Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 190


__ADS_3

Vaiz kini tengah menikmati sarapannya sendiri, istrinys sedari tadi berada di kamar karena putrinya sudah bangun dari tidurnya. Selesai sarapan Vaiz menemui istrinya.


"sayang." panggil Vaiz.


"iya ada apa?" tanya Shasa sedang memakaikan baju putrinya .


"aku mau menemui tuan Smith, apa kau mau ikut? setelah itu kita bisa langsung jalan jalan kau ingin kemana?" tanya Vaiz.


"jalan jalan kemana?" tanya Shasa .


"ya kemana gitu, kerumah bapak atau kemana gitu?"


"ibu sama bapak lagi ada urusan di Jawa." jelas Shasa.


"kenapa?"


"adik dari ibu sakit , beliau meminta ibu dan bapak menemuinya."


"dan kau tidak ikut?"


"tidak, aku tidak ingin menemuinya."


"kenapa?"


"menurutku dia orang yang tidak punya akal, disaat dulu keluargaku kesulitan dia malah menambah beban dengan mengusir kami dari rumah kami, aku tahu jika itu rumah peninggalan orang tua ibu, tapi setidaknya dia punya belas kasihan pada kami, tapi tidak dia malah mengusir dan menjual tanah beserta ruamhnya. Di saat itu aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan pernah menemuinya." jelas Shasa pada suaminya.


"hey, sudah jangan di fikirkan. Hubungi ibu jika membutuhkan sesuatu aku akan membantunya."


"iyha, terimakasih kau sudah banyak membantu keluargaku." ucap Shasa.


"ini sudah tugasku membahagiakanmu dan keluargaku."


"uwwhhh, sayang boleh peluk?"


"sini." Vaiz merentangkan tangannya. Shasa langsung meraih putrinya dan menuju pada suaminya. Mereka pun berpelukan sedangkan sang putri cantik tersebut menatap kedua orang tuanya.


"sudah ayo siap siap kita berangkat." Shasa mengangguk dan bangun dari duduknya untuk bersiap pergi.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Saat ini Vaiz,istri dan putrinya berada di dalam mobil. Saat sampai di depan Lapas Shasa enggan turun dari mobil.


"nggak mau turun?" tanya Vaiz.


"aku disini saja ya,, kamu kedalam sendiri gak papa kan?"


"oke, aku akan cepat kembali." Vaiz mencium kening istrinya lalu beralih mencium kening putrinya.


Viaz pun meningglkan mobil tersebut dan masuk kedalam lapas untuk menemui Tuan Smith. Sedangkan Shasa bermain bersama putrinya di dalam mobil.


Sudah setengah jam Shasa menunggu dan baru terlihat suaminya keluar dari tempat di kurungnya tuan Smith. Vaiz berjalan setengah berlari menuju mobil dan masuk kedalam mobil.


"lama ya nunggu nya?" tanya Vaiz ada istrinya.


"enggak kok, sehat kan daddy nya Jessie sayang?" tanya Shasa.


"Alhamdulillah, o iya kamu dapat salam dari beliau dan beliau minta maaf sedalam dalamnya atas perbuatan yang tidak terpujinya terhadapmu." jelas Vaiz.


"Waaliakumsallam, salam balik untuknya. Sayang kau tahu bukan aku sudah memaafkannya begitu juga dengan anak istrinya. Jadi aku akan melupakan kejahatan mereka dengan membuka lebaran baru dengan kalian yang aku cinta." jelas Shasa antusias. Mendengar ucapan istrinya Vaiz hanya mengangguk tersenyum.


Vaiz mulai melajukan mobil kesayangannya menuju tempat yang dia janjikan. Ia ingin memajanjakan istrinya dengan menuruti apa yang akan istrinya inginkan.


Sampai di area parkir gedung tinggi tersebut, Shasa mengerutkan alisnya.


"sayang ini kan mall." tanya Shasa pada suaminya.


"iya, aku akan memberimu kebebasan berbelanja sepuasnya, jadi lakukan dengan senang hati. Sementara Baby Ayu biarkan bersama ayahnya."


"kenapa di mall? aku fikir kita kemana gitu."


"bukankah wanita suka berbelanja? maka dari itu aku mengajakmu kesini agar kau berbelanja sepuas hatimu."


"tapi aku beda, aku tidak ingin ke mall."


"lalu? apa yang kau inginkan jika tidak ke mall?"

__ADS_1


"aku ingin sesuatu, tapi aku takut jika memberatkanmu karena ini akan menghabiskan uangmu."


"hey istriku, jangan pernah kau mergukanku. Kau lupa siapa sebenarnya suamimu?" ucap Vaiz menyombongkan diri.


"ishhh mulai deh." gerutu Shasa.


"oke oke, apa yang kau inginkan?"


"aku ingin.....mmm.." Shasa sangat bimbang


"katakan saja, kau ingin apa?"


"aku ingin kau membangunkan hotel dan kost kostan untukku." ucap Shasa lirih membuat Vaiz melongo.


"apa kau yakin?" tanya Vaiz heran, menurutnya wanita biasanya akan minta tas branded, cicin mahal dan lain lain. Sementara Shasa hanya meminta hotel dan kost kost an untuknya."


"aku yakin, karena itu cita cita ku dari dulu sayang menjadi ibu kost disini." jelas Shasa.


"kenapa harus kost kost an?"


"yaa karena aku hanya butuh mengelola tanpa modal, mungkin jika sudah terbangun aku hanya memperbaikinya. Kau tidak mahir berjualan dan jika bekerja aku tahu kau pasti akan melarangku." jelas Shasa.


"apa kau yakin minta itu? apa kau mampu untuk mengelolanya?"


"yahh mungkin aku tidak mampu tapi aku juga butuh bimbinganmu."


"kau tak perlu berusaha, kau cukup di rumah dan menjaga anak kita saja kau akan mendapat uang nafkah dariku."


"aku tahu, aku tak mungkin kekurangan bersamamu. Tapi dari dulu aku ingin memiliki hotel untukku sendiri dan kost kost an,"


"baiklah jika itu maumu, aku akan mengabulkannya. Asal kau tidak pernah mengabaikan aku dan putri kita."


"aku janji itu tidak akan terjadi. Dan terima kasih selama ini kau selalu menuruti apa yang aku inginkan."


"itu sudah menjadi kewajibanku untuk membahagiakan kedua orang yang kucinta." Shasa tersenyum mendengar ucapan suaminya. Disaat bersama suaminya ia akan merasa terbang melayang karena suaminya selalu membuatnya merasa selalu di cintai.


"I love you." ucap Shasa lirih menatap suaminya.

__ADS_1


"I love you more." balas Vaiz.


Dan mereka pun mengurungkan niatnya untuk berbelanja, Shasa lebih memilih untuk menjajaki makanan yang ada di dalam mall tersebut .


__ADS_2