Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 17


__ADS_3

Halo pembaca yang budiman , author hanya minta dukungannya dari ke ikhlasan kalian buat nge vote,like dan komentar , karna vote,like dan komen kalian membuat author menjadi semangat dan semangat lagi untuk mengarang cerita .. :)


...----------------...


"baiklah sayang , habiskan makanmu aku akan metting dan tunggu disini . Jangan kemana mana ." ucap Vaiz .


Vaiz berjalan keluar ruangan menuju ruang metting . Sementara Shasa masih menghabiskan makannya . Shasa lebih cepat melahap makanan yang disediakan untuk sarapannya . Selesai sarapan ia bergegas meraih tasnya dan berjalan mengendap endap .


Beruntungnya Sekertaris cantik yang tadinya duduk di meja miliknya yang berada di depan ruangan Vaiz tidak tetlihat . Shasa pun membuka pintu keluar rungan tanpa aba aba langsung berlari keluar ke lantai dasar .


huh, untung sekertaris itu gak ada jadi bisa keluar gampang , lagian tu orang ngapain juga ngajak aku ke ke kantornya gak guna banget mending kerja . batin Shasa .


Kini Shasa berjalan santai menyusuri jalanan aspal yang ramai lalu lalang kendaran. Namun langkahnya terhenti saat mendengar bunyi ponsel miliknya . Shasa meraih ponsel yang berada di saku kemejanya dan melihat layar ponsel yang tertera nama Mbak Sari .


halo mbak . (Shasa)


Sha, lo berhenti kerja? kok gak pamit kita sih . (mbak Sari)

__ADS_1


mbak siapa yang bilang? (Shasa)


Siapa lagi kalau bukan manager cafe, katanya kemarin suami lo dateng ngomong kalau lo berhenti kerja , terus lo kapan nikah kok gak undang undang kita? (mbak Sari)


panjang mbak critanya ,lain kali aku ceritain dan maaf kalau aku gak pamitan dulu sama kalian masih belum bisa kesana. (Shasa)


iyha,selamat atas pernikahan lo,semoga langgeng bahagia . (mbak Sari )


Telepon tersebut pun di tutup sepihak oleh mbak Sari . Mendengar cecaran mbak Sari ,Shasa hanya menghela napas . Ia tak menyangka laki laki yang memaksa untuk menikahinya ternyata tidak menepati janji untuk tidak ikut campur dalam hal apapun .


Shasa pun melanjutkan jalannya , sekarang ia tidak tahu harus kemana niatnya akan masuk bekerja namun di urungkan karna manager dan semua pagawai cafe tahunya kalau ia berhenti bekerja .


Sementara di kantor Taban Group , Vaiz keluar dari ruang metting bergegas berjalan menuju ruangan miliknya . Ia membuka pintu dan di kejutkan oleh istrinya yang tidak ada di tempat . Hanya bekas sarapan Shasa yang masih berada di atas meja .


Ia pun meminta assisten pribadinya , untuk mengecek CCTV . Saat mengetahui Shasa yang pergi tanpa ijin darinya . Ia pun meraih ponsel dan menghubungi ponsel istrinya .


"*halo, siapa?" ucap Shasa di sebrang .

__ADS_1


"vaiz suami mu, dimana kau sekarang ." tanya Vaiz sedikit tenang .


"oh tuan , darimana anda tau nomer ponsel saya?" tanya Shasa terdengar ketus .


"tidak penting ,dimana kamu sekarang . Aku akan menyusulmu . Atau pulang ke rumah sekarang kita bertemu di rumah ." ucap Vaiz .


"tapi ..."


tut tut tut* . . .


Sambungan terputus saat Shasa akan berbicara .


Dasar, merintah seenak jidatnya saja . Lebih baik aku menurut saja , aku malas jika harus berurusan dengannya . batin Shasa .


Shasa pun berjalan ke pangkalan ojek dan meminta tukang ojek mengantar ke kediaman Suaminya .


20 menit perjalanan , Ia sampai ke kediaman suaminya . Setelah membayar ongkos ojek Shasa berjalan menuju rumah suaminya . Dengan langkah gontai ia masuk ke dalam rumah ,saat pelayan menyapa Shasa hanya tersenyum dan mengangguk .Ia duduk di ruang tv menunggu Vaiz , suaminya .

__ADS_1


__ADS_2