
Vaiz dan Shasa tengah makan malam . Sementara Baby Ayu masih tertidur di ranjang . Meskipun ada bayi di tengah tengah mereka, sikap romantis keduanya tak pernah hilang. Shasa juga tetap menyiapkan keperluan suaminya .
"sayang ,kemungkinan aku besok akan pulang malam karna pekerjaanku di kantor sudah menumpuk ." ucap Vaiz kepada istrinya .
"iya , jaga makanmu dan kesehatanmu ." tutur Shasa diangguki Vaiz .
"Besok ada tambahan penjaga untuk rumah kita . Jadi kamu jangan khawatir ." Shasa mengangguk tersenyum .
Vaiz selesai menghabiskan makanannya . Setelah menegak air ia langsung menuju kamar untuk menemui putrinya . Sementara Shasa masih makan dan membersihkan piring piring . Meskipun ada 3 pelayan , Shasa terkadang juga melakukan pekerjaan rumah . Apa lagi ia selalu minta agar pakaian dalamnya dan suaminya tidak perlu di cuci oleh pelayannya . Ia akan mencuci sendiri . Jadi terkadang ia turun tangan untuk mencuci sendiri .
"loh Ayu sudah bangun . Kok enggak panggil ayah ." Vaiz menganggkat tubuh bayinya untuk digendongnya . Setelah dalam dekapannya ia mengambil tempat di sofa . Vaiz mengajak bicara putrinya terkadang juga ia membuat tertawa kecil putrinya .
"udah bangun anaknya?" tanya Shasa yang membawa kerjang dengan setumpuk pakaian
"iya ,gak rewel yank biar aku temenin aja kalau kamu mau masukin baju baju kelemari ." jelas Vaiz .
"iya , jagain anaknya dulu ya ." Vaiz mengangguk .
"siap bosku sayang." ucap Vaiz membuat Shasa hanya menggeleng kecil . Shasa menata baju baju miliknya dan suaminya . Selesai menata ia masuk kedalam kamar mandi . Tak berapa lama ia keluar dan menghampiri suaminya. Shasa menghempaskan tubuhnya di samping suaminya .
__ADS_1
"huh ." keluhnya.
Vaiz menoleh sambil menyunggingkan senyumnya .
"capek?" tanya Vaiz .
"enggak hehehehe ."
"masih ngubungin kamu dia?" tanya Vaiz .
"enggak , alhamdulillah ." ucap Shasa .
"kamu kentut yank ?" tanya Vaiz pada Shasa suaminya .
"enggak , kenapa?"
"kok baunya kaya kentut gitu?"
"anakmu mungkin." ucap Shasa asal .
__ADS_1
"hah? liatin dong yank ." rengek Vaiz .
"ish kamu tuh, masa sama anak sendiri jijik." gerutu Shasa lalu mengambil alih putrinya .
"enggak jijik hanya geli ." bela Vaiz lalu meraih ponselnya .
Shasa mengganti popok putrinya , sesekali menatap suaminya yang sibuk dengan ponselnya .
"putri ibu yang cantik , nanti sudah besar kalau ayah gak mau ganti popokmu hanya main hp saja kamu lempar dengan popomu ini y nak biar muntah sekalian ." sindir Shasa .
"sayang, kau itu mengajari anakmu apa ? mana sopan?" protes Vaiz .
"makanya kalau dirumah jangan main hp saja . Waktumu untuk keluargamu bukan terus untuk ponselmu ." Jelas Shasa .
Selesai mengganti popok ia berjalan kearah suaminya sambil menggendong putrinya. Lalu ia meletakkan putrinya di depan suaminya .
"jaga anaknya dulu , aku mau di kamar mandi ." Vaiz mengembil alih gendongan putrinya. Ia mengayun ayun putrinya agar tidak menangis.
Ia menggendong putrinya sambil berdiri agar putrinya kembali tidur, dan benar saja putri kecilnya terlelap dalam dekapan ayahnya . Ia terlihat nyaman dalam pelukan ayah nya. Senyum Vaiz mengembang kala melihat putri kecil dan cantiknya tersebut sudah terlelap.
__ADS_1
Perlahan ia berjalan kearah ranjang dan meletakkan putrinya perlahan . Ia ikut berbaring di samping putrinya dan sesekali menepuk perlahan kaki putrinya agar tidurnya lebih lelap. Namun perlahan lahan mata tajam yang sedari tadi terbuka kini juga ikut terlelap di samping putrinya. Tak lama Shasa keluar dari kamar mandi menghampiri suami dan putrinya . Melihat keduanya tidur bersama membuat hatinya begitu menghangat . Ia pun mengecup kening suaminya lalu beralih kearah putrinya . Shasa juga ikut berbaring dan memejamkan mata mengikuti putri dan suaminya kealam mimpi .