Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 146


__ADS_3

"lihat ,ini bukan rencana ibu . Vaiz dan Shasa bhoooom . Mereka bertengkar hebat . Giliran Vaiz yang akan tidak betah dengan Shasa dan kamu akan maju selangkah untuk mengambil hati Vaiz ." lirih tamu tersebut .


"mommy memang mommy aku yang the best deh . Bodohnya tuh si miskin . Udah miskin sok sok ngajak pisah ." ucap Jessie membuat ibunya tertawa .


Vaiz di ruang kerja terlihat kacau , ia sangat tidak percaya dengan istrinya . Disaat ada masalah malah istrinya memintanya untuk menceraikannya . Mimpi apa ?


"aaaaarrrrggggghhhh." geram Vaiz .


"Ma , why? kenapa kau dulu berjanji pada bedebah itu untuk menjodohkanku dengan anaknya ." gerutu Vaiz .


Ia langsung menyandarkan tubuhnya yang lelah pada sofa ruang kerjanya . Hati dan pikirannya sangat lelah .Benar benar lelah , ia ta meyangka istrinya yang baru kemarin rasanya ia bermesraan dengan istrinya malah sekarang istrinya mengajaknya beradu mulut .


Shasa sedang berbaring menangis , ia merasa dirinya egois . Berucap sebuah kata yang paling di bencinya .


Ia menangis sejadi jadinya, membuat bayinya terusik mendengar tangisan ibunya .


"kau bangun sayang ." ucap Shasa dengan suara bergetar. Shasa mengangkat putrinya dan menggendongnya kedalam pelukannya .


"maafkan ibu nak , karna tangisan ibu tidurmu menjadi terusik ." gumam Shasa sambil menyeka air mata . Bayi tersebut hanya menggeliat sambil menyebikkan bibirnya . Perlahan bayi tersebut mulai terdengar menangis dengan sigap Shasa memberinya ASI. Setelah puas menangis , dan putrinya tertidur Shasa kembali meletakkan putrinya dan ikut berbaring disamping putrinya .


Pagi hari, Shasa terbangun pagi pagi sekali, ia turun dari ranjang dan perlahan keluar kamar . Ia berjalan kearah ruang kerja suaminya . Perlahan ia berjalan kearah pintu yang sedikit terbuka , Shasa melihat disela pintu tersebut terdapat Vaiz yang sedang tertidur pulas di pandangi oleh Jessi . Dengan tangan mengepal Shasa kembali kekamarnya .


"dasar perempuan ," gerutu Shasa .

__ADS_1


Ia pun menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang , dan mulai diam berfikir . Entah apa yang difikirkannya . Sudah terlalu lama berfikir ia pun masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan diri .


Kini Shasa keluar kamar untuk sarapan dengan menggendong putri kecilnya . Ia duduk disamping suaminya tanpa menegur sama sekali .


"Vaiz , kau ingin makan apa biar aku yang ambilkan?" tawar Jessie . Vaiz pun melirik istrinya yang sangat acuh padanya .


"cihhh ." Vaiz berdecih lalu mengambil makanan untuknya . Setelah mengambil makanannya sendiri , Shasa menyodorkan satu sendok untuk suaminya .


"satu suapan untuk suamiku." ucap Shasa tanpa merasa bersalah . Dengan senang hati Vaiz menerima suapan istrinya . Sedangkan Jessi terlihat geram .


"satu suapan yang kedua untuk ayahnya Ayu ." Shasa kembali menyodorkan makanan tersebut .


"kau tidak makan?" tanya Vaiz .


"setelahmu." jelas Shasa diangguki Vaiz . Vaiz kembali menerima suapan tersebut . Beulang ulang Shasa menyuapi suaminya hingga makanan yang di meja tandas habis .


"apa maumu,?" tanya tante Fanny pada Shasa .


"tidak ada ."


"kau ingin membuatku panaskan?" tanya Jessie .


"tidak ,unfaedah juga ."

__ADS_1


"apa maksudmu ?" Jessie terlihat geram .


"huh, masa maksudku saja tidak tahu . Biar ku perjelas bahwa tidak ada gunanya membuatmu panas , bukannya kewajiban seorang istri memanjakan suaminya?lalu kenapa kau yang tidak terima?" ledek Shasa mebuat Jessie terlihat marah.


"dasar kau tak tau diri , wanita miskin jangan belagu ." ucap Jessie berjalan kearah Shasa menjambak rambut Shasa . Shasa meringis karna mahkotanya yang panjang di tarik brutal oleh Jessie .


Dengan geram Shasa , mencubit lengan Jessie yang sontak membuat Jessie berteriak kesakitan , Shasa langsung menampar Jessie dengan brutal . Ia juga menjambak Jessie .


"hey gadis gila , lepaskan taganmu dari putriku . Vaiz .. Vaiz .." teriak Tante Fanny yang membuat semua orang keluar menyaksikan kebrutalan nyonya rumah tersebut .


"teriak yang kencang , aku tetap akan menghabisi putrimu." ucap Shasa masih tetap menampar wajah Jessie .


Vaiz yang baru datang langsung memberikan putrinya pada pelayan , dan meminta pelayan untuk pergi . Vaiz pun melerai Shasa . Terlihat Jessie berantakan dan lemah. Sedangkan Shasa terlihat angkuh .


"beritahu istrimu jangan ganggu putriku .Dia gila seenaknya menyakiti putriku." jelas tante Fanny. Jessie menangis tersedu sedu .


"apa yang kau lakukan ?"


"seperti yang kau lihat , aku hanya menamparnya saja tidak lebih sayang kau jangan khawatir dia akan tetap cantik dengan blush on alamiku .Lihatlah betapa dia menangis haru melihat bluah on dariku yang luar biasa."


"Shasa, aku bertanya serius." bentak Vaiz.


"kau tidak perlu membentakku . Aku hanya mengajarinya sopan santun tidak lebih." Shasa berjalan msnjauh namun seketika terhenti

__ADS_1


"ohh iya sayang, apa tante kesayangmu dan putrinya sudah kau beritahu untuk tidak bermain main denganku? kau pasti tidak lupa bukan kejadian yang dulu yang membuatmu pusing?" Shasa melanjutkan langkahnya .


Sedangkan Jessie dan ibunya hanya terdiam . Sementara Vaiz memijat tengkuhnya tanda lelah karna ulah istrinya .


__ADS_2