Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 189


__ADS_3

20 menit sudah Shasa kembali menyiapkan makanan, kini ia akan ke atas untuk memanggil suaminya. Di lepaskannya tali rambut yang tengah melilit rambutnya begitu juga celemeknya.Shasa telihat sangat cantik dengan rambut yang tergerai,barulah ia mulai menaiki tangga. Setelah sampai di depan pintu kamar ia membuka pintu perlahan, pintu terbuka Shasa masuk kekamar dan berjalan menuju kearah suaminya yang sedang bersandar sambil memejamkan mata. Di tatapnya wajah suami tampannya lekat lekat dan.. CUP.


"Masyaallah sayang kau tampan sekali." gumam Shasa pada suaminya yang sedang tidur.


"rasanya aku ingin berteriak seperti para fans saat bertemu idolanya. Sangking tampannya dirimu membuat aku meleleh, Ya Allah Masyaallah, rasanya aku ingin memeluknya dan mengurungnya di kamar saja. hemmmmmh." ucap Shasa bertubi tubi memuji suaminya dengan salah satu tangannya menompang pipinya. Ia terlihat sangat gemas .



Shasa masih asik memandangi suaminya sambil tersenyum tipis. Di setiap harinya ia selalu memamdangi wajah suaminya yang sangat tampan hingga sekarang ia tak bosan bosan menatapnya tanpa berkedip.


"aduh sayang, bisa nggak sih setiap hari kamu gak usah bertambah tampan kaya gini bikin aku overdosis." gerutu Shasa.


Senyum mengembang pada bibir dari sang suami yang sedari tadi mendengar gumaman istrinya.Shasa tidak menyadari jika sang suami hanya pura pura memejamkan,dan Vaiz sebenarnya ingin tertawa terbahak namun di tahannya saat mendengar ocehan istrinya memuji dirinya. Semyumnya hilang ketika kembali mendengar gerutuan istrinya.


"sudah jelas bukan, suamiku sangat tampan,kaya,baik, sayang dan cinta dengan anak istrinya mana mungkin aku bagi bagi. Untung saja aku lebih pintar menghempaskan segala macam pelakor, kalau tidak pasti suamiku akan direbut. Ihh naudzubillah." Shasa memukul pelan kepalanya. Namun Seketika matanya melotot Saat melihat suaminya tersenyum.



"sa.. sayang kau mengerjaiku lagi?" ucap Shasa dengan sebal membuat Vaiz membuka mata dan tertawa terbahak.


"kau kena lagi, hey istriku apa aku benar benar sangat tampan? apakah terlalu berlebihan hingga membuatmu overdosis?" goda Vaiz membuat Shasa merengut setengah malu.


"apakah ucapanmu tadi bagian dari suara hatimu yang telah lama kau simpan?" ledek Vaiz .


Shasa di buat salah tingkah dengan gerutuannya sendiri, dan akhirnya ia mengalihkan pembicaraan tanpa menjawab pertanyaan suaminya.

__ADS_1


"tau ahhh, aku mau sarapan? kamu sarapan atau tidak?" tanya Shasa yang masih menahan malunya.


Vaiz tidak menjawab ucapan istrinya, ia malah menatap Shasa dengan tatapan meledek sambil tersenyum.


"kau sarapan atau tidak? anak kita keburu bangun nanti." protes Shasa .


"jawab dulu pertanyaanku yang tadi." Vaiz manahan tangan istrinya.


"apaan sih, pertanyaan apa?"


"kau bergumam bahwa aku ini tampan."


"tidak ada yang tampan, mungkin kau salah dengar, sudah ayo makan."


Vaiz bangun dari duduknya lalu ia berjalan keluar kamar sementara Shasa mengikuti dari belakang.


Sampai di meja makan, Shasa mengambilkan sarapan untuk suaminya setelah itu ia mengambil untuk dirnya sendiri.


"tidak usah di fikirkan, kalau aku memang tampan ya akui saja." celoteh Vaiz.


"issshhh gak jelas banget." ucap Shasa duduk di samping istrinya. Vaiz tidak menyentuh makanannya ia malah menatap sang istrinya.


"sarapan sayang, jangan menatapku trus kau tidak akan kenyang jika hanya menatapku." omel Shasa.


"tapi aku puas menatap wajahmu, begitu manis dan menggemaskan. I LOVE YOU."

__ADS_1


"uhuk.. uhuk.. uhuk.." Shasa tersedak saat mendengar pujian yang di lontarlan suaminya.


"hey, ini minum. Makanya pelan pelan jika makan kau sampai batuk begini." omel Vaiz sambil menyodorkan minuman istrinya.


"ini semua gara gara kamu suka sekali menggodaku." protes Shasa setelah menenggak minuman.


"hei kenapa aku yang harus di salahkan, setidaknya aku bukan dirimu yang hanya memuji suaminya disaat suaminya dalam keadaan tidak sadar."


"kok jadi aku?"


"ya kamulah tidak mengakuinya jika aku ini tampan, coba saja kamu mengakui."


"tapi untuk apa?"


"menyenangkan hati suami itu pahalanya besar." jelas Vaiz.


"iya iya , aku akui kamu itu..." Shasa menghentikan ucapannya.


"apa?" tanya Vaiz.


"kamu itu." ucap Shasa mendekatkan wajahnya perlahan pada suaminya.


"apa?" tanya Vaiz.


"kamu itu menyebalkan." ucap Shasa langsung berlari meninggalkan istrinya. Vaiz melotot mendengar ucapan istrinya. Ia tertawa melihat istrinya yang salah tingkah.

__ADS_1


"kau benar benar menggemaskan, cintaku padamu selalu bertambah setiap harinya. kau adalah tempat ku berpulang di setiap harinya, karena rasa nyamanku terhadapmu membuatku selalu betah berada di sampingmu." gumam Vaiz.


__ADS_2