
"nak Vaiz ." panggil ibu Shasa .
"bu,maafkan saya bu lalai dalam menjaga Shasa." Vaiz langsung bersujud di depan ibu Nur .
"nak bangun." ucap Pak Yono sembari membangunkan menantunya.
"tidak pak,maafkan saya yang teledor menjaga Shasa maafkan saya." ucap Vaiz dengan air mata yang mengucur.
"kau tidak perlu meminta maaf nak,sudah takdirnya."
"bagaimana keadaannya ?" tanya bu Nur.
"masih di tangani dokter bu."
"kita tunggu dokter dulu,ayo kita duduk ." ajak bu Nur.
Setelah itu mereka duduk menunggu dokter keluar dari ruang perawatan, Vaiz nampak kacau dan gelisah dalam diamnya ia berdoa dari hati meminta agar sang pencipta menyelamatkan istrinya .
"tukar denganku Tuhan jika bisa,aku tidak siap dan sanggup jika mendengar hal buruk tentangnya." batin Vaiz.
Sudah lama Vaiz menunggu dokter keluar,Kakinya melangkah kesana kemari dengan tangan sesekali mengusap wajahnya mata tajamnya berubah menjadi merah.
__ADS_1
Ceklekkk.
Mendengar suara pintu terbuka membuat Vaiz ,kedua mertuanya dan Dino aspri Vaiz pun langsung menemui sang dokter. Ia berharap kabar baiklah yang di ucapkannya.
"dokter." panggil Vaiz dengan sorot mata penuh harap agar memberikan kabar baik .
"tuan,.." ucap dokter dengan nada mengambang.
"bagaimana keadaanya,aku harap tidak terjadi hal buruk . Sampai kau mengatakan hal buruk tentang keadaan istriku akan ku pastikan mulutmu robek sampai telingamu." jelas Vaiz dengan mengancam .
"nak Vaiz,jangan begitu. Kita dengarkan penjelasan dokter. Ibu percaya jika putri ibu kuat dan akan baik baik saja." jelas ibu Nur yang mencoba menenagkan menantunya.
"apa maksudmu? apa istriku akan tidur panjang untuk sementara wakatu? ha? apa aku salah menjadikanmu dokter hingga kau tak bisa menyembuhkan istriku?" kerah baju dokter tersebut ditarik oleh Vaiz, marah dan kesal lah yang saat ini dirasakan. Ibu Nur hanya menangis di pelukan pak Yono sementara Dino mencoba menenangkan tuannya.
"pergilah dok, tempatkan nona di ruang rawat terbaik lakukan sebaik mungkin ." jelas Dino.
Dokter tersebut mengangguk saat mendengar perintah Dino. Vaiz masih terdiam dengan mata merah yang memendam amarah.
"pak , pulanglah kerumah tuan. Nona kecil membutuhkan kalian. Saya yang akan menjaga tuan ." Pak Yono mengangguk tanpa menolak . Di tuntunnya bu Nur kearah keluar rumah sakit .
"tuan bangunlah, kita duduk disitu jika nyonya tau tuan seperti ini nyonya akan marah." jelas Dino. Vaiz berdiri dan berjalan kearah kursi dengan tatapan kosong dan lemah .
__ADS_1
"sebelumnya tuan tidak pernah serapuh ini,Ya Tuhan aku minta padamu cepat kembalikan nyonya seperti sedia kala kasihan tuan dan nona kecil."
Setelah di pindah keruang rawat, Vaiz duduk di samping istrinya yang tengah terbaring lemah. Diraihnya telapak tangan istrinya di ciumnya punggung tangan istrinya .
"Dino." panggil Vaiz pada asprinya.
"iya tuan."
"selediki siapa yang tengah menabrak istriku, minta bantuan bawahanmu."
"polisi sedang menyelidiki tuan."
"bantu polisi , aku ingin secepatnya pelaku di temukan."
"baik tuan,kalau begitu saya permisi tuan." Dino undur diri untuk melakasanakan perintah dari tuannya.
Tanpa mengucap apa apa Vaiz mengijinkan Dino keluar dari ruangan dengan anggukan.
Setelah kepergian assisten pribadinya, Vaiz memandangi wajah pucat istrinya sambil tersenyum getir.
"cepat bangun , aku dan putramu membutuhkanmu." gumam Vaiz pada istrinya yang tengah menutup mata .
__ADS_1