Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 141


__ADS_3

Sayang , apa kau akan makan dirumah?


Shasa mengirim pesan pada suaminya .


Iya Sayang, aku akan makan malam dirumah . Sebentar lagi aku akan pulang. balas Vaiz .


baiklah . balas Shasa .


Vaiz segera menuntaskan pekerjaannya untuk hari ini . Ia terlalu lelah karna pekerjaannya yang sangat menumpuk .


1 jam , Vaiz keluar ruangan dan berjalan kearah lift untuk turun kelantai dasar . Hari sudah mulai gelap , gedung besar miliknya sudah sepi . Tak ada karyawan yang berada di kantor miliknya . Sampai di dalam mobil ia menstater mobil miliknya .


"bismillahirahmanirrahim ." ucap Vaiz lalu menjalankan mobilnya .


Ia mengemudikan mobilnya perlahan , karna ingat pesan istrinya untuk tidak mengebut di jalan . Sesekali ia memijat tengkuknya karna terlalu lelah . Perjalanan tak membutuhkan waktu lama karna , jalanan seperti terlihat sangat bersahabat . Tak ada kemacetan seperti biasa hingga ia sampai rumah dengan cepat .


"Assalamuallaikum ." salam Vaiz .


"waalaikumsallam." sahut kedua wanita yang tengah menyiapkan meja makan .


"loh ibu disini? datang kapan bu?" tanya Vaiz sambil mencium tangan mertuanya .


"sudah dari pagi nak , ibu mau nginep sama putri ibu diminta untuk nginep disini boleh nak?" tanya Bu Nur lembut .


"tentu boleh bu, kenapa harus tidak boleh ." Vaiz tersenyum pada mertuanya .

__ADS_1


"ya udah , ayo sekarang makan." ajak Shasa yang sudah duduk di kursi . Bu Nur dan Vaiz pun mengangguk ikut duduk di tempat masing masing . Seperti biasa tak ada percakapan disaat makan , yang terdengar hanya dentingan suara sendok dan garpu yang bergesek dengan piring.


Setelah makan malam, Vaiz pamit untuk membersihkan diri .


"bu , Vaiz kedalam dulu mau bersih bersih." pamit Vaiz diangguki Bu Nur . Vaiz lalu berjalan kekamar , sedangkan bu Nur mengambil alih gendongan Ayu dan meminta Shasa untuk menyusul suaminya .


"susul suamimu . Sepulang kerja dia itu butuh kamu . Kamu malah diam ." omel Bu Nur .


"Ya Allah bu, iya ini mau nyusul ." ucap Shasa nyengir .


Shasa berjalan menuju kamar, ia melihat suaminya duduk di sofa sambil melepas sepatu dan kaos kaki miliknya . Shasa langsung berjalan kearah kamar mandi menyiapkan air untuk suaminya . Tangan kekar milik suaminya melingkar di bagian perutnya ,membuatnya sedikit terlonjak.


"sayang ,aku kaget . Kau ini ." gerutu Shasa .


"aku rindu ." bisik Vaiz .


Setelah keluar kamar mandi , Shasa berjalan menuju walk in closet untuk mencari pakaian santai milik suaminya . Dan meletakkan pada ujung ranjang . Ia duduk di sofa menunggu suaminya keluar kamar mandi.


Ia berselancar pada ponselnya yang sekarang sudah terabaikan . Ia membuka akun media sosialnya dan terus bermain apa akun tersebut hingga terdengar suara pintu kamar mandi . Setelah mengenakan baju, Vaiz berjalan kearah istrinya .


"aku sangat rindu ." bisik Vaiz pada telinga Shasa .


"mau aku pijitin?" tanya Shasa .


"tidak,aku hanya rindu ." Shasa menghela nafas mendengar ucapan suaminya .

__ADS_1


"rindunya masih butuh 2 minggu ." ucap Shasa sambil tertawa .


"aku tahu, aku akan bertahan ." ucap Vaiz .


"jika kau tidak sanggup?" tanya Shasa .


"aku akan cari lagi yang mampu membuatku senag ." ucap Vaiz yang hanya menghoda istrinya .


DEG


Namun mendengar ucapan suaminya seperti itu membuat hatinya perih . Senyumnya langsung memudar dan ia langsung berdiri . Saat kakinya akan melangkah , lengan miliknya ditarik oleh suaminya dan jatuh kedalam dekapan suaminya .


"aku hanya bercanda ." ucap Vaiz yang peka terhadap perubahan istrinya .


"tidak masalah jika benar ." cicit Shasa .


"aku hanya bercanda , mana mungkin aku seperti itu .Aku sudah terlalu mencintaimu ." ucap Vaiz mencium pucuk kepala istri ya .


"jika memang kau tidak bisa menahannya kau boleh .... " menjeda ucapannya .


"karna aku sadar selama melahirkan , aku belum bisa memberikan hak yang harus kau dapatkan ." ucap Shasa lirih .


"kau ini bicara apa? aku hanya bercanda tidak lebih . Kau begini juga karnaku , kau wanita hebat dimataku . Kau cinatku . Kau milikku begitu juga aku adalah milikmu . Jangan berfikir jika kau tidak bisa melayaniku lalu aku bisa bermain sesukaku di belakangmu . Itu bukan aku, bukan jiwaku ." jelas Vaiz yang memang hanya mencandai istrinya . Namun malah candaanya membuat istrinya tersinggung.


"tak ada kata selingkuh di antara kita . Hanya ada aku, Ayu putri kita ,dan kamu ." lanjut Vaiz . Shasa hanya tertunduk .

__ADS_1


"maaf ." cicit Shasa dan langsung di dekap oleh suaminya . Mereka saling memeluk erat , seperti berat untuk di lepas .


__ADS_2