Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 80


__ADS_3

Shasa duduk diam di depan cermin , wajah manisnya di poles make up oleh seorang MUA yang handal suruhan Vaiz . Gaun untuk Shasa pun sudah tersedia , awalnya Shasa meminta ijin untuk membelinya sendiri , namun karna Vaiz khawatir ia tak mengijinkannya . Shasa selalu dilarang pergi jika tanpa Vaiz . Meskipun denga Pak Damar, tapi Vaiz tidak akan mengijinkannya .


"sudah dua kali aku memake over mu nyonya dulu kau sebelum hamil terlihat cantik . Tapi sekarang kau lebih canti lagi saat hamil . Nyonya pasti tuan akan terpaku lama melihat kecantikanmu ." ucap seorang MUA yang sangat antusias .


"gombal kamu . Orang aku nya tetep aja gak ada perubahan sama sekali ." ucap Shasa .


"nyonya percaya deh ."


"oke oke baiklah , hmmmm aku ganti baju dulu ." Shasa berdiri dan meraih gaun yang di pilih suaminya . Tampilan Shasa terlihat lebih menawan . Shasa kembali duduk .


"hmmmm, bolek nggak minta tolong buat masangin sepatuku ."


"boleh nyonya ." ucap seorang MUA tersebut lalu membantu Shasa .


"makasih ya ." ucap Shasa tersenyum lalu dianggukj seroang MUA .


"Sayang," suara khas milik Vaiz membuat Shasa dan MUA tersebut menoleh kearah Vaiz . Ia lalu undur diri meninggalkan Shasa dengan Vaiz . Shasa hanya mengangguk sementara Vaiz yang tidak ngeh terus menatap istrinya yang sangat cantik .


"apa yang kau lihat, jangan menatap ku seperti itu aku risih ." ucap Shasa ketus .


"ish kau ink sudah cantik tapi masih saja ketus ." gerutu Vaiz . Shasa tertawa lebar .

__ADS_1


"sudah siap, ayo kita berangkat."meraih tangan istrinya dan menggandeng dengan pelan .


Vaiz membuka pintu mobil untuk istrinya lalu menutupnya kembali saat istrinya sudah masuk kedalam mobil . Lalu ia memutari mobil dan meraih gagang pintu mobil dan membukanya . Ia duduk di bagian kemudi dan kembali menutupnya . Vaiz langsung menghidupkan mesin mobilnya dan berjalan meninggalkan rumah besarnya .


Sampai di pelataran kediaman temannya, Vaiz turun lalu membuka pintu untuk istrinya dan menutup kembali . Shasa meraih lengan Vazi dan melingkarkan tangannya pada lengan Vaiz .


"sayang, aku gugup ." bisik Shasa .


"tenang sayang , jangan gugup tarik nafas . Kau hanya menghadiri pesta bukan akan berperang ." ucap Vaiz yang mendapat cubitan di pinggangnya .


"auuuw sakit sayang ." ringis Vaiz .


"kau menyebalkan." gerutu Shasa membuat Vaiz tersenyum


"terimakasih Ken, selamat ulang tahun pernikahanmu .Dimana istrimu?" tanya Vaiz .


"dia ada disana ." tunjuk Ken teman Vaiz .


"ahhh , biarkan saja ."


"Vaiz siapa wanita ini? cantik ." tanya Ken menatap Shasa .

__ADS_1


"dia istriku , jangan terlalu lama menatapnya ." ucap Vaiz sinis .


"sory sory, perkenlkan nyonya aku Ken teman Vaiz sekaligus rekan kerjanya ." ucap Ken memperkenalkan.


"Shasa ." ucap Shasa tersenyum .


"ajak istrimu kedalam . Aku aka menyusulmu ." Vaiz mengangguk lalu menggandeng Shasa memasuki acara pesta tersebut . Vaiz meminta Shasa duduk di pesta . Sedangkan para tamu memandang kearah Vaiz dan Shasa .


"sayang , kenapa mereka menatap kita?" tanya Shasa .


"biarkan saja , dia tidak akan mengganggumu ." jelas Vaiz diangguki Shasa .


"Vaiz ayo ikut aku sebentar aku akan mengenalkanmu denagn teman bisnisku ." Vaiz mengangguk .


"sayang tunggu disini . Aku tidak lama ." ucap Vaiz lalu Shasa mengangguk . Setelah kepergian Vaiz , Shasa lebih memilih berkutat pada ponselnya . Saat asik berbalas pesan pada kedua sahabatnya . Shasa mendengan suara perempuan menyapanya .


"hai , istrinya Vaiz ya?" tanya perempuan tersebut yang membuat Shasa menoleh .


"iya , aku Shasa istri mas Vaiz ." jelas Shasa .


"aku Listy istri Ken ." wanita itu memperkenalkan diri .

__ADS_1


"ahhh , selamat untuk ulang tahun pernikahan kalian semoga selalu mendapat keberkahan ." ucap Shasa .


"terima kasih ." diangguki Shasa . Saat Listy akan membuka suara , datang sosok wanita cantik yang membuat Shasa menatapnya tak berkedip . Ia sangat terkejut menatap wanita yang ada di depanya .


__ADS_2