Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 126


__ADS_3

Kini Zidan duduk sambil menegak minuman yang ada di tangannya . Ia duduk sambil menyunggingkan senyumannya .


"Keisha, Keishaaaa ." teriak Zidan sambil menendang meja yang ada di depannya .


"tuan ." ucap Sekretaris Kio yang sedari tadi menunggu di luar kamar milik Zidan .


"apa yang tuan lakukan?" tanya Sekretaris Kio dengan sedikit geram melihat ulah tuannya.


"Kio , kau harus mendapatkan Keisha . Aku mau wanita pujaanku itu berada di pelukanku ."


"sadarlah tuan , nyonya Keisha milik tuan Taban . Tuan tidak bisa seenaknya merebutnya . Tuan Taban sangat berpengaruh .Lupakan tuan dia bukan milikmu ."


"tidak , sekali tidak aku bilang tidak .Kau harus tahu siapapun yang sudah membuat hatiku terpikat dialah yang harus ku dapatkan . Bagaimana pun caranya ." teriak Zidan dalam kemarahan .


Sekretaris Kio hanya menghela nafas ,


"ya Tuhan , kenapa istri orang selalu lebih istimewa ." gerutu Sekretaris Kio sambil memijat pelipisnya .


"lebih baik tuan istirahat , jangan terlalu banyak minum ingat kesehatan tuan ."


"aku memerintahmu untuk mendapatkan Keisha si wanita pujaanku bukan untuk menuturiku." ucap Zidan dengan tatapan nyalang .

__ADS_1


"pergilah kau sangat tidak berguna saat ini ." perintah Zidan .


"tapi tuan ..."


"pergilah ." bentak Zidan . Karna tak ingin bermasalah dengan tuannya, sekretaris Kio pun pergi dari kamar Zidan . Sesekali ia menghela nafas karna tuannya yang keras kepala .


"apapun yang terjadi aku harus mendapatkanmu . Aku tidak perduli dengan suamimu itu ." gerutu Zidan dengan senyuman . Ia kembali menatap kedepan dengan pandangan yang kosong .



Visual Zidan Bagaskara Pemilik Zhi Hotel dan beberapa perusahaan .


Sekrtaris Dino datang kerumah sakit untuk mengantar pakaian dan sarapan untuk tuannya . Ia perlahan lahan berjalan menuju kamar rawat milik istri tuannya .


"permisi tuan , saya mengantar pakaian dan sarapan untuk tuan." ucap Sekretaris Dino .


"ah ya , duduklah . Aku ingin bicara denganmu ." Vaiz meraih paperbag berwarna coklat ia lalu berjalan menuju kamar mandi .


Tak membutuhkan waktu lama , Vaiz keluar dengan pakaian bersih . Ia mendaratkan bokongnya dinsamping Dino .


"kau sudah sarapan?" tanya Vaiz mebgambil sarapan untuk nya .

__ADS_1


"sudah tuan , maaf jika saya mengantarnya terlambat ."


"tidak masalah ," Vaiz mengunyah makannya sesekali menatap istrinya yang masih tidur dengan tenang .


"tolong awasi setiap gerak Zidan dan hukum dia karna ulahnya istriku hampir mengalami bahaya ."


"maksud tuan?" tanya Sekretaris Dino .


"kau ingat bukan jika persalinan istriku masih beberapa hari lagi ,".


" iya tuan saya ingat ."


"kau tahu kenapa istriku mengalami kontraksi hebat? semua karna ulah Zidan . Dia datang kerumahku dengan tiba tiba dia mengganggu istriku dan memeluknya . Istriku yang tidak terima berteriak mengusirnya tiba tiba saja perutnya sakit ."


"apa tuan Zidan menyukai nyonya ?" tanya sekretaris Dino .


"aku rasa begitu,karna tadi dia datang dan memeluk istriku . Ia membuat istriku syok . Saat aku menghajarnya Zidan berkata jika ia meminta untuk aku memberikan istriku untuknya . Istriku bukan barang yang bisa ku berikan kepada siapapun ,aku mencintainya lebih dari nyawaku sendiri . Saat aku melihatnya ketakuan karna ulah Zidan disaat itu hatiku sakit . Ia sangat ketakutan hingga aku tidak boleh beranjak dari kursi itu ." Vaiz menatap nanar istrinya .


"lalu apa yang akan tuan lakukan ."


"aku ingin kau perketaan penjagaan rumahku terutama untuk istri dan anakku . Aku takut saat aku ke kantor ia akan kembali lagi dan mengganggu istriku. Jika ia terus menerus mengganggu maka kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan hancurkan dia sehancur hancurnya ." ucap Vaiz .

__ADS_1


"baik tuan akan saya lakukan perintah tuan." Vaiz mengangguk .


"kau boleh kembali ." Sekretaris Dino mengangguk dan undur diri . Sedangkan Vaiz menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas kasar .


__ADS_2