Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 167


__ADS_3

Sudah 3 hari Shasa mendiamkan suaminya, namun ia tetap menyiapkan keperluan suaminya sebagai mana mestinya. Pagi ini setelah keluar kamar mandi , ia melihat setelan miliknya tertata rapi diatas ranjang, namun ia tak mendapati istri dan putrinya berada di kamar.


Setelah selesai memakai pakaian, ia keluar kamar menuju ruang makan.Namun nihil tetap saja sang istri tak terlihat batang hidungnya.


"dimana istriku?" tanya Vaiz kepada ketiga pelayan .


"nyonya berada di teras depan tuan." ucap salah satu pelayan .


Dengan langkah lebar Vaiz menuju teras depan rumah, saat netranya melihat sosok yang dicarinya dari kejauhan ia melihat senyum lebar dari bibir istrinya .


"sayang,aku ingin kita bicara.Aku sudah tidak tahan kau diamkan sangat lama begini. Aku akui aku salah tapi tolong jangan seperti ini." ucap Vaiz memelas.


"mandi yuk nak, lama disini bikin kita gerah ya nak." ucap Shasa yang tak menghiraukan suaminya.Ia bangkit dari duduknya dan berjalan memasuki rumah,Vaiz tetap mengikuti langkah istrinya .


"yank,mau sampai kapan kita saling diam begini." keluh Vaiz .


"yank." Vaiz mencekal lengan istrinya hingga Shasa menghentikan langkahnya.Tatapan Shasa begitu nyalang, raut wajahnya terlihat sangat marah .


"jelaskan padaku mau sampai kapan kita seperti ini?" keluh Vaiz .


"aku mau memandikan Ayu, kau berangkatlah bekerja." ucap Shasa singkat.


Shasa mengajak putrinya masuk kedalam kamar mandi, sementara Vaiz menatap pintu yang tertutup tersebut dengan lemah.

__ADS_1


Langkahnya gontai, istrinya masih tetap marah. Diraihlah tas hitam kerjanya berangkatlah ia menuju kantor besar miliknya.


Di Kantor Vaiz.


"silahkan anda tunggu tuan." ucap sekretaris Dino .


"kapan dia akan datang?" ucap lelaki yang sudah berusia 50 tahuanan lebih.


"saya belum tahu pasti,mungkin tuan Vaiz masih berada dijalan." jelas sekretaris Dino.


Pria paruh baya tersebut terlihat mondar mandir,raut wajahnya terlihat cemas . Kadang ia duduk kembali kadang juga ia berjalan kesana kemari.


Saat mendengar pintu tersebut terbuka pria paruh baya tersebut berdiri . Vaiz yang tak terkejut hanya melewatinya dan duduk bersantai pada kursi kebesarannya.


"Vaiz,apa salahku hingga kau sejahat itu menghancurkan segalanya?" ucap pria tersebut .


"Maaf tuan Jack, seharusnya anda lebih sopan lagi berbicara denganku."


"apa aku kurang sopan? aku sudah bertanya dengan lembut. Lalu kurang apa aku?" ucap tuan Jack lirih.


"kau lupa dengan kata tuan jika berbicara denganku."


"sejak kapan kau berubah ?" tuan Jack tidak percaya akan sikap Vaiz yang sekarang.

__ADS_1


"sejak putri yang kau banggakan itu berulah dirumahku." ucap Vaiz santai.


"hanya karena itu kau menghancurkan perusahaanku Vaiz?" tanya tuan Jack dengan nada tinggi.


"tenang tuan jangan mengotot, tidak baik untuk kesehatan."


". tidak mudah tuan,jika kau ingin perusahaanmu kembali maka putrimu harus meminta maaf dengan istriku."


"apa yang putriku perbuat?"


"datang kerumahku membuat kegaduhan,apa itu pantas untuk dilakukan putrimu? Dia menemui istriku."


"Vaiz , atas nama putriku aku minta maaf. Aku tidak tahu apa apa jadi tolong kembalikan perusahaanku padaku jangan kau hancurkan keluargaku." pinta tuan Jack.


"lalu aku harus bagaimana? memilih diam melihat putrimu berulah tuan? Anda sia sia menemuiku, sekali hancur kalian akan tetap hancur." ucap Vaiz.


"bedebah Vaiz,kau merebut milikku hanya karena masalah sepele. Cuiiiihhhhh."


"aku tidak peduli kau mengataiku apa tuan,yang aku tahu sekarang aku bahagia.Pergilah dan bilang pada dua wanita tersayangmu jangan pernah menunjukkan batang hidungnya pada keluarga ku jika tidak ingin hancur seperti perusahaanmu." ancam Vaiz.


"kau, sial bedebah enyahlah kau Vaiz." teriak tuan Jack . Vaiz tak menghiraukan ucapannya. Ia memanggil security untuk menyeret tuan Jack keluar.


Setelah diseret keluar,tuan Jack mengeluarkan sumpah serapah untuk Vaiz,namun Vaiz tetap tak peduli. Ia menatap tuan Jack dengan senyuman tipis.

__ADS_1


__ADS_2