
Flashback on
Pada saat Vaiz meminta Pak Damar menjemput Shasa , Pak Damar mencari di area restaurant namun nihil , ia memncari kemana mana namun tetap saja . Menghubunginya tapi Shasa tidak menjawab telponnya . Karna sedang khawatir, Pak Damar akhirnya menghubungi Vaiz . Ia pun pamit kepada Julie namun wanita tersebut tidak melepaskannya . Hingga akhirnya Ia menunggu Julie sampai tertidur baru ia bisa mencari istrinya . Vaiz sebenarnya merasa bersalah , namun menurutnya istrinya juga perlu di hukum . Hingga akhirnya ia menemukan istrinya dan membawa kembali kerumahnya .
Flashback off
Mata Shasa mengerjap , Ia melirik kesana kemari dan ingatannya kembali saat nyawanya sudah terkumpul . Ia pun berjingkat duduk .
"bukannya semalam aku tidur di kursi taman. Dan sekarang aku berada disini . Bagaimana bisa? mana mungkin aku punya kekuatan super ah tapi tidak mungkin ." gumamnya bertanya tanya .
"aku yang membawamu kesini ." suara khas milik Vaiz terdengar nyaring pada gendang telinga Shasa . Ia menoleh kearah pintu, dan benar suaminya sedang berada di ambang pintu .
"tuan menculikku ?" ucap Shasa kesal .
"bagaimana bisa kau bilang kalau aku menculikmu ." ucaonya sambil berjalan ke arah Shasa
"dengan jelas aku sedang tidur di taman kenapa kau bawa kemari ?"
__ADS_1
"ini rumahmu Sa, bukan taman . Jika kau ada masalah tempat kau kembali itu disini bukan di taman ." jelas Vaiz .
"huh , aku hanya belajar sendiri ."
"untuk apa? aku bersamamu sayang ." tanya Vaiz melemah .
"untuk suatu saat posisiku akan terganti dengan pelakor yang tadi malam kau temani ."
"Saa." teriak Vaiz kesal . Mendengar teriakan suaminya membuat nyali Shasa menciut .
"nanti ikut aku kerumah sakit , minta maaf padanya." perintah Vaiz .
"sayang , kau memukulnya ." ucap Vaiz sambil mengelus punggung tangannya .
"itu masih belum seberapa . Awas saja jika dia tetap mengambilmu dariku aku akan menghajarnya hingga tak tersisa ." ucap Shasa asal .
"pikiranmu masih seperti anak kecil . kamu yang salah harusnya kamu minta maaf bukan malah menyusun rencana untuk menghajarnya lagi Sa." Vaiz terlihat geram dengan tingkah istrinya yang tidak mau kalah .
__ADS_1
"sayang ." panggil Shasa manja . Menurut Shasa, ia harus meluluhkan hati Vaiz jika tidak maka Julie akan lebih mudah untuk bilang tidak tidak pada Vaiz .
"kenapa? Jika kau minta maaf padaku akan ku maafkan tapi ikut denganku kita kerumah sakit untuk menemui Julie jika kau masih bersikeras tetap tidak minta maaf aku akan mengurungmu di dalam kamar ." mata Shasa membulat mendengar penuturan suaminya . Bagaimana bisa suaminya membela orang yang salah .
"kau mengancamku tuan, pergilah temui simpananmu itu . Jangan pedulikan aku . Aku muak melihatmu membelanya . Jelas jelas dia yang memancing emosiku tapi aku yang harus meminta maaf ."
"kau memukulnya Sa ." teriak Vaiz lelah dengan tingkah istrinya .
"aku memukulnya karna aku lelah dengan ocehannya . Bagaimana bisa aku diminta menukarmu dengan hartanya . Baiklah jika kau mau seperti itu aku akan bicara padanya . Tunggu aku akan ganti baju ." Vaiz mengusap wajahnya dengan kasar . Ia bingung harus bicara seperti apa lagi agar istrinya yang keras kepala itu mengerti .
Selesai berganti baju tanpa membersihkan diri , Shasa keluar kamar dengan wajah bersungut sungut . Ia menghampiri pelayannya untuk dibuatkan sarapan agar tenaganya tidak terkuras saat bertemu Julie .
Karna marah , Shasa tidak ingin makan satu meja dengan Vaiz . Ia lebih memilih makan di dapur .
"sa, temani suamimu makan." ucap Vaiz terlihat frustasi .
"untuk sementara layani dirimu sendiri. Kau akan tahu bagaiman rasanya diabaikan ." ucap Shasa santai sambil mengunyah makanan .
__ADS_1
...Vaiz pun tak menyentuh makanannya karna selera makannya hilang saat istrinya tidak perduli dengannya . Biasanya walaupun marah Shasa akan selalu menyiapkan makanan untuknya . Tapi sekarang ia benar benar tidak ingin melayaninya . Vaiz hanya meneguk kopi miliknya sambil menunggu istrinya . 10 menit Shasa selesai sarapan , ia pun meneguk air putih lalu berjalan keluar dan memasuki mobil suaminya . Vaiz hanya mampu menghela nafas kasar melihat tingkah istri ya ....