dengan putrinya selalu menoel pipi putrinya , menciumi putrinya hingga putrinya terbangun . Ia kelabakan saat melihat putri kecilnya membuka mata


"jangan menangis sayang ,nanti ibumu akan marah .". ucap Vaiz lirih . Bayi kecil tersebut terlihat menggeluat dan mencebik cebikan bibir bawahnya .


" ssstt ,, ssstt ."Vaiz mencoba menepuk nepuk lirih putriya , namun putrinya seperti tidak bisa diajak kompromi dan alhasil putrinya menangis keras . Shasa yang tadinya ingin berendam mengurungkan niatnya dan mulai membersihkan diri dengan cepat sambil mengomel tak jelas . Ia menyelesaikan mandinya dan mulai keluar kamar mandi , matanya melotot menatap suaminya sedangkan Vaiz hanya tersenyum sok tampan di depan istrinya . Tanpa suara Shasa merebut anaknya dan mulai mensusuinya .


"maaf ." ucap Vaiz lirih yang masih didengar istrinya .

__ADS_1


Karna sudah jengkel Shasa tak menjawab permintaan maaf suaminya hingga akhirnya wajah Vaiz terlihat memelas .


__ADS_2