
Tak .. tak .. tak ..
Suara langkah sepatu terdengar pada kediaman milik Keluarga Taban,Laki laki yang kini sudah memilki usaha kepala tiga tersebut langsung berjalan menuju kamar miliknya .
ceklek ..
Pintu kamar terbuka,seketika senyum pada wajah tampanya melebar kala melihat istri tercintanya sedang menggendong putri kesayangannya.
"kau sudah pulang sayang?" tanya Shasa menoleh pada suaminya .
"hmmm," gumam Vaiz sambil meletakkan tas kerja miliknya .
"mau langsung mandi atau gimana?"
"mandi,aku sendiri yang akan menyiapkan airnya." ucap Vaiz .
"tidak apa? kau tidak keberatan jika kau menyiapkan sendiri?" tanya Shasa meyakinkan.
"tidak apa,asal untuk nanti malam kau yang harus lebih dulu menyiapkan." goda Vaiz .
"menyiapkan Apa?" tanya Shasa dengan dahi berkerut .
"dirimu dengan gaun sexy mu ." bisik Vaiz mencium pipi istrinya dan langsung berlari menuju kamar mandi .
"Sedangkan Shasa hanya diam sambil melotot kearah suaminya."
Vaiz tertawa terbahak melihat ekspresi istrinya, Ia juga selalu menggoda istrinya hingga membuat Shasa merasa kesal .
"lihat nak ayahmu dia selalu membuat ibu kesal , semoga jika kau sudah tumbuh besar jangan seperti ayahmu, jadilah anak yang baik , sopan, cerdas namun tidak memiliki sifat sombong,iri dan dengki . Amin." ucapan Shasa kepada putri kecilnya .
__ADS_1
Putri cantiknya menatap ibunya dengan tersenyum,seolah ia paham dengan ucapan dan harapan dari ibunya . Shasa yang melihat putrinya merespon ucapnya tersenyum gemas . Ia menciumi pipi halus putrinya dan hidung kecil putrinya. Tak beberapa lama putrinya sudah terlelap di pangkunnya. Di letaknya baby Ayu diatas kasur , ia pun juga ikut berbaring sambil memejamkan mata .
Tangan kekar milik suaminya sudah melingkar pada pinggang rampingnya , Shasa yang merasa ada sentuhan ia pun membuk mata.
"kenapa tidur?" tanya Vaiz pelan .
"lalu aku harus apa? menunggumu selesai mandi?" tanya Shasa pelan .
"iyha,dimana bajumu yang ku pesan tadi?"
"baju apa?"
"baju sexy untuk kita menciptakan gempa." ucap Vaiz menggoda .
"gempa apa?" Shasa pura pura tidak tahu .
"jangan pura pura sayang ,"
"gempa favorit kita , gempa diatas ranjang ." jelas Vaiz .
"ahhh aku tidak tahu ." jelas Shasa
Vaiz berdiri, Ia langsung mengangkat putrinya.
"mau di bawa kemana?" tanya Shasa lirih .
"ke tempat tidurnya," ucap Vaiz membuat Shasa berdecih.
Sekejap kemudian, Vaiz kembali langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur tepat di samping istrinya .
__ADS_1
"kenapa kau memindahkan putri kita?" tanya Shasa dengan nada kesal .
"kita butuh waktu berdua sayang," ucap Vaiz dengan memelas .
"memang selama ini kita tidak berdua, apa menurutmu anak kita pengganggu? dia masih kecil sayang ." jelas Shasa dengan panjang lebar . .
"bukan begitu ."
"lalu apa?"
"apa kau tidak ingin meluangkan waktu untuk berduaan denganku?" tanya Vaiz membuat Shasa terdiam .
"bukan Ayu saja yang butuh asupan, tapi ayahnya juga ." terang Vaiz dengan wajah menggoda .
"asupan apa?" tanya Shasa yang sudah pasti paham dengan apa yang suaminya maksudkan .
"itu .." Vaiz menaik turunkan alisnya sambil menatap dada milik istrinya .
"apa? kau mesum sekali sayang." gerutu Shasa membuat Vaiz terbahak .
"memangnya kenapa? kita ini suami istri sah . Kenapa kau malu?"
"aku malu karna punya suami yang tidak ada malu malunya ." gerutu Shasa .
"hey kau jangan menggerutu . Sini dekat denganku jangan sampai aku yang akan menarikmu dan menghabisimu." ancam Vaiz .
"perutku mulas, aku ingin buang air besar." namun tangan Shasa di tahan oleh Vaiz . Dengan sekuat tenaga Vaiz langsung menarik dan tubuh istrinya kini berada di pelukannya .
"aku hanya menarik lenganmu tapi sepertinya kau yang menggodaku ." ledek Vaiz .
__ADS_1
"siapa yang menggoda?" tanya Shasa sinis .
"kau dengan berpura pura jatuh di pelukanku seperti ini bukan kah namanya menggoda ku?" jelas Vaiz membuat mata Shasa membulat seketika ia bangun dari tubuh suaminya namun di tahan oleh suaminya . Vaiz langsung menahan tengkuk istrinya dan ******* bibir milik istrinya hingga rakus . Shasa hanya pasrah karna sudah tidak bisa lagi untuk beranjak dari tempatnya . Dengan pelan pelan Vaiz mengusap punggung istrinya dengan lembut hingga lama lama terciptalah sebuah gempa yang Vaiz maksudkan . 😀