
"tuan kita jadi tidak jalan jalannya?" tanya Shasa saat memasuki kamarnya .
"iya,bersiaplah sayang ."
Shasa berjalan ke walk in closet mencari baju miliknya . Ia menatap baju baju keasayangannya sesekali melirik baju baju milik suami . Ahhh sangatlah tidak singkron , betapa tidak baju Shasa terlihat lusuh dan biasa harganya saja hanya 100 ribuan untuk celana ,sementara kaosnya hanya yah mungkin 45-75 ribu tidak sebanding dengan suaminya yang bahkan ia tidak berani jika harus mencucinya ,takut rusak .
Shasa mengambil celana pensil jeans dengan motif sobek tembus di padukan dengan kaos lengan panjang dan sneakers miliknya . Ia menggerai rambutnya. Ahhh sungguh terlihat biasa saja .
"tuan ,saya sudah selesai ." ucap Shasa ragu .
"baiklah ,sebentar ." mengambil jaket mahalnya dan memakainya .
"ayooo sayang ." menggandeng tangan Shasa berjalan keluar kamar .
Sampai di dalam mobil Vaiz membuka pintu penumpang di samping kemudi . Lalu ia berjalan memutar kearah kemudi . Dan menyalan mobil kesayangannya keluar pelataran kediamannya .
Di perjalanan Shasa dan Vaiz hanya diam ,namun Vaiz sesekali melirik istrinya yang menurutnya tampil cantik meskipun dengan pakaian sederhana menampilkan kesan tomboy .
"tuan ." panggil Shasa ragu ragu .
"iya sayang ,mau apa?" tanya Vaiz lembut .
__ADS_1
"kita kemana?"
"ke mall ."
Shasa pun hanya manggut manggut . Sampai di mall Vaiz dan Shasa berjalan memasuki mall. Vaiz menggandeng tangan Shasa posesif seakan takut jika sang istri akan kabur darinya . Sementara Shasa terlihat menunduk .
"sayang angkat kepalamu , aku taku nanti kamu akan menabrak orang lain ." bisik Vaiz .
"ahhh maaf tuan ,saya cukup malu ." Langkah Vaiz terhenti .
"kau malu? malu kenapa?" tanya Vaiz .
"kita seperti majikan dan pelayan . Lihat tatapan orang orang melihatku dengan pakaian lusuh sementara kau pakaian mahal . Maka dari itu tuan jangan menggandengku seperti ini ." keluh Shasa .
Vaiz dan Shasa sudah keluar masuk menuju toko toko du dalam mall .Namun satu pun Shasa tidak memilih apa apa . Vaiz mulai bosan Ia pun memasuki satu tokk lagi .
"ini bagus untukmu ." tunjuk Vaiz . Shasa pun menghampiri dan melihat harga baju tersebut . Ia pun menggeleng .
"hey, sayang apa kau fikir suamimu ini tidak mampu membelikan beberapa baju untukmu . Kenapa kau melihat hargany?" ucap Vaiz menarik istrinya .
"Ambillah , kau belum membeli apa apa ."
__ADS_1
"tuan,aku tidak ingin baju ." ucap Shasa .
"lalu kau ingin apa?" tanya Vaiz .
"aku ingin duduk bersantai , aku lelah ." keluh Shasa .
Vaiz pun melihat jam pada pergelangan tangannya . Tak terasa sudah waktunya makan siang . Bahkan Ia sudah membeli 1 jaket untuknya namun istrinya sama sekali tak berminat untuk membelinya .
"baiklah ,kita keresto sana yuk." tunjuk Vaiz ke arah resto tersebut . Vaiz dan Shasa berjalan kearah resto .
"kau ingin makan dan minum apa sayang ." menunjukkan buku menu pada istrinya .
"Es jeruk dan Nasi goreng ." ucap Shasa .
Dahi Vaiz berkerut kala mendengar pesanan Shasa , bahkan masalah makanan saja ia pesan yang murah . Vaiz memesan Es jeruk dan spaghetti carbonara .
"kenapa pesennya cuma itu?" tanya Vaiz saat pelayan sudah pergi .
"aku ingin tuan ."
"baiklah baiklah ."
__ADS_1
Setelah berbincang lama ,pelayan tersebut datang dengan pesanan sepasang suami istri tersebut dan mulai menyantapnya .