
**Hai para readers tercintah , maaf karena baru bisa up sekarang soalnya sudah beberapa minggu author sakit dan saat sudah mulai sembuh author ada kesibukan kecil hingga akhirnya author baru bisa up hati ini . Mohon pengertiannya dari kalian karna author sudah terlalu lama tidak up .
Selamat membaca kembali readersku tercintaah .. Semoga tetap syukaaa dengan novel author** .
...----------------...
Hari ini hari dimana pernikahan Sita dengan Arka di selenggarakan . Vaiz sudah menunggu istrinya untuk berangkat menuju acara tersebut.
"sayang , kamu jangan lama lama dandannya . Nanti acaranya keburu selesai ." protes Vaiz sambil menatap ponselnya .
"nih udah selesai, yuk berangkat sekarang ." ajak Shasa pada suaminya . Vaiz langsung menyimpan ponselnya dan berdiri. Saat akan menghampiri istrinya ia begitu terpukau melihat istrinya dandan sangat cantik dan elegant membuatnya sangat terpana .
"sayang itu kau?" tanya Vaiz tak percaya .
"kalau bukan aku siapa lagi?" ucap Shasa membulatkan matanya.
"kau sangat cantik hari ini ." puji Vaiz .
"lalu kemarin kemarin enggak?" protes Shasa .
"cantik , tapi ini lebih cantik ." ucap Vaiz menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
"oooo jadi kemarin cantikku standart. Enggak lebih cantik ?" ucap Shasa melirik suaminya .
"bukan begitu ." .
__ADS_1
"lalu apa? mau nyari bahan buat bikin alesan?" sindir Shasa membuat Vaiz kalang kabut .
"enggak istriku yang paling cantik. Ya udah yuk berangkat." ucap Vaiz memperhalus ucapannya .
"tuh kan ? laki laki sukanya gitu bikin wanita emosi ." gerutu Shasa .
"huh , di puji salah enggak di puji tambah salah ." gerutu Vaiz .
"ngomong apa yang? nyindir aku ya?" ucap Shasa sinis .
"enggak kok, sini aku gendong saja Ayu nya ." ucap Vaiz merebut putrinya .
" kalau ada masalah ngomong jangan nyindir ." Shasa mengikuti langkah suaminya .
"kayaknya ijab nya udah selesai deh yank . Ini si Ira udah buat story whattshap ." mengulurkan ponselnya kearah suaminya .
"gak papa yang penting kita datang daripada enggak sama sekali ."
"tapi kan aku mau lihat saat kak Arka mengucapkan ijab qobul ." protes Shasa .
"udah selesai yang, mau gimana lagi?" keluh Vaiz Shasa menggedikkan bahunya .
Mereka sampai di tempat acara tersebut . Sementara Vaiz mengambil alih baby Ayu . Para tamu terlihat ada yang menyalami ada juga yang menikmati hidangan tersebut .
"yaaa telat ya aku ?" tanya Shasa pada Sita sahabatnya .
__ADS_1
"enggak kok ."
"duhhh sory ya , gak nemenin kamu saat ijab qobul ." Sesal Shasa .
"santai aja Sa, yang penting lo dateng ." Shasa tersenyum mengangguk .
Setelah menemui sahabatnya Shasa kembali ketempat untuk menikmati hidangan.
"sayang, aku akan menemui client ku kau ingin ikut biar aku kenalkan sekalian?" tanya Vaiz menunjuk kearah client nya .
"aku disini saja boleh? soalnya aku udah ambil makanan mubadzir kalau di tinggal gitu aja ." ucap Shasa .
"baiklah,boleh aku titip putri kita?" pinta Vaiz pelan diangguki Shasa . Vaiz berjalan menjauh sementara Shasa menikmati hidangan sambil memangku putri nya . Ia asyik dengan piring miliknya tanpa menghiraukan yang lain . Sedangkan Ira masih sibuk mengikuti suaminya .
"kau sendiri nona? apa boleh aku menemanimu?" tanya laki laki yang sedang berdiri di depan Shasa . Shasa mengangkat kepalanya dan mata miliknya melotot .
"aku sedang tidak bisa di ganggu." ucap Shasa singkat . Laki laki tersebut tetap duduk di depan Shasa .
"aku tidak bisa melupakan mu . Semakin aku berusaha semakin kuat bayanganmu yang telah terpatri di otakku dan pikiranku ." ucapnya pada Shasa .
"tuan Zidan , aku sangat lelah jika harus memberimu pengertian . Bahkan dengan jelas kau tahu jika aku sudah mempunyai putri dari suamiku dan kau juga tahu bahwa aku sangat mencintai suamiku . Lalu kau mengejarku seperti ini untuk apa?" ucap Shasa jengkel .
"ntahlah , yang aku tahu aku tidak peduli dengan statusmu sekarang . Aku hanya ingin memilikimu . Aku akan mencukupi kebutuhanmu dan putrimu asal kau mau hidup bersamaku dan meninggalkan suamimu itu ."
"sepertinya otakmu sudah terganggu . Mungkin kau perlu berobat tuan, asal tuan tahu bahkan suamiku lebih kaya darimu . Jadi mana mungkin aku meninggalkan emas hanya untuk besi berkarat ." ucap Shasa terlihat emosi dengan Zidan . Kali ini ia sangat jengah dengan satu laki laki itu . Shasa pun berdiri sambil menggendong putrinya berjalan meningglakan Zidaj yang tengah menahan emosi .
__ADS_1