Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 66


__ADS_3

Pagi hari yang cerah , sinar matahari memaksa masuk pada celah kamar milik Shasa . Mata yang tertutup kini mulai mengerjap karna terganggu oleh pancaran sinar matahari . Dengan malas ia menggeliat dan membuka mata .


"pagi ." gumamnya . Shasa menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang king size . Ia pun meraih ponsel,membuka layar ponsel miliknya . Terdapat 1 pesan dari suaminya .


sayang aku sudah sampai hotel . Aku akan langsung istirahat . jaga dirimu baik baik . i love you .


Shasa bangkit dari duduknya dan berjalan kearah kamar mandi . Dalam waktu 15 menit ia menyelesaikan mandinya lalu menuju walk in closet untuk berganti pakaian .


"pagi semuanya ." sapa Shasa pada para pelayannya .


"pagi nyonya ."


"masak apa mbak?"


"sup ayam buat mbak Shasa ."


"ohhj, buatin sambel kecap juga ya mbak sama punya kentang gak?"


"ada nyonya, mau saya buatkan apa?"


"perkedel mbak."


"baik nyonya ."


Shasa berjalan kearah sofa depan tv , ia pun memencet remot dan menampilkan serial 2 bocah kembar dan botak . Shasa menikmati tontonan tersebut .


"nyonya,sarapan sudah siap ." ucap Salah satu pelayan . Shasa mengangguk dan berjalan ke ruang makan .


"mbak, kasih tau pak Damar ya setelah ini minta antar aku ke mall aku mau nyari sesuatu . Tapi minta pak Damar untuk sarapan dulu ." pelayan tersebut mengangguk .

__ADS_1


Shasa menikmati sarapannya menghabiskan sop ayam yang dibuat oleh pelayannya . Selesai sarapan ia kembali ke kamarnya mengambil tas dan jaket . Lalu turun ke bawah menemui pak Damar .


"pak Damar udah sarapan?"


"sudah nyonya ."


"baiklah pak antar aku ke mall ." Shasa berlalu pergi masuk kedalam mobil .


Mobil pun melesat keluar gerbang . Di sepanjang perjalanan Shasa hanya memejamkan mata . Tak menikmati perjalanan .


Sampai pada parkiran mall , Shasa berjalan kedalam mall sendiri . Ia hanya berjalan kesana kemari tanpa minat membeli apapun . Saat asik berjalan tiba tiba tubuhnya tertabrak seseorang .


Brukkk


"ahhh, maaf aku tidak melihat ." ucap Shasa menoleh pada orang yang ditabraknya .


"ya aku . Aku Julie . kau terkejut?"


"untuk apa aku terkejut . Apa kau seistimewa itu hingga membuatku terkejut?" tanya Shasa .


"ya , karna aku adalah bahaya untukmu ." bisik Julie .


"apa maksudmu?" ucap Shasa dengan mata berapi api .


"kau tidak paham . Jika kau dan calon anakmu ini baik baik saja maka pergi jauhi Vaiz ." bisik Julie .


"apa kau mengancamku tante Julie?" bisik Shasa dengan mata tajamnya .


"sedikit tapi lebih berhati hatilah denganku . Jaga calon anakmu itu ." Julie tersenyum licik dan berlalu pergi .

__ADS_1


"sial ." ucap Shasa lemah .


Moodnya jelek setelah bertemu dengan Julie dengan tidak sengaja . Alhasil ia pun kembali ke mobil dan mengajak Pak Damar untuk kembali .


Sampai di rumah , Shasa mengurung diri didalam kamar . Ia lelah, sangat lelah ancaman Julie membuatnya down . Shasa menarik laci nakasnya dan meraih ponsel miliknya lalu menghidupkan ponsel miliknya .


Ia pun menggeser geser layar ponsel dan berakhir pada aplikasi yt miliknya . 2jam Shasa menonton film pada aplikasi tersebut . Saat akan berganti film lainnya, panggilan masuk dari nomer tak dikenalnya tertera pada layar ponsel miliknya . Dengan malas ia pun mematikan berkali kali namun nomer tersebut tetap menghubunginya dengan malas ia mengangkat telpon tersebut .


"nomor yang anda tuju sedang menonoton yt , mohon jangan diganggu." ucap Shasa dengan malas .


"sayang." panggil si penelepon tersebut .


"ha?"


"sayang, aku menelpon mu tapi selau kau matikan?" proted Vaiz .


"ahhh sayang, aku tidak tahu jika itu kau maafkan aku ." ucap Shasa sambil menggigit bibir bawahnya .


"ahhh tidak apa, kau sedang apa sayang ?apa kau rindu pada suamimu yang tampan ini ." ucap Vaiz mencairkan suasana .


"ahhh tingkat ke PD an mu itu sudah diatas rata rata ternyata ."


"ahahahahah baiklah sebentar lagi aku akan bekerja , kaga dirimu baik baik ."


"oke ."


"tidak ingin memberiku kiss sayang ." Vaiz membuat pipi Shasa memerah . Untung saja hanya panggilan biasa ia masih bisa menutupi malunya .


"ahhh tidak , baiklah kalau begitu aku matikan ." tanpa persetujuan dari suaminya Shasa mematikan sambungan telponnya dan kembali menonton Film yang akan ia tonton .

__ADS_1


__ADS_2