
Kini usia Baby Ayu sudah 2 bulan . Dan sudah 2 bulan juga Shasa berada di rumah membuatnya semakin bosan . Setiap harinya ia hanya mengurus putrinya . Setelah kejadian lalu , tante Fanny dan Jessica tinggal di apartment yang Vaiz berikan . Namun , bukan berarti ia kalah . Ia tak henti hentinya mengatur strategi agar Vaiz bisa menikahi Jessica .
Di sebuah restaurant tante Fanny dan Jessie sedang menikmati makan siangnya . Tiba tiba seorang laki laki menghampiri mereka berdua . Laki laki tersebut duduk di bangku yang kosong satu meja dengan kedua wanita tersebut.
"bagaimana?" tanya laki laki tersebut.
"Sepertinya akan sulit. Tapi biar aku fikirkan matang matang . Karna menurutku kita sama ." ucap Jessie dengan senyuman .
"jika kau mau datang kekantorku. Kita bisa bicarakan disana . Disini sangat tidak aman ."
Tante Fanny dan Jessie mengangguk. Seketika laki laki tersebut berdiri dan pergi keluar restaurant .
Sementara di Taban Group , Vaiz baru saja keluar dari ruang metting . Ia berjalan tegak menuju keruangan miliknya . Saat ia membuka gagang pintu betapa terkejutnya . Bibirnya tersenyum menyungging.
"sayang ." panggil Vaiz .
"hai." Vaiz pun berjalan menghampiri wanita yang dicintainya .
"aku membawakanmu makanan ."
"dimana putriku?" tanya Vaiz sambil mendongak kesana kemari .
"aku tinggal dirumah." Jelas Shasa membuat Vaiz lesu .
"jangan merajuk cepat makanlah . Aku memasak untukmu ." terang Shasa . Tanpa berfikir panjang, Vaiz melahap makanannya hingga tandas . Biasanya ia akan minta di suapi namun seketika moodnya hilang karna putrinya masih tidak diajak ke kantor.
"kenapa murung!" tanya Shasa .
"tidak , hanya lelah saat metting." elak Vaiz membuat Shasa menyipitkan matanya .
"kau bad mood karna putriku tidak aku ajak bukan ?" tanya Shasa .
"dia juga putriku sayang ." protes Vaiz membuat Shasa terkekeh
"uluh uluh .. suamiku yang tampan ini sedang merajuk rupanya ." Shasa mengusap dagu suaminya .
__ADS_1
Tok .. tok .. tok ..
Terdengar ketukan pintu dari luar . .
"masuk ." titah Vaiz . ganggang pintu bergerak terlihat Rahma yang sedang menggendong bayi Shasa .
"apa sudah puas bermain dengan putriku?"tanya Shasa dengan Saat Rahma. Ia mengambil alih gendongan dari Rahma setelah itu sekretaris cantik pamit undur diri .
" kamu membawanya?"tanya Vaiz yang langsung menggendong putrinya dan menciumi hinga rakus .
"jangan di ciumi seperti itu nanti anaknya nangis gak betah sayang ." ucap Shasa .
"hanha aku hanya gemas sayang ." jelas Vsiz .
"iya aku tahu tapi anaknya gampang risih sayang ." jelas Shasa yang masih menatap anak dan suaminya.
"iya iya sayang maaf ya ibu. " goda Vaiz membuat Shasa mengangguk.
"selesaikan dulu pekerjaannya., biar aku menyusui anaknya ." Vaiz langsung memberiakn putrinya pada pangkuan istrinya.
"dia bosan dirumah , ya udah aku ajak kesini aja." ucap Shasa asal .
"anak yang bosan atau kamu yang bosan?" tanya Vaiz .
"kamu gak percaya sayang ?"
"percaya kalau sama kamu .Walau agak ragu ." ucap Vaiz asal.Shasa hanya nyengir .
Tanpa mengetuk pintu ruangan terbuka , menampilkan sosok Arka , sahabat Vaiz.
"hai tuan dan nyonya apa aku mengganggu?" tanya Arka berjalan masuk . Sedangkan Shasa menyudahi untuk memberikan ASI pada putrinya .
"lanjutkan saja,jangan sungkan aku tidak akan memintanya ." goda Arka .
"aku tidak sungkan hanya saja aku kasian jika nanti kak Arka menahan air liur." jawab Shasa asal .
__ADS_1
"enak saja , aku juga tidak ingin bekas si Vaiz ."
"kenapa? bukannya lebih enak ?" goda Shasa
"ekheeem , ada apa aku kemari?" tanya Vaiz yang terlihat wajah masamnya .
"kau cemburu? aku tidak akan mengambil istrimu. Aku hanya bercanda ." Arka terbahak setelah melihat wajah masam temannya .
"apa dia punya cemburu? aku yang malah dibuatnya cemburu karna para wanita mengelilingnya." ledek Shasa membuat Atka terbahak .
"sayang ." panggil Vaiz .
"hahahahaha oke oke aku minta maaf ."
"ada hal apa kau kemari ?" tanya Vaiz .
"aku hanya mengantar undangan 1 minggu lagi aku menikah ."
"dengan Sita?" tanya Shasa .
"siapa lagi? aku ini tipe pria setia dengan 1 wanita ." jelas Arka .
"kapan tepatnya?" tanya Vaiz berjalan menghampiri istrinya .
"hari sabtu."
"baiklah aku akan datang ." ucap Vaiz .
"apa Sits sudah kembali kak?" tanya Shasa .
"belum, dia masih mengurus cuti . 2 hari lagi kembali ." diangguki Shasa .
"baiklah , kalau begitu aku pamit karna aku juga masih sibuk ." .
"iya terimakasih ." ucap Vaiz . Arka berjalan keluar ruangan Vaiz. Setelah Arka peegi , Vaiz menatap istrinya dengan tatapan penuh arti . Shasa yang paham hanya nyengir tanpa rasa bersalah .
__ADS_1