
Pagi hari sepasang suami istri tersebut bangun sangat sangat pagi . Shasa meminta suaminya untuk menemaninya jalan jalan pagi mengitari jalanan kompleks . Awalnya Vaiz menolak tapi bukan Shasha kalau harus menerima penolakan dari suaminya .
"bangun , jika tidak aku akan pergi jalan jalan sendiri . Kau tahu kan banyak penghuni kompleks ini yang menduda dengan aku bilang jika suamiku tak peduli denganku mereka akan iba dan akan memperhatikanku maka aku akan lupa siapa suamiku ." ucap Shasa beralasan .
"apa kau berani melakukan itu?" tanya Vaiz menatap nyalang istrinya .
"kau lupa sayang, aku Shasa . Bahkan aku yang mebghempaskan mantan mantanmu itu . Apa kau lupa ?" ucapnya menyombongkan diri .
"kau ini . kenapa aku mendapatkan istri sepertimu." gerutu Vaiz .
"hey kau yang memilihku . Kau ingat aku dulu tidak mau tetap kau paksa . Sekarang kau mengeluh dasar suami tidak ada akhlak ." omel Shasa .
"cepat bangun atau aku pergi sendiri ." ancam Shasa sambil menutupi senyumnya .
"iya iya aku cuci muka dulu dan gosok gigi ." ucap Vaiz di angguki Shasa .
"aku tunggu di bawah ya sayang ." ucap Shasa berjalan keluar .
Shasa berjalan kearah teras rumah, ia duduk di sebuah kursi kayu sambil menunggu suaminya.
__ADS_1
15 menit Vaiz baru menemui Shasa , senyum Shasa mengembang saat melihat tampilan suaminya memakai sepatu olahraga, celana olah raga warna hitam dan kaus berwarna abu abu . Namun seketika tawanya pecah saat melihat kaca mata yang masih bertengger di kerah baju suaminya .
"kenapa tertawa seperti itu?" Vaiz terlihat bingung dengan sikap istrinya .
"jelas aku tertawa tampilanmu oke,tapi kenapa masih ada kacamat disini? kau hanya menemaniku jalan jalan pagi bukan untuk menjadi model sayang." ledek Shasa .
"aku takut nanti silau . Lupakan kau ingin jalan jalan atau hanya menghinaku."
"baiklah , ayo." Shasa menggandeng tangan suaminya . Mereka berjalan keluar gerbang .
"pagi hari udaranya sejuk bukan ? Menyegarkan ." gumam Shasa, Vaiz menoleh menatap wajah ayu istrinya . Meskipun hanya memakai daster tak mengurangi kecantikannya ( menurut Vaiz)
"lalu dengan siapa saja kau berjalan jalan pagi?"
"3 temanku , kita bercanda tawa kadang sampai tak mengenal waktu ."
"kau rindu kampung mu?" tanya Vaiz pelan .
"sangat rindu ." ucap Shasa .
__ADS_1
"kau ingin kesana?"
"suatu saat nanti aku akan pulang kesana ."
Vaiz lagi lagi tersenyum .
"sayang isturahat dulu ya?" ucap Shasa menghentikan langkahnya .
"kau lelah?" tanya Vaiz begitu perhatian .
"iya ." Vaiz meminta Shasa untuk duduk di taman kompleks tersebut .
"tunggu disini aku akan membelimu air mineral ." titah Vaiz di angguk Shasa .
"cepat kembali ." ucap Shasa pada suaminya .Vaiz mengangguk sambil menyungginggkan senyumnya .
Kini Shasa duduk di bangku taman sendiri. Ia sesekali memijat kakinya , kadang juga ia meraba perut ya.Saat ia asik dengan pijatan di kaki, tiba tiba suara tak di kenalnya terdengar .
"hai." ucap pemilik suara tersebut ,sontak membuat Shaza menoleh dan menyipitkan matanya .
__ADS_1