Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 101


__ADS_3

"bu , tahu suamiku nggak?" tanya Shasa pada Bu Nin .


"setahu saya tadi tuan berjalan ke ruang olah raga nyonya ."


"oh ya sudah ,terimakasih ."


"iya nyonya ."


Bangun tidur Shasa meraba ranjang miliknya , namun merasa rajang tersebut rata ia langsung membuka mata dan bangun dari tempat tidur untuk mencari suaminya . Saat ini Shasa berdiri di balik tirai jendela sambil memandangi suaminya yang terlihat berada di ruang olah raga .



Lama memandangi ia pun berjalan menghampiri suaminya . Shasa menatap sekeliling ruangan tersebut dengan mata berbinar . Vaiz yang merasa ada seseorang menoleh ke belakang .


"sayang, kau disini?"


"iya , aku bosan boleh aku melihatmu berolah raga ." ucap Shasa sambil menyandarkan tubuhnya .


"aku sudah selesai , kau ingin kemana? ayo aku temani." ucap Vaiz menghampiri istrinya .


"huffft , baiklah kita ke gazebo ya ." Vaiz mengangguk menuruti kemauan istrinya .


Mereka berjalan berdampingan menuju gazebo samping rumah. Shasa terlihat nyaman saat berada di gazebo tersebut . Ia mendudukan bokongnya di samping Vaiz .


"kau senang ?" tanya Vaiz tak bosan memandangi wajah istrinya .

__ADS_1


"sangat senang ,"


"kau sangat manis benar benar manis ." ucap Vaiz lirih . Shasa menoleh kearah suaminya di tatapnya wajah wanis milik suaminya . Shasa tersenyum dan langsung mencium bibir milik suaminya .


"biasanya suami akan memuji istrinya dengan bilang kalau istrinya itu cantik ,tapi kau malah bilang kalau aku itu manis ."


"bagiku cantik itu membosankan sayang , tapi kalau manis itu menggemaskan ." bisik Vaiz membuat tubuh Shasa kaku .


"berarti aku menggemaskan ?" tanya Shasa menetralkan degub jantungnya .


"iya , dan aku ingin setiap hari melahapmu ." goda Viaz membuat mata Shasa melotot .


"kau itu selalu bicara seperti itu ." Shasa memukul lengan kekar Vaiz membuat Vaiz terkekeh .


Vaiz menunduk mengelus perut istrinya .


"hai anak ayah?kau sedang apa? ayah tidak sabar menunggu kehadiranmu . Suara tangisannmu dan melihat wajahmu yang rupawan . Kau pasti menggemaskan seperti ibumu bukan ? kau juga pasti lucu . Jangan nakal ya di perut ibu. Sehat selalu untukmu sayangnya ayah ." kata kata Vaiz menyentuh hati Shasa , Shasa mengelus rambut milik suaminya dengan lembut sementara Vaiz terenyum kepada Shasa dan mendongak . Lalu ia kembali manatap perut besar istrinya dan mengecupnya .


Shasa mengusap air mata yang lolos membasahi pipnya . Saat Vaiz kembali duduk sejajar , ia terkejut istrinya menangis .


"hey , kau kenapa menangis?" Vaiz mengusap pipi basah istrinya.


"kau yang membuatku cengeng . Gara gara kau aku menangis ." protes Shasa .


"kenapa aku?" tanya Vaiz bingung .

__ADS_1


"ya karna ucapanmu pada anakmu ini, aku terharu ." ucap Shasa menghapus air matanya. Vaiz kembali tertawa , melihat istrinya terbawa perasaan gara gara ucapannya .


"sudah jangan menangis, kau ini . Seperti anak kecil ." mengusap punggung istrinya .


"aku tidak di peluk nih?" ucap Shasa memanyunkan bibirnya .


"kau ingin aku peluk? untuk apa ?"


"huh kau ini tidak ada romantisnya sama sekali ." gerutu Shasa .


Mendengar hal itu Vaiz kembali tergelak langsung memeluk istrinya sambil menciumi pipi milik istrinya dengan rakus .


"hey , kau ingin menghabiskan pipiku ya ?" mengusap pipi nya dengan menggerutu .


"jangan menggerutu , mau aku melahapmu disini ," goda Vaiz lagi .


"huh itu lagi itu lagi. Kau itu suka sekali bicara mesum aku jadi menyesal memintamu menemaniku."protes Shasa.


"hahahhaha , kau gampang sekali marah, aku cuma bercanda sayang ."


"huh, keterlaluan ."


"lagian , mesum dengn istri sendiri tidak.apa apa sayang ."


"tapi tidak setiap hari ." omel Shasa . Vaiz krmbali tergelak . Membuat Shasa memutar bola mata malas .

__ADS_1


__ADS_2