Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 78


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, hari berganti hari . Usia kandungan Shasa sudah beranjak 5 bulan . Perut ratanya kini menjadi membulat . Rumah tangganya selalu juga romntis .


"Sehat terus ya nak." ucap Shasa mengelus perutnya . Shasa sedamg duduk di gazebo taman rumahnya. Senjak kehamilan , Shasa lebih Suka duduk di taman sore hari .


"apa penerusku rewel di dalam perutmu sayang?" suara khas milik Vaiz membuyarkan lamunam Shasa .


"tidak, bukan anakmu yang rewel tapi ayahnya ."ledek Shasa membuat Vaiz tersenyum


" aku merasa punya 2 anak kau dan anakmu ini ." lanjut Shasa .


"hey kenapa begitu?" Vaiz duduk di samping istrinya .


"iya, saat malam kau yang lebih rewel." gerutu Shasa .


"tapi kau suka kan?" ledek Vaiz .


"issshhh kau ini ."


"sudah sore ayo kita masuk ." ajak Vaiz menggandeng tangan Shasa . Shasa mengikuti langkah Vaiz . Mereka berjalan berdampingan menuju rumahnya . Sampai berada di kamar, Shasa melepas jas dan dasi milkk Vaiz .

__ADS_1


Setelah itu , Shasa menyiapkan air untuk mandi suaminya dan pakaian ganti untuk suaminya . Meskipun hamil Shasa tidak ingin selalu dilarang oleh suaminya , ia selalu mengancam jika suaminya melarangnya melakukan hal kecil .


"sayang , airnya sudah siap . Kau cepatlah mandi ." ucap Shasa yang kini menghampiri suaminya .


"sayang, harusnyan kau tidak usah menyiapkan air kasian bayimu ."


"jika kau benar benar memulai melarangku aku tidak segan segan untuk pergi dari sini ." todong Shasa


"ah baiklah nyonya ," Vaiz menyerah jika ia melarang istrinya akan berakhir dengan ancaman .


Vaiz berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya yang penat dan lelah setelah bekerja seharian .Setengah jam berendam membuat tubuhnya lebih segar , ia berjalan keluar kamar dan meraih baju miliknya . Selesai memakai baju matanya mengarah pada setiap sudut kamar namun , yang di carinya tak ada di tempat . Vaiz keluar kamar ,menuruni anak tangga menuju dapur , benar saya dugaannya . Istrinya sudah berkutat' di dapur dengan beberapa pelayan . Tangan Vaiz mengibas meminta pelayan untuk pergi . Kini tinggal mereka berdua , Vaiz dan Shasa .


Tangan Vaiz melingkar pada pinggang Shasa .


"kau masak apa?"


"kesukaanmu. Tumis tahu jamur dan ikan goreng ."


"sejak kapan aku suka makanan seperti itu? Sayang aku ingin makan seperti dulu ." keluh Vaiz menyandarkan kepalanya pada pundah istrinya .

__ADS_1


"oke, bantu aku . Aku akan membuat makanan untukmu ." Vaiz mengangguk mengusap perut besar istrinya .


Shasa mengeluarkan sayuran ,salmon dan tuna kaleng . Shasa meminta Vaiz untuk menyiangi selada. selesai ia memotong selada menjadi 4 mencampur dengan potongan kentang rebus,jamur ,jagung manis rebus, wortel yang ia potong korek api yang sudah ia rebus . Shasa menata sayuran tersebut menjadi satu lalu ia beri atas sayuran mayonise dan dengan tuna cincang yang sudah di hangatkan . ikan salmon tersebut ia beri lada garam lalu ia masak dengan butter hanya sebentar . Shasa berjalan menuju meja makan dengan membawa 1 piring makanan suaminya dan 1 piring untuknya .


"sudah selesai sayang ?" tanya Vaiz menatap menu makanan untuknya .


"sudah, suamiku hanya menyiangi selada dan di tinggal begitu saja . Di minta membantu malah enak enakkan duduk ." gerutu Shasa membuat Vaiz tergelak .


"kau marah?" tanya Vaiz .


"tidak , ayo makan sayang . Anakmy sudah lapar ingin makan ." Vaiz dan Shasa berdoa lalu menyantap makanan masing masing dengan menu yang berbeda .


"kau pintar sekali membuat salad sayang."puji Vaiz .


"aku pernah praktik waktu sekolah dan saat aku melihat lemari pendingin aku menemukan bahan bahan tersebut . Akhirnya aku berfikir membuat salad saja ." ucap Shasa sambil mencomot satu suap salad milik suaminya . Vaiz sudah terbiasa saat istrinya mengganggu makannya . Ia malah sangat senang.


"enak?" tanya Vaiz saat istrinya merasakan makanannya . Shasa tersenyum mengangguk .


"tapi aku tidak akan tahan dengan menu menu yang kau makan . Aku hanya orang Indonesia yang terbiasa dengan makan nasi ." jelas Shasa .

__ADS_1


"aku tahu sayang ," mengusap lembut pucuk kepala istrinya .


"ya sudah ayo makan ." Vaiz mengangguk . Mereka melanjutkan makanannya . Vaiz terlihat lahap dengan hidangan yang dibuat oleh Shasa. Shasa tersenyum saat melihat suaminya menghabiskan makannnya .


__ADS_2