
Pagi hari yang sangat cerah , di lorong rumah sakit terdengar suara langkah kaki . Berjalan menyusuri lorong dengan penuh wibawa . Menaiki lantai atas menuju ruangan VVIP di depan pintu masuk langkah tersebut terhenti ia merapikan pakaian mahalnya dan sambil mencium sebuah buket bunga besar .
Tanpa mengetuk,tangan tersebut membuka knop pintu dengan menutup wajahnya . Shasa , pemilik kamar VVIP tersebut terkejut dengan kejutan yang membuatnya membola melihat Pria dengan wajah di tutup dengan buket bunga besar .
"kau siapa?" tanya Shasa sambil menoleh kesembarang arah .
"taaadaaaa, kejutan untukmu ." laki laki tersebut menurunkan buket bunga lalu menyerahkan kepada Shasa . Shasa seketika tegang dan membulat .
"kau , kenapa kau disini? atas perintah siapa kau masuk kedalam kamarku?" tanya Shasa penuh Amarah .
"santai beby , aku disini merindukanmu . Kau sudah melahirkan? aku ingin melihat keadanmu dan anakmu ." ucap laki laki tersebut perlahan mendekat .
"menjauhlah kau Zidan ,jangan dekati aku dan anakku . Kau Gila kau tidak waras ." teriak Shasa langsung bangun darii tidurnya.
"sssssttttt, jangan teriak . Nanti suamimu dengar ." ucap Zidan lirih . Ia langsung memeluk tubuh Shasa . Shasa yang di peluk langsung memberontak dan tubuhnya yang masih lemah tak kuasa untuk mendorong Zidan yang memiliki tubuh Kekar .
Vaiz yang keluar dari kamar mandi langsung menarik tubuh Zidan , dan melayangkan bogeman mentah di pipi Zidan .
__ADS_1
"menjauhlah kau pria keparat , jangan dekati istriku ." ucap Vaiz .
"dia memang istrimu tapi aku juga menginginkannya . Dia telah menembakkan senyuman maninya tepat di hatiku membuat hatiku luluh padanya." ucap Zidan dengan seringai liciknya .
"Dasar kau ." Vaiz membogem lagi wajah Zidan sedangkan Zidan hanya tersenyum lagi lagi Vaiz mengahajar Zidan . Ia langusng menarik paksa Zidan keluar ruangan .
"berikan istrimu untukku , dan kau akan menadapatkan anakmu ." ucap Zidan .
"jangan main main kau denganku Zidan ." teriak Vaiz membuat para perawat menatap kearah mereka.
"aku tidak main main ,setelah kau bosan berikan padaku aku akan dengan senang hati menerimanya ." Ucapnya lagi lagi dengan seringai licik .
Vaiz kembali masuk kedalam ruangan istrinya, ia melihat istrinya memeluk putri kecilnya sambil menumpahkan air matanya seketika Vaiz langsung memeluk istrinya .
"aku takut sangat takut ." ucap Shasa dengan isak tangisnya.
"jangan takut ada aku, aku akan memberikan pelajaran untuknya ." ucap Vaiz menenangkan istrinya .
__ADS_1
"dia kemarin menemuiku hingga aku kontraksi hebat ,sekarang tanpa dosa ia juga kembali menemuiku dan memelukku aku jijik ." ucap Shasa sesenggukan.
"sudah sayang ,jangan menangis . Aku akan menjagamu dan bayi kita . Aku juga akan menghukum dia yang telah membuatmu ketakutan ."
"istirahatlah ." pinta Vaiz dengan lembut .
"tidak tidak ,aku tidak akan beristirahat aku akan berjaga aku takut dia kembali lagi . Aku sangat takut dia seperti orang Gila ." ucap Shasa sambil menahan tangisnya .
Vaiz mengusap air mata yang luruh di kedua pipi istrinya. Ia langsung mencium kening istrinya dengan lembut lalu mengambil putri nya dalam dekapan istrinya .
"aku akan menjaga kalian , aky tidak akan meninggalkan kalian sedetikpun ." ucap Vaiz lirih .
"tapi ...."
"istirahatlah , aku akan disini menemanimu . Kau ingin cepat pulang bukan . Nanti kita akan pulang secepatnya . Sekarang istirahatlah ." Shasa mengangguk .Shasa mulai luluh dan membaringkan tubuhnya di brankar , saat Vaiz akan beranjak dari duduknya Shasa menahan lengan suaminya .
"tetaplah disini , aku sangat takut."
__ADS_1
"aku akan meletakkan bayi kita di tempatnya ,lalu aku akan menemanimu disini ." Shasa pun melepas tangannya dari lengan suaminya . Ia menatap pungung suaminya . Setelah meletakkan bayinya Vaiz kembali duduk di samping istrinya. Tangannya di genggam oleh istrinya , hingga istrinya terlelap. Perlahan ia melepas genggaman dan berpindah di sofa .