Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 177


__ADS_3

tok.. tokk.. tokk..


"masuk." ucap Vaiz saat mendengar pintu ruangan istrinya di ketuk.


Ira dan Rian begitu juga Sita bersama Arka. Ia berjalan mendekati ranjang rumah sakit. Menatap Shasa yang tengah betah memejamkan mata. Pandangannya beralih kearah Vaiz yang tengah duduk menatap Shasa dan menggengam tangan istrinya.


"kak." panggil Sita pada Vaiz.


"dia tidak bangun, dia mengabaikan aku dan putriku. Kalian sahabatnya bukan? aku minta bangunkan dia aku takut jika dia lelah berbaring." gumam Vaiz.


"lo harus kuat Iz, bukan lo aja yang sedih tapi kita. Jangan rapuh Iz, istri lo pasti gak mau lo kayak gini istri lo bakal marah jika lo seberantakan ini ." ujar Arka.


"lo gak ngrasain jadi gue Ka, melihat orang yang kita cintai terbaring lemah di ranjang rumah sakit dan koma." Mereka pun terdiam mendengar keluhan Vaiz.


"Sa,lo gak pingin bangun . Kita sudah pulang mau ngajakin lo main bareng. Lo katanya kangen kumpul bareng kita kok lo malah betah tidur. Sa gue pengen curhat ke elo,pengen ngasih tau juga ke elo Sa. Bangun dong.Ayooo kita ngrumpi bareng ghibahin orang yang gak kita kenal. Bangun Sa,kasihan anak lo nunggu lo pulang." ucap Sita panjang lebar.


Tanpa sadar Ira mengeluarkan air mata yang sedari tadi di tahannya. Ia memeluk erat suaminya dan menangis sesenggukan.

__ADS_1


"yah, dia gak mau bangun." ucap Ira dengan tangisnya.


"bunda, berdoa dan minta sama Tuhan untuk kesembuhan Shasa."


"aku gak kuat lihat Shasa kayak gini." mendengar keluhan dari Ira membuat Sita ikut meneteskan air mata yang sedari tadi di tahannya.


"Sa,bangun semua butuh lo Sa. Liat suami lo sa kacau tanpa lo. Anak lo nangis terus nyariin ibunya,orang tua lo nunggu kabar baik dari lo. Kita nunggu lo sadar. Tapi lo malah keenakkan tidur, bangun Sa. Lo gak boleh lemah , gue kenal lo itu kuat kenapa sekarang lo lemah." cecar Sita.


"sayang sudah." ucap Arka .


"kak dia merespon, Shasa menangis." ucap Ira antusias.


Vaiz pun memanggil dokter,terlihat wajah bahagia di antara wajah lelahnya. Dokter memeriksa Shasa .


"aku harap tuan terus mengajaknya bicara agar tubuh nyonya kembali merespon." ucap dokter Ardi di angguki Vaiz.


"baiklah tuan saya permisi ."

__ADS_1


Sudah hampir 1 jam mereka semua berkunjung, dirasa sudah lama mereka berempat pamit untuk pulang kerumah.


"terima kasih sudah mau menjenguk istriku." jelas Vaiz.


"lo harus kuat Iz." ucap Arka menepuk pundak temannya.


"kak,jagain temenku ya." pinta Sita diangguki Vaiz.


"berdoa terus ya." ucap Ira.


"gue pamit ya,lo harus kuat." jelas Rian.


Setelah kepergian para sahabat,Vaiz kembali merenung menatap sang istri,sesekali ia membisikan ketelinga istrinya dengan Ayat suci Al-qur'an.


"cepat bangun sayang,aku merindukanmu." bisik Vaiz perlahan.


Vaiz kembali meletakkan kepalanya pada sisi ranjang rumah sakit.Perlahan matanya terpejam kareana lelahnya menunggu istrinya. Perlahan mata tersebut tertutup dan terdengar bunyi dengkuran halus sang suaminya. Akan tetapi tanpa Vaiz sadari,Shasa menggerakan jemarinya perlahan lahan . Namun masih tetap nyaman dengan memejamkan mata.

__ADS_1


__ADS_2