Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 173


__ADS_3

Setelah kembali menginap di hotel, Vaiz kembali bekerja begitu juga dengan Shasa kembali mengurus putrinya dan juga memjadi ibu rumah tangga pada umumnya. Meski memiliki 3 pelayan Shasa juga tidak ingin hanya diam saja. Ia juga ikut membersihkan rumah . Hingga suaminya protes saja sudah tidak di pedulikannya.


"mbak,nanti nitip anakku ya. Aku mau anter makan siang di kantor suami." ucap Shasa.


"baik nyonya,"


"ini sudah matang minta tolong buat tatain ya mbak,aku mau siap siap dulu . Bisa kan mbak?"


"beres nyonya,"


"oke deh." mengacungkan ibu jarinys


Shasa menaiki tangga menuju ke kamar. Ia segera mandi dan berganti baju , Shasa memakai rok tutu dengan tengtop dan di tutup oleh jaket jeans. Ia meraih sneakersnya tak lupa tas kecil miliknya dan kaca mata. Rambutnya di biarkan terurai tak lupa polesan make up yang natural menampilkan kesan anak muda meskipun sudah memiliki 1 anak.


Shasa menuruni tangga dengan menggendong putrinya berjalan kearah pelayan.


"mbk nitip ya? kalau nangis kasih asi aja ya mbak."


"baik nyonya."


"sudah siap yang tadi mbak?"


"susah nyonya."


Shasa memberikan putrinya pada pelayan,ia menciumi pipi putrinya.


"ibu kekantor ayah dulu ya? anak ibu jangan rewel nanti kasian mbaknya oke sayang." Shasa kembali menciumi wajah putrinya dengan gemas. Setelah itu ia meraih tempat makan dan berangkat menuju kantor.


...🌿🌿🌿 Di Kantor🌿🌿🌿...


"tuan ada mbak?" tanya Shasa pada sekretaris Vaiz.

__ADS_1


"ada nyonya, beliau sedang bersama tuan Dino." Shasa mengangguk. Ia pun menuju ruangan Vaiz langsung membuka pintu.


"assalamuallaikum." salam Shasa.


"waallaikumsallam,sayang kau disini?" tanya Vaiz yang begitu senang .


"mau nganter makan siang? sudah pada makan belum?" tanya Shasa.


"belum."


"makan siang dulu yuk." ajak Shasa.


"baiklah tuan nyonya saya permisi dulu." ucap Dino undur diri.


"mau kemana?" tanya Shasa.


"ke ruangan saya nyonya."_


"tidak perlu repot repot nyonya,saya bisa membeli di kantin kantor ." tolak Dino karena tidak enak.


"ambil saja,istriku ikhlas memberikannya." ucap Vaiz di angguki Dino.


"baiklah kalau begitu,terima kasih tuan nyonya atas makan siangnya." Sekretaris Dino langsung undur diri.


Vaiz dan Shasa duduk,Shasa menyiapkan makan siang yang di bawanya lalu menyodorkan pada suaminya.


"suapin yank." ucap Vaiz


"gak makan sendiri saja?"


"suapin ,aku kangen kamu manja." ucap Vaiz.

__ADS_1


"kamu badannya udah gede masa minta dimanja,malu sama ototmu yank." ledek Shasa sambil terkekeh.


"gak papa , toh kamu juga suka."


"bukan suka lagi udah sayang tambah cinta lagi." jelas Shasa sambil menyodorkan sesendok nasi kepada suaminya.


"enak masakan kamu." puji Vaiz.


"dari dulu yank,gak rugi juga orang tuaku menyekolahkan ku di jurusan boga ."


"kenapa begitu?" tanya Vaiz


"iyalah, sekolah aja masaknya makanan kontinental dapet suami makanannya juga makanan kontinental." jelas Shasa.


"pas dong ya berarti."


"iya."


Shasa pun kembali menyuapi suaminya ,sementara Vaiz sibuk menatap layar laptop miliknya.Tak terasa makanan tersebut ludes di makan suaminya.


"selesai,aku pulang dulu ya." pamit Shasa.


"nanti pulang bareng aku, supir kamu sudah kusuruh kembali." ucap Vaiz.


"yaelah yank,bakal lama nungu dong." keluh Shasa.


"gak papa,toh putri kita kamu titipkan ke pelayan bukan?" tanya Vaiz.


"iyha yank."


Dan akhirnya Shasa menemani suaminya bekerja hingga jam kerja berakhir.

__ADS_1


__ADS_2