
Saya Penulis dari novel "Mengejar Cinta Wanita Biasa" mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan kalian. Saya sangat tidak menyangka jika novel karya saya bisa sampai sejauh ini berkat support kalian semua . I LOVE YOU Readers ku tercintahhhh ..☺☺
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sudah beberapa minggu rumah tangga Vaiz dan Shasa tenang. Setelah kejadian di restaurant waktu lalu Zidan pun sudah tidak ada kabar membuat pasangan Taban lebih tenang.
"sayang kita mau kemana?" tanya Shasa yang sedang duduk di sebelah kemudi sambil memangku putrinya.
"kerumah bapak." ucap Vaiz tersenyum
"apa?? kau tidak bohong sayang?" tanya Shasa antusias Vaiz menggelengkan kepala . Raut wajah Shasa terlihat sangat bahagia karna ia sudah lama tak mengunjungi keluarganya .
"kau happy sayang?" tanya Vaiz menoleh kearsh istrinya.
"sangat, karna aku sudah sangat merindukan mereka ." ucap Shasa .
"aku tahu,maaf karna aku terlalu sibuk jadi kita jarang mengunjungi bapak dan ibu ." sesal Vaiz.
"tak apa,aku memaklumi. Toh sekarang kita akan kesana . Ayu juga rindu ya nak sama mbahkung sama uti." bayi cantik pun tersenyum .
"mau beli sesuatu sayang?"
"kita beli makanan kesukaan bapak sama ibu aja yang."
"memangnya bapak suka makanan apa?" tanya Vaiz.
"bapak suka tongseng kambing."
"kalau ibu?"
"ibu sukanya singkong rebus di cocol sama sambel bawang ."
"bukannya bapak nanam singkong di lahan dekat rumah yang baru di belinya."
"iya,ya udah kita beli tongseng sama bakso buat adek juga aja yang." usul Shasa di angguki Vaiz .
Saat mengemudi ia mencari penjual tongseng dan bakso . Semenjak menikah dengan Shasa, menjadi terbiasa membeli makanan di warung,warteg,atau di depot karna seringnya Shasa mengajak makanan di tempat yang sederhana .
Setelah mendapat tongseng dan bakso mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah orang tua Shasa .
__ADS_1
"assallamualaikum." salam Shasa saat sampai di depan rumah orang tuanya.
"waalaikumsallam." jawab bu Nur .
"nak,ayo masuk."
Vaiz dan Shasa masuk didalam rumah. Bu Nur terlihat bahagia.
"pak,anak,menantu,dan cucu kita dateng." panggil bu Nur pada suaminya .
Pak Yono keluar dari kamarnya untuk menemui anak,menantu dan cucunya.Senyum merekah pada wajah Pak Yono.
" baru dateng?" tanya pak Yono menyalami.
"iya pak." ucap Shasa.
"maaf ya pak,kami baru bisa dateng." ucap Vaiz.
"ndak masalah,toh sekarang kalian sudah datang. Ayo duduk apa nggak capek duduk terus."
"cucu mbahkakung masih tidur ternyata." ucap Pak Yono .
"iya pak,sudah dari tadi tapi masih pules tidurnya." ucap Shasa menatap putrinya .
"mau ikut mbahkung?" tanya Pak Yono pada cucunya.
Baby tersebut tersenyum,beliau pun mengambil alih menggendong Ayu.
"cucu kakek pinter ya,gak nangis ya." Vaiz tersenyum .
"nduk bantuin ibu di dapur yuk." ajak bu Nur diangguki Shasa.
Mereka berjalan menuju dapur . Sampai di dapur Shasa langsung menyiapkan untuk makan siang.
"nduk gimana rumah tangga kamu?" tanya bu Nur.
"alhamdulillah baik bu." ucap Shasa .
"syukur nak, sehat terus ya nak rumah tangga kamu."
__ADS_1
"amin. Adek kok nggak kelihatan bu?"
"adekmu keluar ."
"ooo kirain di kamar bu."
"sudah beres?" tanya bu Nur pada putrinya.
"sudah,aku panggil bapak sama mas Vaiz dulu ya bu nanti kita makan bersama."
Bu Nur mengangguk. Shasa menemui bapaknya dan suaminya.
"di potong dulu bicaranya kita makan siang dulu . Sudah lapar . hehehehe." ajak Shasa dia angguki kedua pria tersebut.
Sampai di meja makan,mereka mengambil posisi duduk masing masing.Sementara baby ayu di ambil alih oleh Shasa.
"makasih lo nak Vaiz sudah dibawakan makanan kesukaan kami."
"sama sama bu."
Mereka pun kembali menikmati makan siang bersama. Selesai makan siang Vaiz menggendong putrinya duduk di teras bersama kedua mertuanya.Sedangkan Shasa masih berkutat di dapur membersihkan peralatan makan.
"bu kenapa ibu tidak cari pembantu saja? agar pekerjaan ibu ringan."
"untuk apa nak Vaiz,, nanti kalau ibu ada pembantu malah gak mau ngapa ngapain ibu masih kuat."
"agar pekerjaan ibu ringan, nanti biayaanya biar Vaiz tanggung."
"nanti kalau ibu butuh ibu akan bilang ke nak Vaiz." Vaiz pun mengangguk.
"terima kasih ya nak Vaiz sudah banyak membantu kami. Kami selalu merepotkan nak Vaiz ." ucap Pak Yono .
"sama sama pak, kami tidak merasa di repotkan." Mereka pun mengangguk tersenyum.
"permisi pak saya mau menidurkan Ayu dulu." pamit Vaiz .
"Silahkan."
Setelah kepergian Vaiz, Pak Yono dan Bu Nur tersenyum.
__ADS_1
"alhamdulillah ya pak, meskipun dengan awal yang tidak menyenangkan tapi mendapat akhir yang baik. Putri kita sekarang bahagia sementara menantu kita sangat baik sekali."
"iya bu kita harusnya bersyukur dapat menantu yang baik dan bertanggung jawab pada putri kita. Awalnya bapak ragu sekarang lebih tenang." Bu Nur pun mengangguk membenarkan ucapan pak Yono.