
Malam hari saat makan malam Shasa tidak ingin makan satu meja, seperti biasa dia lebih memilih makan di dapur ketimbang bersama suaminya . Mungkin dengan sedikit menjauhi suaminya, membuat suaminya lebih peka dengan perasaannya . Meskipun cinta dan percaya bukan berarti dia hurus apalagi dengan Julie , wanita licik yang bermuka dua. Ia kesal dengan suaminya yang terlalu berbaik hati pada Julie sehingga kebaikan hati suaminya disalah gunakan untuk mendekati suaminya .
Kini Shasa dan Vaiz sudah berada di kamar , Shasa memilih tidur disofa empuk yang berada di kamar . Sedangkan Vaiz ia terlihat frustasi karna tidak dapat membujuk istrinya yang sedari tadi siang mendiamkannya . Tambah lagi sekarang istrinya memakai baju sexy yang ia minta setiap malam untuk mengenakannya .
"sayang." ucap Vaiz sudah berkali kali memanggil istrinya namun tidak ada respon , dengan tekad pasrah jika istrinya lebih marah daripada ia diam lebih baik ia berusaha agar mendapatkan hati istrinya . Ia pun berjalan mendekatai istrinya yang memeiringkan tubuhnya menghadap sandaran sofa .
"sayang maafkan aku ." sesal Vaiz ikut berbaring di sofa yang sempit menghadap kearah istrinya dan memeluk istrinya .
"apa tempat tidurmu bermasalah hingga kau memaksa tidur disampingku,?" gerutu Shasa .
"iyha , bermasalah tidak ada kamu yang selalu menemani tidurku ." ucap Vaiz mengeluh .
"minta Julie untuk menemani ." ucapnya ketus . Vaiz pun lebih mengeratkan pelukannya .
"tidak, aku sudah menghentikan kerjasama kita . Aku benar benar menjauhinya ." keluh Vaiz .
"apa aku harus percaya?" ucap Shasa tetap tak berbalik arah .
__ADS_1
"kau harus percaya ."
"tuan tuan , kau memintakua untuk mencintaimu tapi kau malah menghancurkannya, kau memintaku untuk percaya kepadamu tapi kau merusaknya dan seakarang disaat aku sudah bosan untuk mencintaimu dan mempercayaimu kau malah memintaku kembali mencintai dan percaya padamu ." keluh Shasa .
"jangan pernah bosan , aku akan berubah . Aku tidak ada hubungan apa apa . Aku hanya milikmu ."
"baiklah ."
"aku selalu memaafkanmu karna aku memang orang baik ."
"maka jangan panggil aku tuan meskipun disaat kamu marah tetaplah memanggilku seperti biasa ."
"baiklah,kita sudah berdamai maka kembalilah keranjangmu sayang ." ucap Vaiz .
"aku memaafkanmu tapi aku masih belum bisa berdamai . Jadi maaf aku masih tidak ingin dekat denganmu . Pergilah kembali keranjang milikmu ." Shasa mengusir suaminya dengan halus . Dengan kecewa Vaiz kembali ke ranjang miliknya menatap punggung istrinya yang masih betah memunggunginya .
Pagi hari , Shasa terbangun lebih dulu . Seperti hari biasanya ia akan membangunkan suaminya,menyiapkan air untuk suaminya,baju kantor,sepatu,dasi namun hari ini ia tidak menyiapkan semuanya . Setelah mandi pagi Shasa berlalu pergi keluar kamar . Tanpa memperdulikan suaminya .
__ADS_1
"mau masak apa mbak?" tanya Shasa yang kini menunggui para pelayan berkutat di dapur .
"kayaknya mau masak nasi goreng, telur dadar sama acar nyonya."
"gak usah deh mbak, buat tuan kalian buat menu yang sebelum menikah aja ." ucap Shaaa .
"kalau aku, biar nanti aku masak sendiri ."
"baik nyonya ."
Shasa hanya terdiam.memandangi para pelayannya memasak . Kadang pelayannya bercerita tentang kampung halamannya . Membuat Shasa betah berlama lama di dapur.
"buk Nin, aku mau bicara sama ibu bisa ada waktu sebentar?" tanya Shasa, Nin terkejut dengan panggilan yang Shasa berikan biasanya Shasa memanggilnya dengan kata Bi ,tapi hari ini ia memanggil dengan kata Ibu .
"boleh aku memanggilmu dengan sebutan Ibu Nin, jika keberatan tidak apa?".
" tidak apa nyonya , saya malah senang ."
__ADS_1
"baiklah , dan aku akan memanggil kalian mbak Cristin dan mbak Hilma . Dan maafkan sikapkua yang dulu ya . Semoga disini kita bisa menjadi saudara ya Bu , mbak?" para pelayan pun mengangguk dengan senyuman lebar . Walau diawal mereka sangat sebal dengan nyonya nya namun kini ia bersyukur karna di balik sifat angkuhnya Nyonya nya tersimpan sifat baik dan tulus . Saat berpelukan Bu Nin melihat tuannya menatap mereka bertiga . Vaiz mengkode bu Nin agar diam dan tidak memberitahu istrinya jika dia sedang melihat dari kejauhan . Vaiz pun mengangguk tersenyum lalu kembali ke kamar .