Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 147


__ADS_3

"nyonya tidak apa apa?" tanya pelayan tersebut saat melihat majikannya menemuinya.


"jangan khawatir , aku tidak apa apa . Dimana putriku?"


"nona kecil sedang berbaring di kasur saya nyonya , maaf saya tidurkan di tempat saya ."


"kenapa minta maaf, apa salahnya ? yang penting kau tidak meletakkan putriku dilantai ." Shasa tersenyum lalu menggendong putrinya .


"terimakasih sudah menjaga putri cantikku dengan baik ." lanjut Shasa kepada pelayannya . Setelah itu Shasa pergi dari kamar para pelayan untuk menuju ke kamar . Saat berada di ruang tengah Shasa bertemu dengan Sekretaris Dino.


"selamat datang Sekretaris Dino." sapa Shasa terlihat ramah . Dino menundukan kepalanya lalu melirik tamu keluarga Taban .


"aku yang memberinya blush on mahal . Jangan pandangi dia nanti kau tambah cinta ." ledek Shasa . Dino hanya bergidik ngeri .


"saya permisi keruang kerja tuan nyonya ." Shasa mengangguk.


Setelah Dino pergi Shasa yang akan menuju kamarnya terdengar teriakan tante Fanny .


"sudah puas kau memukuli anakku wanita tak tahu diri?" ucap Tante Fanny lantang .


"masih belum , tunggu episode kedua aku akan menidurkan anakku dahulu ." terang Shasa .


"aku merasa ragu dengan bayi itu,apa benar ini anak Vaiz ." ucap tante Fanny tersenyum sinis membuat amarah Shasa sudah naik level 7 . .


"pantas saja mulutmu berkerut , karna kau tidak bisa menggunakan mulutmu dengan baik . Lebih baik kau banyak berdoa agar pemakamanmu bisa lebih lama . Dan sayangnya aku pantang jika menghajar nenek tua sepertimu ." ucap Shasa remeh sambil berjalan kearah kamarnya .


"apa yang kau katakan gadis miskin ." teriak tantae Fanny yang tak di gubris oleh Shasa .

__ADS_1


Sementara di ruang kerja Vaiz, Dino duduk di depan Vaiz .


"istriku sangat nakal No, meskipun dia baru beberapa minggu lalu melahirkan tapi dia masih kuat untuk menghajar Jessie ." Dino tersenyum mendengar keluhan Atasannya .


"anda terlalu baik tuan , jadi Tuhan memberikan istri untuk anda yang garang dan anda yang memilihnya sendiri." jelas Dino .


"ah iya, huh bagaimana kau sudah membeli apartment untuknya?" tanya Vaiz .


"sudah tuan, apartment sesuai yang tuan inginkan ."


"baiklah, tinggal nanti aku akan memberikan padanya ."


"iya tuan ."


"ayo Dino kita temui mereka ." Dino mengikuti langkah tuannya .


"baiklah, tante Fanny saya benar benar terimakasih anda sudah berkunjung ditempat saya. Dan ini kunci apartment khusus saya berikan untuk tante , jadi tante dan Jessica bisa pergi dari rumah saya dan tinggal di apartmen yang sudah saya sediakan untuk tante ." jelas Vaiz


"apa yang kau katakan Vaiz ? kau mengusirku?" tante fanny tak percaya dengan kata kata Vaiz .


"apa boleh buat tante kau yang memulainya . Kau mengusik istriku hingga dia tidak nyaman dirumahnya sediri ." jelas Vaiz .


"ini bukan rumahnya tapi ini rumaj sahabatku." jelas tente fanny lantang.


"apa tante lupa ini pernah disita oleh pihak bank dan aku yang mengambil alih . Semua kembali karna usahaku ." bentak Vaiz .


"dan istrimu tidak sopan dengan tamu . Kau masih membelanya ." Vaiz menatap istrinya yang acuh.

__ADS_1


"dia tidak akan bertindak jika tante tidak memulai ." tegas Vaiz .


"aku tak menyangka kekuarga Taban keluarga yang ingkar akan janjinya . Bahkan kau lupa siapa yang menemanimu saat kau terpuruk . Sekarang kau seperti kacang lupa kulitnya ." sindir tante Fannya .


"apa yang tante inginkan? saham ku?" jelas Vaiz .


"aku ingin kau menikahi putriku." tegasnya .


"hahaha , tante tahu bukan jika aku tipe laki laki setia pada pasanganku ." jelas Vaiz tegas .


"baiklah , aku akan tetap tinggal disini . Aku hanya menagih janji orang tuamu ."


Mereka pun terdiam .


"sekretaris Dino, kita ini sedang apa?" bisik Shasa pada sekretaris Dino .


"entahlah saya juga bingung ."


"aish kau ini . 2 wanita itu sedari tadi membuat gara gara . Sepertinya tidak puas ." Dino hanya tersenyum miring .


"Pergilah tante , ini kunci apartment . Jika kau ingin sahamku kau boleh datang ke kantorku . Anggap tanda terimakasih ku karna kau sudah baik pada keluargaku . Dan masalah perjodohan anggap saja hanya angin laku . Itu kesepakatanmu dengan kedua orang tuaku . Aku dan Jessie hanya korban ."


"Vaiz , aku mohon . Aku ingin kita menikah . Aku sudah menyetujuinya ." pinta Jessie.


"kau ini wanita apa Jessie?? buruk sekali pikiranmu . Pelayan ambil kopernya dan seret mereka dari sini ." teriak Vaiz .


"5 menit, pelayan membawa koper milik tante Fanny dan Jessica ." .

__ADS_1


Kedua tamu tersebut menggeleng dan melotot tak percaya .


__ADS_2