Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 166


__ADS_3

"apa bedanya kau dan aku tante? kau bilang aku haus akan harta dan sekarang bahkan kau tidak terima jika suamiku jatuh miskin. Kau sama bu*uknya denganku tante. Aku tahu kau dan ibumu mengejar suamiku karena suamiku sudah kaya. Sudah mampu bangkit dari keterpurukan.Mampu membangun kembali perusahaan yang tengah bangkrut. Dan saat suamiku berjaya kau datang dan meminta janji yang mendiang orang tua suami dengan orang tuamu buat."


"kau tahu apa tentang semuanya?" ucap Jessie sinis.


"aku memang tidak tahu, tapi suami ku selalu menceritakan masa lalunya."


"jangan menceramahiku gadis miskin. Sudah jelas kau yang menginginkan harta Vaiz , tapi kau malah pura pura tidak tahu." cibir Jessie.


"aku memang benar benar tidak tahu, aku tidak pernah meminta dia mengalihkan menjadi atas namaku. Sekarang sudah jelas,kau boleh pergi." ucap Shasa lirih. Ia sudah lelah untu berdebat.


"kau mengusirku.apa hakmu mengusirku dari rumah ini?"


"aku memang tidak punya hak,tapi aku nyonya dirumah ini jadi aku memiliki wewenang mengusir siapa saja yang membuatku tidak nyaman ."


" kau berani beraninya......" ucapannya terhenti.


" jangan pernah menujuk nunjuk wajahku. Kau pergi darisini sendiri atau diseret oleh satpam ruamhku?" ucap Shasa tegas.


"kau berani sekali kau mengusirku."


"pak,pak seret dia dari sini ." teriak Shasa membuat putrinya terbangun.

__ADS_1


Saat satpam berlari menuju Jessie dan akan menyeretnya Jessie pun mulai marah.


"jangan menyentuhku,aku bisa pergi sendiri. Dan kau gadis si*lan tunggu pembalasanku." ucap Jessie yang tak tahu malu.


"pergilah sebelum aku sangat marah." ucap Shasa.


Jessica pun berjalan menuju gerbang rumah Taban sambil mengepalkan tangannya.Sementara Shasa masuk kedalam rumah besar langsung menuju kamarnya. Ia kembali menidurkan putrinya dan ikut merebahkan diri .


"bukannya ia sudah menghilang beberapa minggu ini lalu kenapa dia datang kembali tanpa rasa malu." gumam Shasa.


Perlahan ia memejamkan mata disamping putrinya, kepalanya sedikit berdenyut akibat berdebat dengan Jessica.


Lama memejamkan mata,perlahan netra matanya terbuka.Ia merasa ada sentuhan lembut yang membuat tidurnya terganggu.


"hey,kenapa kau marah padaku?" tanya Vaiz namun Shasa tak menjawabnya. Ia bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi. Melihat tingkah istrinya ia langsung mengusap wajahnya dengan kasar .


"Jessie,kau datang hanya membuat istriku marah." gumam Vaiz .


Ya,Vaiz kembali kerumah saat mendapat kabar dari pelayannya bahwa Jessie bertikai dengan istrinya.Secepat kilat Vaiz langsung kembali dan meminta Dino mengambil alih pekerjaannya.


Keluar kamar mandi Shasa masih melihat suaminya berdiri di samping pintu. Ia tak menghiraukan suaminya namun secepat kilat Vaiz langsung menarik tangan Shasa .

__ADS_1


"apa alasanmu marah padaku?" tanya Vaiz yang pura pura bodoh.Shasa masih enggan menjawab .


"sayang." panggil Vaiz .


"hey,bicaralah kau pernah bilang bukan jika ada apa apa kita harus bicara bukan malah mendiamkan begini.


" lalu apa yang harus kita bicarakan tuan." ucap Shasa.


"entah,kau yang tahu karena kau yang sedari tadi marah padaku."


"aku lelah tuan, biarkan aku sendiri."


"Sa." panggil Vaiz dengan lantang .


Shasa langsung menghentikan langkahnya.


"kau marah Pervaiz Taban?? Justru akulah disini yang menjadi korbannya. Korban dari kejahatan orang orang kaya,korban hinaan orang orang kaya."


"ohh ya tuanku yang agung,apa pernah aku meminta harta hartamu? apa pernah aku meminta namaku tercantum di sebagian hartamu? tidak bukan?"


"sayang aku bisa jelaskan." ucap Vaiz lirih.

__ADS_1


"hal apa? aku sudah tidak perduli dengan semuanya. Lakukan semau hatimu tuan." Shasa meraih putrinya berjalan keluar kamar . Sedangkan Vaiz yang memanggil berkali kali tak di hiraukannya.


Vaiz langsung meraih ponselnya dan menghubungi Sekretaris Dino. Setelah selesai berbicara ia langsung menutup telponnya dan berjalan keluar kamar mencari istrinya.


__ADS_2