Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 75


__ADS_3

**Yang jadi Shasanya gak cantik thor?


o iya kenapa author pilih visual Shasanya Indonesia bukan Luar Negri? karna menurut author Shasa itu hanya gadis biasa , yang hanya keturunan orang Indonesia , memang di gambaran saya Shasa tidak cantik tapi manis . Itulah kenapa Vaiz suka Shasa, karna Vaiz lebih mengagumi wajah manis Shasa bukan wajah ayu Shasa .


Happy reading ya .


Jangan lupa juga Votenya , biar author lebih giat buat nulis per bab nya . Karna author juga butuh Vote kalian heheheheh** :)


...****************...


"sayang itu ciloknya ." menunjuk kearah penjual cilok yang bersepeda .


"kau yakin itu tidak membuat sakit perut sayang?"


"tidak jika kau sakit perut bukan karna cilok itu sayang." jelas Shasa .


"lalu karna apa?" menoleh kearah Shasa .


"karna perutmu aku tonjok ." ucap Shasa sebal .


"sayang, aku serius ."


"aku juga, boleh minta uang?" tanya Shasa .


"berapa?"


"10 ribu ." ucap Shasa sambil tanganya mengatung ke arah suaminya .


"hey sayang, mana punya aku uang 10 ribu, pakai kartu ini saja untuk pembayaran ." jelas Vaiz .


"hey yang benar saja tuan , penjual itu tidak membawa mesin kartumu ini . Kau kira penjual cilok elit apa pembayaran lewat kartu seperti itu ." gerutu Shasa .


"ya sudah , transfer saja sayang ."


"ahhh kau ini sayang, apalagi transfer . Memangnya penjual cilok merk h3rm3s apa ." Shasa membuka pintu mobil dan berjalan keluar .


"memangnya kenapa? bukannya transfer lebih mudah ." gerutu Vaiz sambil memijit pelipisnya .


Tak butuh waktu lama, Shasa sudah kembali dengan 2 plastik cilok . Lidahnya sedari tadi sudah membasahi bibir tipis miliknya . Ia segera berlari masuk ke dalam mobil .


"nih untuk sayang ." Shasa menyodorkan satu plastik cilok untuk suaminya .

__ADS_1


"sayang , ini halal kan?"


"halal sayang,kau mau atau tidak?" Shasa terlihat jengkel .


"coba dulu, jika tidak suka biar aku yang habiskan ." ucapnya sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya .


Vaiz pun memakan 1 suap , setelah tahu rasa ciloknya Vaiz melahap berkali kali hingga habis kini giliran Shasa yang menggeleng geleng kepala .


"enak kan sayang? makanan apapun yang aku recomendasikan pasti enak ." ucap Shasa .


"coba deh aku foto lalu aku buat story dengan caption CEO Taban Group yang tidak pernah makan cilok . Pasti para penggemarmu langsung membuat cilok dan dikirim kekantormu ." ledek Shasa .


"kenapa begitu?"


"ya karna , idolannya biar tahu rasanya cilok itu seperti apa ."


"kau meledekku sayang ." menyentil kening Shasa .


"auuuhhh sayang, kau ini hobby sekali menyentilku ." gerutu Shasa .


"siapa suruh kau meledekku ." ucap Vaiz .


Shasa merengut melipat kedua tangannya kedepan dadanya .


"Gggoooooo" teriak Shasa mengerjai suaminya .


"sayang, jangan teriak . Sakit telingaku ." gerutu Vaiz mengusap daun telinganya .


Shasa menutup mulutnya sambil cekikikan . Tak menempuh waktu lama , kini mobil Vaiz sudah terparkir rapi. Vaiz berjalan bergandengan dengan Shasa . Saat di lobi , tidak sengaja Vaiz menyenggol lengan wanita .


"auhhh." keluh wanita tersebut .


"maafkan aku," berjongkok mengambil ponsel milik wanita tersebut . Tangan Vaiz dan wanita tersebut bersentuhan ,dan seketika Vaiz menarik tangannya .


"ahhh tidak apa tuan, mmm kenalkan saya Carla." wanita tersebut menyodorkan tangannya .


"Vaiz." ucap Shasa membalas sodoran tangan wanita tersebut .


"ahhh,boleh minta nomer yang bisa dihubungi?"


"untuk apa?" tanya Shasa.

__ADS_1


"agar lebih mudah untuk komuniasi dek ." ucap wanita tersebut membuat Shasa sebal .


"memangnya komunikasi apa?" tanya Shasa kembali menggeser tubuhnya berhadapan dengan wanita tersebut .


"sapa tau bisa jodoh dengan om mu, dan bisa jadi tante mu juga ."


"ohhh, sayang kau mau menikah dengan tante ini ?" tanya Shasa menoleh kearah Vaiz .


"tidak, aku tidak mungkin hancur di tanganmu ." ucap Vaiz cuek .


"anda dengar sendiri tante? suamiku tidak minat dengan anda . Dimatanya tetap aku yang lebih menggoda ." bisik Shasa lalu berjalan pergi sambil menggandeng Vaiz .


Sial, gerutu wanita tersebut .


Shasa dan Vaiz sudah berada di kamar hotel milik Vaiz . Shasa keluar dari kamar mandi lalu berjalan kearah ponsel miliknya .


"kenapa ibu belum pulang ." gumam Shasa .


"kemana ibu ?" tanya Vaiz yang mendengar gumaman Shasa .


"ahhh tidak sayang ." ucap Shasa seketika .


"jujur padaku sayang ,apa yang kau sembunyikan ."


"tidak ada, ibu ada di rumah ." bohong Shasa .


"baiklah, ayo kita bermalam disana sekarang ." ancam Vaiz .


"ahhh lain kali sayang aku ingin disini ." ucap Shasa beralasan .


"jujur pada suamimu jangan bohong ." ucap Vaiz tegas .


"oke oke , ibu bapak dan adek pulang ke kampung . Katanya ada urusan yang harus di selesaikan ." ucap Shasa .


"sejak kapan?" tanya Vaiz .


"sejak kau berangkat ke Prancis dulu ." ucap Shasa menundukkan wajahnya .


"dan kau dulu tidak ada yang menemani?kenapa kau tidak cerita ." ucap Vaiz ..


"sayang sudah,aku tidak apa apa . Itu sudah dulu sekarang kau sudah kembali kan?"

__ADS_1


"baiklah , tanyakan padanya jika butuh bantuan tidak perlu sungkan . Dan ayo kita tidur." Shasa mengangguk mengikuti Vaiz menuju ranjang . Dan mereka pun bersiap tidur dengan saling berpelukan .


__ADS_2