
**Yang jadi Shasanya gak cantik thor?
o iya kenapa author pilih visual Shasanya Indonesia bukan Luar Negri? karna menurut author Shasa itu hanya gadis biasa , yang hanya keturunan orang Indonesia , memang di gambaran saya Shasa tidak cantik tapi manis . Itulah kenapa Vaiz suka Shasa, karna Vaiz lebih mengagumi wajah manis Shasa bukan wajah ayu Shasa .
Happy reading ya .
Jangan lupa juga Votenya , biar author lebih giat buat nulis per bab nya . Karna author juga butuh Vote kalian heheheheh** :)
...****************...
"sayang itu ciloknya ." menunjuk kearah penjual cilok yang bersepeda .
"kau yakin itu tidak membuat sakit perut sayang?"
"tidak jika kau sakit perut bukan karna cilok itu sayang." jelas Shasa .
"lalu karna apa?" menoleh kearah Shasa .
"karna perutmu aku tonjok ." ucap Shasa sebal .
"sayang, aku serius ."
"aku juga, boleh minta uang?" tanya Shasa .
"berapa?"
"10 ribu ." ucap Shasa sambil tanganya mengatung ke arah suaminya .
"hey sayang, mana punya aku uang 10 ribu, pakai kartu ini saja untuk pembayaran ." jelas Vaiz .
"hey yang benar saja tuan , penjual itu tidak membawa mesin kartumu ini . Kau kira penjual cilok elit apa pembayaran lewat kartu seperti itu ." gerutu Shasa .
"ya sudah , transfer saja sayang ."
"ahhh kau ini sayang, apalagi transfer . Memangnya penjual cilok merk h3rm3s apa ." Shasa membuka pintu mobil dan berjalan keluar .
"memangnya kenapa? bukannya transfer lebih mudah ." gerutu Vaiz sambil memijit pelipisnya .
Tak butuh waktu lama, Shasa sudah kembali dengan 2 plastik cilok . Lidahnya sedari tadi sudah membasahi bibir tipis miliknya . Ia segera berlari masuk ke dalam mobil .
"nih untuk sayang ." Shasa menyodorkan satu plastik cilok untuk suaminya .
__ADS_1
"sayang , ini halal kan?"
"halal sayang,kau mau atau tidak?" Shasa terlihat jengkel .
"coba dulu, jika tidak suka biar aku yang habiskan ." ucapnya sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya .
Vaiz pun memakan 1 suap , setelah tahu rasa ciloknya Vaiz melahap berkali kali hingga habis kini giliran Shasa yang menggeleng geleng kepala .
"enak kan sayang? makanan apapun yang aku recomendasikan pasti enak ." ucap Shasa .
"coba deh aku foto lalu aku buat story dengan caption CEO Taban Group yang tidak pernah makan cilok . Pasti para penggemarmu langsung membuat cilok dan dikirim kekantormu ." ledek Shasa .
"kenapa begitu?"
"ya karna , idolannya biar tahu rasanya cilok itu seperti apa ."
"kau meledekku sayang ." menyentil kening Shasa .
"auuuhhh sayang, kau ini hobby sekali menyentilku ." gerutu Shasa .
"siapa suruh kau meledekku ." ucap Vaiz .
Shasa merengut melipat kedua tangannya kedepan dadanya .
"Gggoooooo" teriak Shasa mengerjai suaminya .
"sayang, jangan teriak . Sakit telingaku ." gerutu Vaiz mengusap daun telinganya .
Shasa menutup mulutnya sambil cekikikan . Tak menempuh waktu lama , kini mobil Vaiz sudah terparkir rapi. Vaiz berjalan bergandengan dengan Shasa . Saat di lobi , tidak sengaja Vaiz menyenggol lengan wanita .
"auhhh." keluh wanita tersebut .
"maafkan aku," berjongkok mengambil ponsel milik wanita tersebut . Tangan Vaiz dan wanita tersebut bersentuhan ,dan seketika Vaiz menarik tangannya .
"ahhh tidak apa tuan, mmm kenalkan saya Carla." wanita tersebut menyodorkan tangannya .
"Vaiz." ucap Shasa membalas sodoran tangan wanita tersebut .
"ahhh,boleh minta nomer yang bisa dihubungi?"
"untuk apa?" tanya Shasa.
__ADS_1
"agar lebih mudah untuk komuniasi dek ." ucap wanita tersebut membuat Shasa sebal .
"memangnya komunikasi apa?" tanya Shasa kembali menggeser tubuhnya berhadapan dengan wanita tersebut .
"sapa tau bisa jodoh dengan om mu, dan bisa jadi tante mu juga ."
"ohhh, sayang kau mau menikah dengan tante ini ?" tanya Shasa menoleh kearah Vaiz .
"tidak, aku tidak mungkin hancur di tanganmu ." ucap Vaiz cuek .
"anda dengar sendiri tante? suamiku tidak minat dengan anda . Dimatanya tetap aku yang lebih menggoda ." bisik Shasa lalu berjalan pergi sambil menggandeng Vaiz .
Sial, gerutu wanita tersebut .
Shasa dan Vaiz sudah berada di kamar hotel milik Vaiz . Shasa keluar dari kamar mandi lalu berjalan kearah ponsel miliknya .
"kenapa ibu belum pulang ." gumam Shasa .
"kemana ibu ?" tanya Vaiz yang mendengar gumaman Shasa .
"ahhh tidak sayang ." ucap Shasa seketika .
"jujur padaku sayang ,apa yang kau sembunyikan ."
"tidak ada, ibu ada di rumah ." bohong Shasa .
"baiklah, ayo kita bermalam disana sekarang ." ancam Vaiz .
"ahhh lain kali sayang aku ingin disini ." ucap Shasa beralasan .
"jujur pada suamimu jangan bohong ." ucap Vaiz tegas .
"oke oke , ibu bapak dan adek pulang ke kampung . Katanya ada urusan yang harus di selesaikan ." ucap Shasa .
"sejak kapan?" tanya Vaiz .
"sejak kau berangkat ke Prancis dulu ." ucap Shasa menundukkan wajahnya .
"dan kau dulu tidak ada yang menemani?kenapa kau tidak cerita ." ucap Vaiz ..
"sayang sudah,aku tidak apa apa . Itu sudah dulu sekarang kau sudah kembali kan?"
__ADS_1
"baiklah , tanyakan padanya jika butuh bantuan tidak perlu sungkan . Dan ayo kita tidur." Shasa mengangguk mengikuti Vaiz menuju ranjang . Dan mereka pun bersiap tidur dengan saling berpelukan .