
Shasa duduk diam di depan cermin , wajah manisnya di poles make up oleh seorang MUA yang handal suruhan Vaiz . Gaun untuk Shasa pun sudah tersedia , awalnya Shasa meminta ijin untuk membelinya sendiri , namun karna Vaiz khawatir ia tak mengijinkannya . Shasa selalu dilarang pergi jika tanpa Vaiz . Meskipun denga Pak Damar, tapi Vaiz tidak akan mengijinkannya .
"sudah dua kali aku memake over mu nyonya dulu kau sebelum hamil terlihat cantik . Tapi sekarang kau lebih canti lagi saat hamil . Nyonya pasti tuan akan terpaku lama melihat kecantikanmu ." ucap seorang MUA yang sangat antusias .
"gombal kamu . Orang aku nya tetep aja gak ada perubahan sama sekali ." ucap Shasa .
"nyonya percaya deh ."
"oke oke baiklah , hmmmm aku ganti baju dulu ." Shasa berdiri dan meraih gaun yang di pilih suaminya . Tampilan Shasa terlihat lebih menawan . Shasa kembali duduk .
"hmmmm, bolek nggak minta tolong buat masangin sepatuku ."
"boleh nyonya ." ucap seorang MUA tersebut lalu membantu Shasa .
"makasih ya ." ucap Shasa tersenyum lalu dianggukj seroang MUA .
"Sayang," suara khas milik Vaiz membuat Shasa dan MUA tersebut menoleh kearah Vaiz . Ia lalu undur diri meninggalkan Shasa dengan Vaiz . Shasa hanya mengangguk sementara Vaiz yang tidak ngeh terus menatap istrinya yang sangat cantik .
"apa yang kau lihat, jangan menatap ku seperti itu aku risih ." ucap Shasa ketus .
"ish kau ink sudah cantik tapi masih saja ketus ." gerutu Vaiz . Shasa tertawa lebar .
__ADS_1
"sudah siap, ayo kita berangkat."meraih tangan istrinya dan menggandeng dengan pelan .
Vaiz membuka pintu mobil untuk istrinya lalu menutupnya kembali saat istrinya sudah masuk kedalam mobil . Lalu ia memutari mobil dan meraih gagang pintu mobil dan membukanya . Ia duduk di bagian kemudi dan kembali menutupnya . Vaiz langsung menghidupkan mesin mobilnya dan berjalan meninggalkan rumah besarnya .
Sampai di pelataran kediaman temannya, Vaiz turun lalu membuka pintu untuk istrinya dan menutup kembali . Shasa meraih lengan Vazi dan melingkarkan tangannya pada lengan Vaiz .
"sayang, aku gugup ." bisik Shasa .
"tenang sayang , jangan gugup tarik nafas . Kau hanya menghadiri pesta bukan akan berperang ." ucap Vaiz yang mendapat cubitan di pinggangnya .
"auuuw sakit sayang ." ringis Vaiz .
"kau menyebalkan." gerutu Shasa membuat Vaiz tersenyum
"terimakasih Ken, selamat ulang tahun pernikahanmu .Dimana istrimu?" tanya Vaiz .
"dia ada disana ." tunjuk Ken teman Vaiz .
"ahhh , biarkan saja ."
"Vaiz siapa wanita ini? cantik ." tanya Ken menatap Shasa .
__ADS_1
"dia istriku , jangan terlalu lama menatapnya ." ucap Vaiz sinis .
"sory sory, perkenlkan nyonya aku Ken teman Vaiz sekaligus rekan kerjanya ." ucap Ken memperkenalkan.
"Shasa ." ucap Shasa tersenyum .
"ajak istrimu kedalam . Aku aka menyusulmu ." Vaiz mengangguk lalu menggandeng Shasa memasuki acara pesta tersebut . Vaiz meminta Shasa duduk di pesta . Sedangkan para tamu memandang kearah Vaiz dan Shasa .
"sayang , kenapa mereka menatap kita?" tanya Shasa .
"biarkan saja , dia tidak akan mengganggumu ." jelas Vaiz diangguki Shasa .
"Vaiz ayo ikut aku sebentar aku akan mengenalkanmu denagn teman bisnisku ." Vaiz mengangguk .
"sayang tunggu disini . Aku tidak lama ." ucap Vaiz lalu Shasa mengangguk . Setelah kepergian Vaiz , Shasa lebih memilih berkutat pada ponselnya . Saat asik berbalas pesan pada kedua sahabatnya . Shasa mendengan suara perempuan menyapanya .
"hai , istrinya Vaiz ya?" tanya perempuan tersebut yang membuat Shasa menoleh .
"iya , aku Shasa istri mas Vaiz ." jelas Shasa .
"aku Listy istri Ken ." wanita itu memperkenalkan diri .
__ADS_1
"ahhh , selamat untuk ulang tahun pernikahan kalian semoga selalu mendapat keberkahan ." ucap Shasa .
"terima kasih ." diangguki Shasa . Saat Listy akan membuka suara , datang sosok wanita cantik yang membuat Shasa menatapnya tak berkedip . Ia sangat terkejut menatap wanita yang ada di depanya .