
Pagi ini Shasa bersiap untuk jalan pagi , Ia mengenakan daster dan memakai jaket. Shasa keluar kamar dan menemui para pelayan .
"mbak, aku jalan jalan sebentar ya ." pamit Shasa pada pelayannya .
"biar saya temani nyonya ." ucap salah satu pelayan .
"tidak perlu mbak , kalian bisa melanjutkan pekerjaan kalian . Lagian aku jalan jalannya hanya disekitar sini saja tidak jauh ." ucap Shasa .
"baik nyonya, nyonya hati hati ." Shasa mengangguk tersenyum .Shasa berjalan pelan menuju keluar rumah . Sesekali ia mengelus perut besarnya , terkadang juga perutnya merasakan nyeri yang timbul hilang timbul hilang .
"nyonya hendak kemana?" tanya satpam yang berjaga di kediamannya .
"hanya jalan jalan sebentar pak , biar enggak lumuh ." ucap Shasa diangguki satpam tersebut . Shasa menghirup udara pagi yang masih bersih karna tak ada kendaraan penghuni kompleks rumah mewah yang lalu lalang .
Ia berjalan menuju taman kompleks , perlahan lahan kakinya melangkah . Saat berada di taman kompleks , sepasang mata menatapnya dari kejauhan , bibirnya menyunggingkan senyuman . Di tatapnya terus gerak ibu hamil tersebut dengan mengikutinya dari kejauhan .
Saat satu kali putaran Shasa sudah mulai merasa lelah , ia duduk di bangku taman telapak tangannya mulai mendarat di keningnya dan mengelap keringat.
__ADS_1
"huh."membuang nafas kasar . Tiba tiba dari arah belakang muncul tangan yang sedang menyodorkan air mineral untuknya . Shasa langsung menoleh kebelakang matanya menajam .
" kau,"ucap Shasa dengan nada tidak suka .
"iya aku Zidan , kau ingat bukan ?" Zidan duduk di samping Shasa .
"hey , siapa yang menyuruhmu duduk disini?" ucap Shasa dengan lantang .
"hey jangan berteriak , kasihan bayi yang ada di perutmu . Bukannya ini bangku taman siapapun boleh duduk disini ." jelas Zidan .
"baiklah , silahkan kau tempat i tempat ini ." Shasa berdiri berjalan mengambil tempat duduk yang kosong . Tanpa disadari Zidan mengikutinya dan ikut duduk di samping Shasa .
"aku hanya ingin berkenlan denganmu." ucap Zidan .
"kau salah jika berkenalan denganku . Kau tahu jika aku wanita hamil dengan jelas aku sudah menikah .Dan kau juga tahu siapa suamiku." jelas Shasa .
"aku tidak perduli siapa suamimu . Yang aku tahu hatiku merasa ingin berkenalan denganmu . Dan kau tidak boleh menolak itu ." ucap Zidan .
__ADS_1
"kau ? Aku tidak ingin berkenalan denganmu . Dan aku juga tidak tertarik dengan tawaranmu ." ucap Shasa .
"apa kau yakin jika suamimu benar benar setia dengamu?"
"apa maksudmu?" tanya Shasa dengan tatapan marah .
"semua tahu jika suamimu itu sangat mencintai Diana . Wanita cantik yang telah lama menjadi kekasihnya ." jelas Zidan .
"itu masa lalunya dan sekarang aku dan anak ini yang akan menjadi masa depannya . Aku istrinya aku memiliki hak penuh atasnya ." ucap Shasa sedikit berteriak .
"Aku tahu suamimu pergi keluar Negri , apa kau yakin jika dia disana melakukan bisnisnya atau hanya .." memotong ucapannya .
"atau hanya menemui mantannya maksudmu . Kau tahu aku percaya suamiku . Jika ada orang lain hanya untuk memanas manasiku sepertinya orang itu salah . Kau tidak tahu seperti apa jika aku marah , jangankan Diana . Bahkan aku bisa memenggal kepalamu . Aku tidak peduli jika kau lebih kuat dari ku tapi aku lebih peduli jika ada orang lain berniat menggoyahkan rumah tanggaku ." ucap Shasa berjalan meninggalkan Zidan . Namun, saat hendak melangkah pergi pergelangannya di cekal oleh Zidan .
"jika suamimu sudah bosan denganmu , maka datanglah padaku . Kau tahu dari awal aku melihatmu aku sudah tertarik dengamu ." ucap Zidan . Shasa melepas cekalan tangan Zidan dengan kasar .
"tenang saja, sekuat apa pun kau menggoyahkan hubunganku dengan suamiku dan jika itu terjadi . Maka kau tidak perlu khawatir, aku lebih baik hidup sendiri dari pada datang padamu ." Shasa menepuk bahu Zidan dan berlalu pergi . Zidan hanya tersenyum kecut.
__ADS_1
"aaaaarrrrggggghhhhhhh . Apapun yang terjadi aku akan merebutmu . Sesuatu yang kulihat dan membuatku mengangguminya aku akan mengambilnya dengan paksa . Aku benar kau memang wanita istimewa . Bagaimana caranya aku akan mendapatkanmu." gumam Zidan sambil mengepalkan tangannya dan menatap kepergain Shasa .