
2 hari sudah Shasa berada di rumah sakit, hari ini waktunya ia untuk cek out dari rumah sakit . Vaiz mengemasi barang barang yang akan di bawa kembali ke rumah sedangkan Shasa hanya duduk sambil menggendong putrinya.
"sayang , bolek aku minta sesuatu?" ucap Shasa lirih .
"kau butuh sesuatu? katakan ." tutah Vaiz . Sebelum berucap ia kembali menghela nafas kasar .
"boleh aku tinggal di rumah bapak?" Shasa tertunduk saat berkata .
"kenapa kau ingin tinggal disana? apa kau ingin meninggalkanku?" tanya Vaiz menatap wajah istrinya .
"tidak bukan begitu, hanya saja aku takut pria itu kembali kerumah . Sebelum aku melahirkan ia datang dan memeluk tubuhku hingga menyebabkan aku kontraksi ." ucap Shasa tertunduk .
"tatap aku? apa kau tak percaya dengan suamimu? jika kau mau akan membunuhnya ." terang Vaiz .
"tapi aku takut ."
"aku ada bersamamu aku akan selalu menjagamu jangan takut itu rumah kita . Ayo kita kembali dirumah aku berjanji aku menjagamu selalu . Dia tidak akan kembali , percayalah padaku ." Vaiz menggenggam erat telapak tangan istrinya .
"dia seperti orang gila ." ucap Shasa lirih .
"aku yang akan mengurusnya jangan takut ." Shasa mengangguk .
"kita kembali kerumah . Ayo ." Vaiz berjalan memapah istrinya yang menggendong putrinya diikuti oleh Sekretaris Dino yang membantu membawa barang milik Shasa .
Di dalam mobil Vaiz memeluk istrinya penuh sayang . Ia merasakan apa yang dirasakan istrinya saat ini .
__ADS_1
"apa kau lelah? biar ku gendong putri kecil kita." ucap Vaiz mengambil putrinya dari pangkuan anaknya .
"dia sangat cantik." ucap Vaiz sambil tersenyum .
"aku ibunya , makanya dia cantik ."
"apa hubungannya?" tanya Vaiz .
"anakku cantik karna ia menurun dari ibunya yang cantik ini ." jelas Shasa sejenak ia melupakan ketakutannya .
"banyak yang bilang jika seorang putri akan lebih mirip dengan ayahnya ." jelaa Vaiz .
"itu pembelaan mu sayang , jelas jelas dia mirip aku dari segi mana pun." protes Shasa .
"baiklah,kita lihat besar nanti dia mirip siapa ." ucap Vaiz . Mendengar perdebatan antara sepasang suami istri tersebut Sekretaris Dino hanya menyunggingkan senyumannya .
"Sekretaris Dino menurutmu putri kami mirip siapa aku atau ayahnya?" tanya Shasa kepada sekretaris Dino .
"anu nyonya .. nona kecil itu memang cantik ." ucap sekretaris Dino yang enggan menjawab .
"hey , kau ini istriku tanya apa kau jawab apa. Kau ini makanya jangan terlalu banyak mengikuti wanita diam diam pikiranmu jadi tidak fokus ."
Sekretaris Dino hanya nyengir sambil menggaruk tengguknya yang tidak gatal .
"apa sayang sekretaris Dino punya pacar?" tanya Shasa yang antusias
__ADS_1
"bukan pacar sayang , dia menyukai tapi tidak bisa memiliki karna dia masih belum berkenalan dengan gadis itu ." ledek Vaiz membuat Dino membelalakan matanya .
"wah wah , sekretaris Dino yang dingin dan irit bicara menyukai wanita? Saysng seperti apa wanita itu?"
"dia hanya gadis biasa , gadis itu bekerja di sebuah outlet minuman ." ledek Vaiz .
"tidak nyonya, tuan hanya bercanda ." elak Sekrstaris Dino .
"jadi kata kataku ini bohong? sialan kau ." umpat Vaiz membuat Shasa tergelak .
"lain kali temani aku kesana sayang aku ingin tau seperti apa gebetan Sekretaris Dino ." ejek Shasa diangguki Vaiz .
Sekretaris Dino hanya menggaruk tengkunya salah tingkah .
Ya Tuhan kenapa malah aku yang jadi bahan ejekan kedua orang ini . huh . Lagian darimana tuan tahu kalau aku menyukai gadis itu .batin Dino .
Sampai dia area pelataran rumahnya Shasa clingukan kesana kemari . Vaiz yang pahsm dengan ketakutan istrinya mebghela nafas sejenak .
"Sayang, dia tidak akan kesini . Ini rumahku pria brengsek itu tidak akan berani kesini ." ucap Vaiz menyakinkan .
"aku hanya khawatir." jawab Shasa lirih .
"baiklah ayo kita masuk ." Vaiz menggandrng istrinya dengan satu tanganya menggendong bayinya .
Sampai di teras rumah Shasa diam menoleh kearah suaminya .
__ADS_1
"bapak ibu tidak datang?" tanya Shasa ..
"ia akan kesini siang nanti , bantu aku membuka pintu ." titah Vaiz . Shasa pun akhirnya membuka pintu , saat pintu terbuka ia dikejutkan sesuatu membuatnya berdiri mematung dan membulatkan matanya .