Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 19


__ADS_3

Sudah satu jam Shasa duduk di teras rumah. Ia tak sekalipun ingin berpindah . Amarahnya tidak mereda meskipun angin kencang sedang berusaha meredakan . Shasa ya Shasa jika dia sudah meminta orang lain untuk tidak menggangu nya maka dia harap orang itu tidak menggangunya . Dan dia akan meradang saat orang lain mencampuri urusannya .


Ya, Shasa memang gadis yang egois dan mudah marah. Ia juga tidak terlalu banyak bicara apalagi dengan orang yang baru iya kenal .


drrrttt.. drrrttt.. drrrttttt..


"halo bu ." Shasa mengangkat sambungan telpon dari ibunya .


nak bagaiman kabarmu ? (ibu Shasa)


"baik bu . bapak sama ibu gimana?"


baik nak , adikmu juga baik . (ibu Shasa)

__ADS_1


"hmmmmm."


ada apa nak kau terlihat gusar? apa kau tidak bahagia dengan pernikahanmu . Maafkan bapak sama ibu nak karna memaksamu menikahi tuan Vaiz . Tapi mau bagaimana lagi kita terpaksa lagi pula kami melihat tuan Vaiz benar tulus mempersuntingmu . Ibu melihat ia benar benar baik dan bertanggung jawab nak . (ibu Shasa)


"iya bu , ya sudah bu Shasa mau mandi nanti kalau ada waktu Shasa hubungi kembali ." Shasa menutup sambungan teleponnya setelah ibunya meng iyakan ucap Shasa . Ia memikirkan ucapan ibunya .


Sesaat kemudian Shasa melihat jam pada layar ponselnya yang sudah menunjukan pukul 16.30 , ia beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya . Membuka pintu kamar dan mendapati suaminya yang duduk di sofa kamar dengan dengkuran halusnya .


15 menit sudah ia berada di kamar mandi . Shasa melangkah keluar berjalan menuju walk in closet . Mengambil pakaian miliknya dan mengenakan pakaian tersebut. Berjalan ke arah meja rias yang terdapat beberapa alat make up miliknya dan parfum yang berjajar rapi bersisihan dengan parfum mahal milik suaminya .


Saat ia bangkit dari duduknya ,sekilas pandangannya tertuju kearah suaminya . Pangan tersebut bertatapan .Shasa tidak sadar jika suaminya sudah bangun dari tidurnya . Lama bertatapan mata akhirnya membuat Shasa sadar mengalihkan pandangannya pada ponsel kesayangannya .


Berjalan kearah ponsel yang berada di nakas samping tempat tidur dan duduk bersandar pada sandaran tempat tidur . Selama itu mereka berdua berada di kamar tak ada seorang pun membuka suara untuk berbicara .

__ADS_1


Vaiz menatap istrinya namun istrinya menatap ponsel miliknya dan berselancar pada benda pipih berwarna putih tersebut .


Karna tak ada respon dari istrinya Vaiz berjalan ke arah kamar mandi . Sesekali matanya melirik ke arah istrinya namun hasilnya mengecewakan . Shasa tetap menoleh padanya sekali pun .


Mendapatkan cintamu tak semudah mencuntaimu Sha. Entah kenapa hatiku sakit saat aku merasa kau abaikan. Coba lihat sedikit saja ketulusanku . huh .. aku tidak akan menyerah begitu saja . batin Vaiz .


"jika ingin mandi cepat mandi jangan hanya mematung disitu dan melirikku ." ucap Shasa membuyarkan lamunan suaminya . Pandangannya tetap pada layar ponselnya namun kata katany menjurus pada suaminya .


Sontak membuat Vaiz kaget dengan ucapan Shasa . Ia menerutuki kebodohannya karna melamun dan membantin . Membuat dirinya gugup dan salah tingkah karna orang yang di tatapnya dalam diam mengetahuinya .


Vaiz pun dengan cepat berjalan kearah kamar mandi sesekali menggeleng gelengkan kepalanya . Gugup yang rasakan saat ini , Makanya ia secepatnya berjalan kekamar mandi dan berdiri di balik pintu yang sudah ia tutup kembali . Ia pun mengusap dadanya kekarnya .


bodoh , kau ketahuan hanya karna memandangi wanitamu . Dan sekarang hatimu berdebar karna ucapan wanitamu .. kau seperti remaja yang sedang kasmaran saja Vaiz . gumam Vaiz lirih .

__ADS_1


__ADS_2