
Siang hari Shasa sedang duduk di teras rumah seperti biasa, namun sepasang maatanya menangkap kurir yang sedang berbicara dengan satpam . Karna penasaran ia pun berjalan menemui kurir tersebut .
"ada apa pak?"
"hanya mengirim paket untum nyonya Keisha."
"oh saya sendiri ." paket tersebut sudah berpindah ketangan Shasa . Karna rasa penasarannya , dengan secepat kilat Shasa berjalan kearah rumah dan masuk kedalam kamarnya . Ia merinci setiap permukaan paket namun tidak ada nama pengirim .
"paket tanpa nama pengirim?" Shasa mengernyitkan dahi .
tok tok tok
Mendengar suara ketukan pintu membuat Shasa mengurungkan niatnya untuk membuka paket tersebut memilih membuka pintu dan melihat siapa yang mengetuk pintu .
"nyonya, rujak buahnya sudah siap . Mau dibaw kemari atau makan di ruang makan?" tanya pelayan tersebut .
"bawa di gazebo taman aja mbak," perintah Shasa diangguki pelayan . Shasa menutup pintu dan berlalu turun tangga .
"makasih ya mbak." ucap Shasa .
"sama sama nyonya ."
Di gazebo ini Shasa menikmati rujak buah pesanannya sambil merasakan tiupan angin sepoi sepoi .
__ADS_1
****
Di Prancis .
"tuan,pekerjaan sudah bisa di tinggal . Tuan ingin kembali sekarang atau besok ."
"kembali sekarang , aku akan mengemas pakaianku sendiri kau kemas pakaianmu agar kita bisa cepat ." jelas Vaiz yang di angguki Dino .
Selang satu jam ,kini Vaiz dan Dino sudah berada di dalam jet pribadi . Vaiz tersenyum sumringah saat pekerjaannya sudah selesai . Ia akan memberikan surprise kepada istrinya . Ia juga sudah membawakan buah tangan untuk istrinya .
Kurang lebih 16 jam perjalanan,membuat Vaiz lelah dan memilih tidur . Saat terbangun ia menatap layar ponsel yang menampilkan foto dirinya dan Shasa .
"ahh, aku sangat rindu gadis bar bar ini ." gerutunya .
sedang apa dia? batin Vaiz .
Malam hari, Vaiz sudah sampai ke bandara . Ia terburu buru untuk kembali pulang.Sampai di depan rumh para pelayab sudah menunggu dan berbaris .
"Selamat datang tuan." sapa salah satu pelayan dan yang lain hanya menunduk .
"terimakasih." Vaiz berlari kelantai atas menuju kamar miliknya , ia membuka handle pintu dan tersenyum lebar . Masuk dalam kamar senyuman tersebut pudar saat menatap istrinya tengah tertidur di hamparan foto foto .
Terkejut, satu kata yang kini dirasakan oleh Vaiz . Ia diam mematung tak mampu bergerak .
__ADS_1
"kau pulang sayang?" ucap Shasa bangun dati tidurnya . Ia berjalan kearah Vaiz .
"kau suka kejutannya? mengejutkan bukan?pasti dalam otakmu berfikir bagaimana aku tahu?" ceca Shasa.
"sayang ." Vaiz membuka suara.
"kau mau mengelak? kau lihat foto foto itu sayang? ahhh apa penglihatanmu berkurang karna terlalu lama di Luar Negri?"
"sayang,itu tidak seperti yang kau fikirkan?"
"lalu apa yang ku fikirkan?apa kau tahu?"
"sayang, aku bisa jelaskan. Aku pergi ke rumah Julie karna Julie memberitahuku kalau daddynya sakit dan ingin bertemu denganku." ucap Vaiz dengan pembelaannya .
"aaaa begitukah? hmmmm akan aku pertimbangkan . Lupakan tentang foto itu . Cepatlah mandi aku tidak suka bakteri dari Julie menempel ditubuhmu ." sindir Shasa .
"sayang apa maksudmu . Aku tidak ada hubungan apa apa . Kau harus percaya itu ."
"untuk apa percaya padamu , membuang waktuku saja . Untuk saat ini jangan pernah menyentuh perutku . Untuk saat ini di dalam sini dia anakku bukan anakmu ."
"sayang kenapa kau bicara seperti itu ." Vaiz nampak frustasi , seharusnya ia bisa melampiaskan rindunya namun malah mendapatkan kejutan tak terduga yang malah menjadi masalah untuk dirinya sendiri .
Shasa acuh pada Vaiz , ia kembali tidur di ranjang dan menata guling untuk pembatas dirinya dan Vaiz . Suaminya yang melihat tingkah Shasa hanya menghela nafas kasar dan tidak ingin membantah .
__ADS_1