Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 154


__ADS_3

**Hai para readers tercintah , maaf karena baru bisa up sekarang soalnya sudah beberapa minggu author sakit dan saat sudah mulai sembuh author ada kesibukan kecil hingga akhirnya author baru bisa up hati ini . Mohon pengertiannya dari kalian karna author sudah terlalu lama tidak up .


Selamat membaca kembali readersku tercintaah .. Semoga tetap syukaaa dengan novel author** .


...----------------...


Hari ini hari dimana pernikahan Sita dengan Arka di selenggarakan . Vaiz sudah menunggu istrinya untuk berangkat menuju acara tersebut.


"sayang , kamu jangan lama lama dandannya . Nanti acaranya keburu selesai ." protes Vaiz sambil menatap ponselnya .


"nih udah selesai, yuk berangkat sekarang ." ajak Shasa pada suaminya . Vaiz langsung menyimpan ponselnya dan berdiri. Saat akan menghampiri istrinya ia begitu terpukau melihat istrinya dandan sangat cantik dan elegant membuatnya sangat terpana .


"sayang itu kau?" tanya Vaiz tak percaya .


"kalau bukan aku siapa lagi?" ucap Shasa membulatkan matanya.


"kau sangat cantik hari ini ." puji Vaiz .


"lalu kemarin kemarin enggak?" protes Shasa .


"cantik , tapi ini lebih cantik ." ucap Vaiz menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


"oooo jadi kemarin cantikku standart. Enggak lebih cantik ?" ucap Shasa melirik suaminya .


"bukan begitu ." .

__ADS_1


"lalu apa? mau nyari bahan buat bikin alesan?" sindir Shasa membuat Vaiz kalang kabut .


"enggak istriku yang paling cantik. Ya udah yuk berangkat." ucap Vaiz memperhalus ucapannya .


"tuh kan ? laki laki sukanya gitu bikin wanita emosi ." gerutu Shasa .


"huh , di puji salah enggak di puji tambah salah ." gerutu Vaiz .


"ngomong apa yang? nyindir aku ya?" ucap Shasa sinis .


"enggak kok, sini aku gendong saja Ayu nya ." ucap Vaiz merebut putrinya .


" kalau ada masalah ngomong jangan nyindir ." Shasa mengikuti langkah suaminya .


"kayaknya ijab nya udah selesai deh yank . Ini si Ira udah buat story whattshap ." mengulurkan ponselnya kearah suaminya .


"gak papa yang penting kita datang daripada enggak sama sekali ."


"tapi kan aku mau lihat saat kak Arka mengucapkan ijab qobul ." protes Shasa .


"udah selesai yang, mau gimana lagi?" keluh Vaiz Shasa menggedikkan bahunya .


Mereka sampai di tempat acara tersebut . Sementara Vaiz mengambil alih baby Ayu . Para tamu terlihat ada yang menyalami ada juga yang menikmati hidangan tersebut .


"yaaa telat ya aku ?" tanya Shasa pada Sita sahabatnya .

__ADS_1


"enggak kok ."


"duhhh sory ya , gak nemenin kamu saat ijab qobul ." Sesal Shasa .


"santai aja Sa, yang penting lo dateng ." Shasa tersenyum mengangguk .


Setelah menemui sahabatnya Shasa kembali ketempat untuk menikmati hidangan.


"sayang, aku akan menemui client ku kau ingin ikut biar aku kenalkan sekalian?" tanya Vaiz menunjuk kearah client nya .


"aku disini saja boleh? soalnya aku udah ambil makanan mubadzir kalau di tinggal gitu aja ." ucap Shasa .


"baiklah,boleh aku titip putri kita?" pinta Vaiz pelan diangguki Shasa . Vaiz berjalan menjauh sementara Shasa menikmati hidangan sambil memangku putri nya . Ia asyik dengan piring miliknya tanpa menghiraukan yang lain . Sedangkan Ira masih sibuk mengikuti suaminya .


"kau sendiri nona? apa boleh aku menemanimu?" tanya laki laki yang sedang berdiri di depan Shasa . Shasa mengangkat kepalanya dan mata miliknya melotot .


"aku sedang tidak bisa di ganggu." ucap Shasa singkat . Laki laki tersebut tetap duduk di depan Shasa .


"aku tidak bisa melupakan mu . Semakin aku berusaha semakin kuat bayanganmu yang telah terpatri di otakku dan pikiranku ." ucapnya pada Shasa .


"tuan Zidan , aku sangat lelah jika harus memberimu pengertian . Bahkan dengan jelas kau tahu jika aku sudah mempunyai putri dari suamiku dan kau juga tahu bahwa aku sangat mencintai suamiku . Lalu kau mengejarku seperti ini untuk apa?" ucap Shasa jengkel .


"ntahlah , yang aku tahu aku tidak peduli dengan statusmu sekarang . Aku hanya ingin memilikimu . Aku akan mencukupi kebutuhanmu dan putrimu asal kau mau hidup bersamaku dan meninggalkan suamimu itu ."


"sepertinya otakmu sudah terganggu . Mungkin kau perlu berobat tuan, asal tuan tahu bahkan suamiku lebih kaya darimu . Jadi mana mungkin aku meninggalkan emas hanya untuk besi berkarat ." ucap Shasa terlihat emosi dengan Zidan . Kali ini ia sangat jengah dengan satu laki laki itu . Shasa pun berdiri sambil menggendong putrinya berjalan meningglakan Zidaj yang tengah menahan emosi .

__ADS_1


__ADS_2