Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 22


__ADS_3

Mobil Mercedes Benz GLC-Class baru saja terparkir rapi di halaman rumah kecil milik orang tua Shasa . Senyum lebar yang belum pernah terlihat oleh Vaiz, kini ia menyaksikan langsung wajah manis milik istrinya . Keluar dari mobil Shasa berjalan menuju kediaman tersebut membawa bungkusan yang di beli Shasa saat perjalanan menuju rumahnya .


Vaiz mengekori Shasa dari belakang,ia hanya menggeleng tak percaya di balik wajah angkuh istrinya terkadang juga memiliki sisi kekanak kanakan .


"bu,pak Shasa datang ."


ceklek ..


Muncul bu Nur dengar wajah sumringahnya .


"nak ,ibu kangen sama kamu," memeluk Shasa dengan erat .


"sama bu ,o ya bapak mana bu ." tanya Shasa .


"masuk dulu ,ayo tuan silahkan masuk ." Vaiz masuk saat setelah di persilahkan .


Setelah semua duduk , Shasa mengedarkan pandangannya .


"ibu belum jawab Shasa , bapak mana bu?" tanya Shasa .


"bapak ke toko sama adikmu ."


"ohhhh."


"bagaimana kabarnya tuan? apa anak ibu menyusahkan tuan ?" tanya Bu Nur .


"baik bu, tidak dia sangat baik dan patuh bu . O iya bu maaf sebelumnya , saya kan sekarang sudah menjjadi anak ibu mohon ibu perlakukan saya sama seperti istri saya jadi saya minta ibu panggil saya Vaiz saja jangan ada embel embel tuannya." jelas Vaiz .

__ADS_1


"tapi tuan ibu tidak biasa ,"


"tidak apa bu,lama lama akan biasa ."


"baiklah nak ,"


Vaiz pun tersenyum saat mertuanya menyetujui permintaannya .


"Sha ajak suamimu beristirahat di kamarmu ." perintah Bu Nur pada Shasa .


"baiklah bu ,tuan mari istirahat di kamar saya ."


Shasa berjalan meninggalkan Vaiz,tak menunggu lama setelah pamit beristirahat Vaiz mengikuti langkah istrinya .


Shasa masuk kedalam kamar kesayangannya tak lama Vaiz juga ikut masuk ke kamarnya namun raut wajah Vaiz berubah seketika,Shasa yang sadar perubahan wajah suaminya langsung menghela nafas .


Vaiz manutkan alisnya mendengar pernyataan istrinya tak lama ia menggelengkan kepalanya .


"aku terkejut bukan karna kondisi dan ukuran kamarmu tapi aku terkejut karna dinding kamarmu ." jelas Vaiz .


"hey kenapa dengan dindinya,catnya tidak mengelupas dan itu warna ungu kesukaanku tuan jangan menghina dong ." Shasa mendudukan tubuhnya pada kasur busa yang ada di bawah .


Vaiz ikut duduk di sebelah istrinya sambil tersenyum .


"bukan karna kondisi dindingmu sayang,tapi karna tempelan didindingmu banyak wajah wajah pria luar negri yang kau pasang disini dan malah foto suamimu tidak ada." jelas Vaiz.


"hah tuan, itu idolaku tuan . Aku menyukainya makanya aku pasang biar tidurku lebih nyenyak saat menatap wajah rupawan mereka . Shahrukhan , Saif Ali khan , Shusant Singh Rajput dan ritesh deshmukh mereka itu idolaku ." jelas Shasa sambil memajukan bibirnya .

__ADS_1


"hahahahahaha sayang bukannya lebih tampan aku?" goda Vaiz .


"terserah tuan,silahkan beristirahat. Aku akan membantu ibu menyiapkan makan siang ."


Setelah mendapat persetujuan dari Vaiz , Shasa menuju dapur menemui ibunya .


"bu , sini ku bantu ." ucap Shasa.


"nduk, gimana pernikahanmu?" tanya Bu Nur tiba tiba .


"baik bu."


"apa kau bahagia? " di angguki Shasa


"nduk,hargai suamimu bagaimana keadaanya dia sekarang suamimu. Bukankah ibu mengajarkan kamu untuk menjadi wanita yang lembut penuh sopan santun? maka jadilah wanita yang lembut,perhatian pada suaminya,melayani kebutuhan lahiriah dan batiniah suamimu , hormat dan sayangi suamimu . Jika kau mengabaikan suamimu maka pahala yang kamu miliki itu hilang nak . "


Shaaa hanya diam mendengar ucapan ibunya .


"Nak Vaiz laki laki yang baik dan bertanggung jawab ,Ia menyayangimu nak ." lanjut Bu Nur .


"bagaimana ibu tahu kalau dia sayang aku ,ibu kan baru kenal .


" Saat awal kesepakatan ia terlihat tulus meminangmu,Nak Vaiz berkata bahwa dari dulu ia menyukaimu,ia juga akan beetanggung jawab dan akan menjagamu . Selain itu ia membuka kan toko untuk bapakmu agar bapakmu mampu membiayai hidup ibu dan adikmu . Dan setiap minggu Nak Vaiz akan mengirim bahan makanan dan setiap bulan nak Vaiz akan mengirim uang untuk kebutuhan kami . Bukankah ia baik nak bahkan ia peduli pada keluarga kita . "


Mendengar penjelasan Bu Nur,Shasa hanya diam dan memikirkan ucapan Bu Nur .


"belajar layani dan hormati suamimu nak ." Shasa menganggukan kepalanya . Ia tak menyngka jika Vaiz setulus itu untuk membantu kehidupan keluarganya .

__ADS_1


Makan siang pun mulai dan tak lama bapak dan adik Shasa datang , Mereka pun makan bersama .


__ADS_2