Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 152


__ADS_3

"gue yakin pasti tu anak gak beneran nangis , pasti pura pura doang ." ucap Sita pada Arka .


"seyakin itu?" tanya Arka yang sedang berada pada kemudi .


Rian dan Arka berangka bersama Vaiz , jadi ia kembali menumpang di mobil milik Sita .


"kita udah tau gimana Shasa, lihat aja tuh anak pasti banyak ngelesnya ." lanjut Ira diangguki Sita .


"hebat juga ya pemikirannya ." celetuk Rian membuat yang lain mengangguk .


"sebenarnya dia anaknya baik, dan gak bisa lihat orang lain ditindas dia wanita kuat. Hanya saja disaat ia sudah terlalu sayang sama orang dan serius dia bakal numpahin tu air matanya ."


"ia , kita bersyukur dia nikah sama kak Vaiz . Yaa emang sih awalnya Shasa egois sama kak Vaiz , ngebentak dan lain lain tapi pada akhirnya luluh juga . Dan sekarang mereka hidup bahagia . Dan malah dia jadi garang sama tuh pelakor pelakor ." lanjut Ira .


"namanya juga mengejar cinta wanita biasa, kesabaran Vaiz akhirnya membuahkan hasil ." ucap Arka disetujui lainnya . Namun saat asik mengobrol tiba tiba ada pesan masuk dari ponsel Sita dan Ira .


Jangan nge ghibahin orang, kualat nantinya. pesan tersebut dikirin oleh Shasa membuat kedua temannya membulatkan matanya .


"kenapa?" tanya Rian pada Istrinya . Ira langsung menyodorkan ponselnya pada suaminya membuat rian terbahak begitu juga dengan Arka .


Jessica di bantu oleh Vaiz berjalan menuju apartment miliknya . Shasa yang berkutat pada ponselnya tidak menghiraukan sang suami dan Jessica . Saat pintu apartment terbuka, tabte Fanny mommy Jessica terkejut melihat wajah putrinya.

__ADS_1


"sayang, kenapa wajahmu seperti ini?" tanya tante Fanny .


"Vaiz , ayo masuk ." ucapnya ramah , namun seketika berubah saat melihat Shasa .


"halo nek , kita bertemu lagi ." Shasa menyalami tante Fanny .


"sayang jaga bicaramu ." bisik Vaiz .


"kenapa? aku menghornati orang yang lebih tua sayang . Aku saja panggil anaknya tante Jessie berarti manggil mommy nya nenek bukan?" protes Shasa membuat Vaiz menghembuskan nafasnya kasar .


"jelaskan pada tante Vaiz ,kenapa putri tante seperti ini bukan ulah istrimu kan?" tanya tante Fanny yang tak menggubris Shasa .


"ada apa? apa dia mencari gara gara denganmu,?" tanya tante Fanny pada Jessica . Ia hanya diam tak berani menjawab. Sedangkan Shasa menatap tajam Jessica .


"aku pulang, anakku mencariku ." Shasa berdiri namun seketika langsung mendapat tanparan kedua .


Plaaaaak


"kau ingin pergi dan membiarkan putriku seperti ini ." bentak tante Fanny sementara Shasa hanya mengelus pipinya . Vaiz yang terkejut langsung menarik istrinya .


"lebih baik kau tanyakan dulu putrimu sebelum menghakimi istriku. Kalian sudah keterlaluan aku diam bukan berarti aku tak berani dengan tante . Aku diam karna aku masih menghormati tante . Sekarang apa yang kalian minta? bukankah kalian memaksa ku untuk menikahi Jessie karna aku sudah sukses, lalu katakan apa yang kalian minta ." ucap Vaiz tegas sambil memeluk istrinya .

__ADS_1


"tante begini karna ini permintaan terakhir orang tuamu agar mau menjodohkan mu dengan putri tante tidak lebih Vaiz . Tante tidak minta apa apa . Aku tidak mungkin mati membawa hutang janji . Itu tidak akan tenang ." ucap tante Fanny memelas.


"Nak,tolong beri pengertian suamimu . Jika kau tidak ingin berpisah maka ijinkan suamimu menikahi Jessie untuk menjadi yang kedua ." mohon tante Fanny .


Shasa melepas pelukan suaminya, ia berlari keluar apartment sambil menahan tangisnya . Tanpa menunggu lama Vaiz mengejar istrinya.


Shasa masuk kedalam taxi yang di hentikannya dan meminta untuk mengantar ke kediaman Taban. Vaiz tetap mengikuti istrinya setelah tahu jika jalan tersebut jalan arah rumahnya hatinya sedikit melega.


30 menit , sampailah taxi tersebut di depan gerbang rumah besar . Shasa membayar dan berlari masuk kedalam rumahnya . Vaiz yang baru sampai juga mengikuti langkah istrinys. Shasa mengambil bayinya di gendongan pelayannya lalu berjalan masuk kedalam kamar .


"sayang ." panggil Vaiz saat melihat istrinya sedang menyusui putrinya .


"sayang." panggil Vaiz lagi tapi tak ada jawaban . Vaiz langsung memeluk tubuh istrinya.


"nikahi dia ," ucap Shasa asal membuat Vsiz terlonjak.


"apa yang kau katakan ."


"biarkan aku pergi dengan putriku . Lalu kau bisa nikahi dia . Aku sudah lelah berurusan dengan wanita wanitamu. Aku sangat lelah,setidaknya tolong beri ruang gerak agar aku lebih bebas . Kau tahu aku tidak punya musuh di dunia ini ,tapi saat aku menikah denganmu aku merasa jika akulah penjahat disini ."


"apa yang kau katakan , apa kau tidak waras?" tanya Vaiz dengan melepaskan pelukan istrinya . Shasa terus menahan tangisnya.

__ADS_1


__ADS_2