Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 24


__ADS_3

Jangan lupa dukung author dengan Like dan Vote nya kalian , karna Like dan Vote kalian adalah semangat author untuk lebih giat mengarang dan up bab bab selanjutnya .


***


Kini dengan nafas memburu berjalan membawa satu kantong plastik dengan berisi es campur yang di beli untuk Shasa . Vaiz membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil yang terparkir di pinggil jalan raya .


"ini untukmu ." ucap Vaiz sambil menyodorkan es tersebut .


"terimakasih , tuan hanya membeli satu?sementaara untuk tuan?" tanya Shasa .


"tidak usah , aku tidak ingin aku hanya memenuhi keinginanmu saja ." ucap Vaiz sambil mengatur nafasnya yang ter engah engah .


"anda takut jika ini tidak sehat tuan? ini bersih tuan selama aku membelinya tidak pernah sekalipun aku merasakan sakit perut ." jelas Shasa


"tidak bukan begitu , aku hanya tidak pernah meminum minuman seperti itu ." Vaiz menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


"hahahahaha,tuan bahkan umur tuan sudah kepala tiga, masa sama sekali tidak pernah merasakan minuman menyegar kan ini."


Vaiz menggeleng sambil tersenyum malu . Melihat gelengan Vaiz , Shasa hanya melongo . Ia meletakkan Es tersebut ke pangkuannya lalu membuka bungkusan batagor yang terdapat 2 bungkusan .


"jangan jalankan mobilnya dulu tuan,kita nikmati makanan ini disini lebih enak ."


Vaiz pun mengurungkan niatnya untuk melajukan mobil . Shasa membuka bungkusan tersebut lalu menyodorkan pada batagor pada suaminya .


"jangan bilang anda tidak tahu makannya tuan?" todong Shasa .

__ADS_1


"ahhh , tidak kau makan saja." tanpa banyak tanya Shasa menarik kembali batagor tersebut dan menusuk lalu menyuapkan pada Vaiz .


Deg .


Hati Vaiz membuncah kala Shasa memberikan suapan untuk pertama kalinya . Tanpa aba aba Vaiz melahap makanan tersebut dan matanya membulat merasakan jajanan yang di beli istrinya .


"ini enak sayang ." ucap Vaiz tersenyum


"sudah ku bilang tuan, silahkan melanjutkan makan sendiri ."


Vaiz meraih bungkusan tersebut dan melahap satu persatu batagor begitu juga dengan Shasa . Setelah batagor yang dilahapnya habis barulah Vaiz menjalankan mobilnya .


Shasa membuka es campur dan menyendokkan lalu menyodorkan pada Vaiz .


"tidak sayang,minumlah sendiri tak apa nanti aku bisa minum air putih saja."


Vaiz pun merenima suapan Shasa kembali , setelah itu Shasa menyendokkan untuknya begitu seterusnya hingga es tersebut habis di minum kedua orang tersebut .


Melihat perlakuan Shasa hari ini , Vaiz merasa memiliki puluang untuk bisa lebih dekat lagi pada Shasa .


"Sayang ." panggil Vaiz pada Shasa .


"apa tuan memanggil saya?" tanya Shasa .


"ya ,siapa lagi hanya kau istriku dan hanya kau yang ku panggil sayang ."

__ADS_1


"panggil saya Shasa tuan , itu lebih baik ."


"tidak aku akan memanggilmu Sayang , itu keputusanku ."


"terserah tuan saja ."


"lalu kenapa kau memanggilku tuan, kau istriku bukan pelayanku ."


"aku lebih nyaman ." ucap Shasa .


"tapi Sayang ...."


"tuan aku mengantuk,jika sudah sampai tolong bangunkan saya ." ucap Shasa memotong pembicaraan .


Menoleh sekilas ke arah Shasa, lalu menghela nafas saat melihat istrinya sudah memejamkan mata , sudah di pastikan istrinya akan menulikan pendengaran saat ini . Meski ia tahu jika saat ini istrinya menghindari pembicaraan dengannya dan di pastikan istrinya tidak tidur .


20 menit sudah perjalanan yang di lalui mereka berdua , kini mobil milik Vaiz sudah terparkir rapi di halaman ruamh megah miliknya . Shasa yang merasa mobil tersebut berhenti ,ia pun membuka mata lalu membuka pintu mobil dan berlari menuju ke kamar .


Vaiz yang sudah paham hanya mentap punggung milik istrinya . Sesaat ia terpaku dengan kejadian tadi,dimana istrinya mengalihkan pembicaraan saat ia beebicara serius .


Lamunan tersebut buyar , ia berjalan ke dalam rumah dan menuju ke kamar miliknya . Ia membuka handle pintu lalu mendorong pintu agar terbuka . Ia berjalan masuk menutup kembali pintu kamar . Merbahkan diri ranjang miliknya , saat akan memejamkan mata telinganya menangkap suara gemercik air dari dalam kamar mandi . Yang sudah pasti penghuni tersebut istrinya .


15 menit berada di kamar mandi ,membuatnya menyudari ritual mandinya . Ia berjalan keluar dan menuju walk in closet berganti pakaian lalu berjalan keluar ke arah meja riasnya , mengeringkan rambutnya dan mengoleskan cream pada wajahnya .


Kegiatannya tak luput dari jangkuan sang suami yang sedari tadi menatapnya penuh intens . Shasa yang menyadari hanya diam tak menggubris .

__ADS_1


Selesai dengan aktifitasnya Shasa merbahkan diri di sofa kamar sambil menonoton film bollywood kesukaannya . Sementara Vaiz berjalan gontai menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .


__ADS_2