
"sayang cepat mandi ." titah Vaiz sambil mengusap punggung isrinya .
"iya ." Shasa masih enggan membuka mata karna lelah sehabis melayani suaminya .
"ayoo cepat , setelah itu kita makan ." jelas Vaiz .
"5 menit ya sayang ."
"tidak ada ayo mandi atau kita melakukannya lagi ."
"hah ." mata Shasa terbelalak mendengar ancaman suaminya . Bagaimana bisa ia akan melakukannya sekali lagi kalau tubuhnya saja sekarang sangat lelah . Ia lebih memilih mengalah patuh pada suaminya dari pada harus bermasalah dengan suaminya .
Shasa berjalan gontai sambil mengeles perut besarnya .
"huh, jika kamu sudah besar nanti kita akan beri pelajaran pada ayahmu ya nak . Karna dia sudah membuat ibumu dan kamu kelelahan ." gerutu Shasa .
"mandi jangan menggerutu . Jika kau tidak segera mandi ..." menjeda ucapannya .
"iya iya aku mandi ." berjalan kearah kamar mandi sambil menghentakkan kakinya .
"hey yang benar jalannya di dalam perutmu ada anakku ." protes Vaiz yang membuat Shasa lebih kesal .
Di ruang makan , para pelayan menyiapkan makanan untuk majikannya . Sesekali ia bercengkrama bersama .
"gak nyangka sebentar lagi nyonya akan melahirkan ." ucap salah satu pelayan .
__ADS_1
"iya kok aku juga ikut senang gak sabar nunggu tuan muda hadir di rumah ini pasti ramai ."
"Doakan saja istri dan bayiku sehat melahirkan dengan gangsar tanpa halangan apapun ." sahut Vaiz yang membuat semua pelayan mundur berbaris sambil menundukkan kepalanya .
"amin tuan ." Vaiz mengangguk .
"sudah selesai silahkan kalian istirahat ." para pelayan membungkuk memberi hormat .
Vaiz kini duduk di meja makan sambil menunggu istrinya .Netranya fokus menatap benda pipih yang selalu di genggamnya saat kemana mana .
"sayang ,kau sudah disini ." ucap Shasa menghampiri suaminya .
"iya,ayo kita makan malam .," ajak Vaiz meletakkan ponsel miliknya .
Shasa selalu melayani makan suaminya meskipun Vaiz menolak Shasa akan tetap melayani makan .
"ikan ." Shasa mengangguk lalu mencomot ikan yang di pesan Vaiz .
"selamat makan ayah ." ucap Shasa dengan nada manja membuat Vaiz mengulum senyum.
Mereka makan berdua tanpa berbicara .Hanya suars dentingan sendok dan garpu yang bergesekan dengan piring . Vaiz menatap istrinya yang sedang lahap makan.
"sayang pelan makannya .Tidak ada yang ingin menghabiskan makananmu ." jelas Vaiz .
"iya maaf ya sayang ."
__ADS_1
Vaiz berdiri berjalan kearah pantry untuk mengambil pisau dan mencuci apel . Lalu ia kembali dan mulai mengupas apel tersebut ."
"untukku kah yank ?" tanya Shasa tersenyum
"iya ,biar aku kupas dulu ." jelas Vaiz yang di angguki Shasa .
Saat mengupas apel , Shasa terus memandang wajah suaminya . Suami yang selalu ia bentak dulu membalas sifat buruknya dengan perilaku yang baik . Suaminya malah memberikan cinta dan kasih sayang untuknya .
"terimakasih suamiku ." Shasa memegang lengan suaminya dengan lembut .
"untuk apa?"
"semuanya cinta,sayang perhatian , kesetiaanmu yang kau berikan untukku ." jelas Shasa.
"sudah sewajarnya . Kau istriku dan kau mempunyai hak istimewa yaitu memiliki diriku dan semua bagian dalam diriku ." ucap Vaiz lembut .
"ohhhh sayang .." ucap Shasa dengan nada manja .
"kau ini kenapa manja sekali ." Vaiz menggeleng sambil menyodorkan apel yang baru saja di kupasnya .
"emang gak boleh manja sama suami sendiri?" tanya Shasa cemberut .
"hahahaha kau itu selalu membuatku gemas padamu . Lanjutkan makanmu ." Shasa melanjutkan makannya dengan di temani Vaiz .
"sayang aku sudah selesai , aku ingin ke kamar duluan ."
__ADS_1
"baiklah istirahatlah , aku akan keruang kerjaku dulu ." diangguki Shasa . Vaiz berdiri mengecup kening Shasa setelah itu ia berjalan keruang kerja sementara Shasa berjalan ke dalam kamarnya .