Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 158


__ADS_3

Pagi ini Vaiz ingin meluangkan waktu bersama dua orang tercinta . Ia tidak berangkat ke kantor namun ia memaksa istrinya untuk bersiap dan menyiapkan putrinya .


"ayooo cepatlah bersiap ."paksa Vaiz . Namun berbeda dengan Shasa yang terlihat sangat malas .


"aku malas, lagian kita akan kemana? kamu juga kenapa tidak ke kantor saja?" protes Shasa .


"kita akan jalan jalan. Saat aku sibuk dengan urusan kantor kau selalu protes minta aku untuk cuti . Sekarang aku cuti malah di cuekin ." jelas Vaiz sambil mengelus pipi istrinya.


"aku terkadang merasa kau jarang ada waktu dengan putri kita . Setiap kamu pulang kerja putri kita sudah tidur, dia jarang melihatmu dan bermain bersamamu ." keluh Shasa .


"maafkan aku , aku yang terlalu sibuk hingga mengabaikan malaikat kecilku. Bukan inginku seperti ini tapi bagimana lagi perusahaan tanggung jawabku dan untuk masa depan putri kita ."


"aku tau ," ucap Shasa singkat dan tak ingin memperpanjang.


"kau marah ?" tanya Vaiz meyakinkan istrinya .


"tidak , baiklah aku akan bersiap begitu juga dengan Ayu ." Shasa beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar.


Vaiz menatap punggung istrinya yang tengah berjalan semakin menjauh, ia pun langsung membuang nafas kasar sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan .


Setelah menunggu setengah jam , Shasa dan putrinya keluar dari kamar . Kedua ibu dan anak itu terlihat sangat cantik . Shasa memakai dres selutut, dengan rambut di kuncir kuda dan tidak lupa polesan wajah yang sangat tipis membuat terlihat cantik natural.Sedangkan bayi cantik tersebut memakai dress berwarna soft pink dengan bando bayi yang melingkar pada kepala si bayi membuat sang ayah terkagum menatap kedua belahan jiwanya .


"ibu? apa kah ini putri ayah?" tanya Vaiz sambil menciumi pipi gembul putrinya .Shasa tersenyum mengangguk .

__ADS_1


"sudah siap?" tanya Vaiz kepada istrinya .


"ayo ." mereka berjalan sejajar menuju mobil.


Sampailah di mall, Shasa langsung menuju pakaian bayi . Ia memilih baju yang pas untuk putrinya sedangkan Vaiz duduk menunggu istrinya dengan menggendong baby Ayu .


"sayang apa ini pantas untuk baby Ayu?" tanya Shasa yang terlihat tidak yakin .


"kurasa cocok sayang, tapi jangan warna yang itu. Dia sudah terlalu banyak baju warna merah muda ." saran Vaiz membuat Shasa manggut manggut.


"mbak yang ini warna biru ada?" tanya Shasa .


"sebentar nyonya saya carikan dahulu ." Shasa mengangguk .


Ia kembali memilih lagi dan melihat kaos kaki sepatu bayi . Shasa langsung mencomot sepatu bayi yang terlihat lucu tanpa melihat harganya .


"makasih ya mbak ." Shasa menuju kasir sambil di ikuti suaminya . Mereka membayar tagihan tersebut yang nominalnya membuat Shasa terkejut .


"10.467.000 tuan ." ucap kasir tersebut . Shasa langsung membulatkan matanya .


Shasa dan Vaiz keluar dari toko setelah selesai membayar baju tersebut .


"sayang ." rengek Shasa .

__ADS_1


"kenapa?" tanya Vaiz lembut .


"hanya beberapa baju dan satu sepatu." Shasa menunjukkan paper bag yang di bawanya .


"lalu?"


"aku menghabiskan uangmu begitu banyak , maaf ." ucap Shasa dengan nada menyesal .


"kau ini , bahkan kau berbelanja ratusan juta aku pun tidak keberatan . Kau jangan lupa suami mu ini pria terkaya." ucapan Vaiz mencoba mencairkan suasana .


"sayang aku serius ." rengek Shasa lagi .


"apa aku terlihat sebercanda itu? jangan khawatir itu hanya sedikit sayang, kau tidak perlu cemas jika kau menghabiskan uang segitu tak akan membuat suamimu bangkrut ." ucap Vaiz dengan enteng .


"kau dan aku beda , aku dari dulu sudah susah . Dulu ibuku selalu bilang jangan pernah menghabiskan uang banyak jika tidak penting . Dan kini tetap tertancap di otakku ." keluh Shasa .


"baiklah ibunya Ayu , sekarang kau tidak perlu fikirkan . Lagian bukannya semuanya untuk putri kita?" Shasa mengangguk .


"maka dari itu lupakan ,lebih baik kita mengisi perut kita . Kau ingin makan apa?" tanya Vaiz kepada istrinya .


"apa saya yang penting bisa kenyang ." Vaiz mengangguk .


Vaiz mengajak Shasa di resto dalam mall . Resto tersebut terlihat mewah . Vaiz memesakan makanan untuknya dan istrinya . 15 menit hidangan sedikit demi sedikit pesanan berada di atas meja . Mereka mulai menyantap beberapa hidangan .

__ADS_1


Di tangah asik menyantap, sepasang suami istri tersebut menghentikan makannya karna mendengar panggilan seseorang .


"nona Keisha .."


__ADS_2