
Apartment mewah .
"tenang dad, percaya padaku ."
"..."
"aku akan mengurusnya dad, bye sampai jumpa." wanita yang berada di kamar apartment miliknya menyunggingkan senyuman jahat miliknya . Setelah menutup sambungan telpon , ia meraih wine dan meneguknya .
"jangan pernah remehkan aku, seorang Julie tidak akan kalah dengan gadis kecil sepertimu ." Julie menyeringai licik . Ia menatap foto Vaiz yang telah di bingkai cantik yang menempel didinding kamarnya .
"Vaiz , apapun akan aku lakukan . Meskipun dengan cara menghabisi istrimu ." gumamnya .
Julie terobsesi dengan Vaiz sedari dulu . Ambisinya hanya mendapatkan Vaiz . Namun sekarang jalan untuk mendapatkannya sangat sulit karna kerja sama antara Vaiz dan dengannya berakhir karna gadis kecil yang merusak segalanya siapa lagi kalau bukan Shasa .
*******
"uhhhh," lenguhan Shasa membuat Vaiz menoleh keranjang arah istrinya berbaring .
"kau sudah bangun sayang ." ucap Vaiz menatap layar laptop miliknya .
"ho.oh , tubuhku lengket aku mau mandi dulu ." ucap Shasa turun dari ranjang .
"mau ku bantu ?" ucap Vaiz menawarkan diri .
"untuk apa?" Shasa bingung dengan ucapan suaminya .
"aku hanya ingin membantumu mandi sayang ." jelas Vaiz .
__ADS_1
"aku hanya hamil sayang , tidak sakit keras ." Shasa terlihat jengkel dengan suaminya .
"tolong jangan berlebihan , jika kau berlebihan ruang gerakku tidak bebas . Kau mau jika aku stres akan berdampak pada anakmu ini?" jelas Shasa , Vaiz menggeleng .
"makanya biarkan aku melakukan apa yang bisa ku lakukan . Jika memang aku terlalu kelewatan kau bisa menegurku bukan melarangku ." lanjut Shasa .
"baiklah sayang, jangan marah marah . Kau ingin mandi bukan? mandilah."
Shasa berjalan memasuki kamar mandi dengan raut muka jengkel . Bagaimana tidak? jika hanya hamil saja dia harus dibatasi ruang geraknya .
"aku hanya ingin mempunyai suami layaknya seorang istri lainnya . Tidak terlalu over protektif dan posesif . Hamil bukan membuatku nyaman malak membuatku terkekang ." keluh Shasa saat berendap pad bethup .
Vaiz menatap jam pada dinding kamar, sudah 10 menit istrinya tak kunjung keluar. Ia menatap pintu kamar mandi . Dengan khawatir Vaiz berlari menuju kearah kamar mandi .
"sayang , kau baik baik saja?" mengetuk pintu dengan keras .
ceklek .
"kau marah?" tanya Vaiz .
"tidak, kenapa harus marah? dan pada siapa aku harus marah?" ucap Shasa memutar bola matanya malas .
"maafkan sikapku yang berlebihan, aku hanya menjagamu dan anak kita sayang ." jelas Vaiz .
"ya aku tahu . Tapi tolong jangan se khawatir ini , membuatku tidak nyaman . Jadilah suami layaknya seorang suami agar aku tidak terkekang . Aku butuh perhatian bukan larangan ." keluh Shasa .
"kau keberatan?" tanya Vaiz pelan.
__ADS_1
"sangat , sewajarnya saja sayang, aku tahu bagaimana caraku menjaga anak kita ini . Jadi bersikaplah biasa saja . Aku akan baik baik saja ."jelas Shasa yang di angguki Vaiz .
" aku mencintaimu ."
"aku juga mencintaimu sayang dan sangat ." ucap Vaiz .
"baiklah dan sekarang,boleh aku mengenakan pakaianku . Apa kau akan disini melihat tubuh sexy ku ." Shasa berusaha mencairkan suasana .
"sayang apa orang hamil tidak bisa melakukan hubungan suami istri ?" tanya Vaiz
"kenapa kau tidak tanya dokter Thalita ? aku mana tahu ." ucap Shasa yang paham maksud suaminya .
"ahhh aku lupa, melihatmu seperti ini aku ingin memakanmu ."
"kau itu selalu . Tidak tau waktu ." omel Shasa .
"Hahahah, apa ada larangan untuk suami meminta jatah kepada istrinya pada sore hari?" tanya Vaiz .
"huh kau ini , tidak aku setelah ini mau makan aku lapar." Shasa mulai mengenakan baju saat suaminya sudah melepaskan pelukannya .
"kau tahu sayang, melihat tubuhmu yang aduhai membuat kebanggaanku menegang ." goda Vaiz .
Tanpa menjawab Shasa berjalan berlalu . Ia sudah mengenakan baju dan berjalan keluar kamar
"sayang ." panggil Vaiz .
"aku lapar , aku butuh tenaga untuk itu sayang ." ucap Shasa berjalan pergi .
__ADS_1
"huh , kau selalu menyiksaku . Selalu bangun tanpa aku membangunkanmu ." gerutu Vaiz.
Ia pun menghempaskan tubuhnya pada sofa ruang kamarnya dengan mendongakkan kepalanya keatas menatap langit langit kamar miliknya.