
Mobil Vaiz terparkir rapi di area parkir rumah sakit dengan barisan barisan mobil lainnya . Saat Shasa hendak keluar mobil tanganya di cekal oleh suaminya . Shasa menoleh pada Vaiz .
"kenapa kau berpakaian seperti preman . Dengan celana yang banyak sobekannya , kaus hitam jaket hitam . Sayang kau itu bukan preman ?" ucap Vaiz mendesah kesal .
"sayang , apa kau alih profesi sebagai pengamat busana?" ucap Shasa kembali bertanya .
"Sa?" panggilnya dengan nada halus tapi penuh arti .
"tidak aku hanya ingin memakainya , jika kau menahanku aku lebih baik tidak jadi meminta maaf padanya." gerutu Shasa .
"baiklah ,ayo ."
Vaiz dan Shasa menuju berjalan menyusuri koridor rumah sakit . Saat di depan pintu ruangan Julie , Shasa menghentikan suaminya .
"ada apa." tanpa menjawab Shasa merangkul lengan milik suaminya posesif . Vaiz hanya menggeleng lalu membuka pintu . Terlihat Julie sedang duduk sarapan .
"Vaiz ." sapa Julie dengan sorot mata tidak suka melihat Shasa merangkul pujaannya .
"mau apa kau kesini?" tanya Julie sinis .
"Julie istriku ingin meminta maaf padamu ." ucap Vaiz .
"dia datang kesini membuat mood makanku hancur ." Julia melipat kedua tangannya di dada .
"makanlah ,biar lekas sembuh ." ucap Vaiz .
__ADS_1
"aku mau makan tapi suapi aku ." Julie ingin memanas manasi Shasa .
"boleh Shasa suapi tante?"ucap Shasa dengan gaya bicara yang dibuat buat .
" tidak , aku mau Vaiz ." Vaiz pun menurut dengan menyuapi Julie , ia melepaskan tangan milik istrinya .
dasar mau aja di kibulin sama itu tante kesepian . batin Shasa .
Julie yang merasa menang tersenyum sinis pada Shasa . Ia pun menerima suapan demi suapan dari tangan Vaiz . Hainggs mangkuk yang terisi bubur tersebut habis dilahapnya.
Vaiz mengkode Shasa untuk meminta maaf dengan benar .
"tante ." panggil Shasa sambil duduk di ranjang milik Julie .
Vaiz dan Julie melotot mendengar penjelasan Shasa .
"Julie apa benar kau bilang pada istriku jika kau akan menukar hartamu dengan aku suami Shasa ."
"hmmm Va .. Vaiz aku bisa jelasin . Istrimu itu salah....."
"ahhh , tante tidak apa jika tante menyesal . Aku paham bahwa tante juga mencintai suamiku . Tapi tante kan tahu suamiku mencintaiku dan hanya setia padaku .iya kan sayang?" memutus ucapan Julie lalu menatap suaminya . Vaiz hanya mengangguk .
"maka dari itu aku emosi tante . Jadi tante mau kan maafin Shasa yang menyesal ini ." lanjut Shasa dengan nada menyesal yang dibuat buat .
"maafin istriku Julie, ia hanya terbawa emosi . Aku pun juga tidak terima dengan tindakanmu yang bicara seperti itu pada istriku .Jadi mungkin ini impas ."
__ADS_1
"Vaiz, kau tau kan aku benar mencintaimu . Bahkan aku sudah lama menunggu kau membalas cintaku." Julie terlihat menangis .
"aku menganggapmu hanya teman saja Julie tidak lebih . Aku mencintai istriku .Jadi kau harus tau itu ."
"baiklah jika itu maumu . Tapi sekali saja peluk aku sedikit lama ." julie merentangkan tangan akan memeluk Vaiz namun pelukannya diblas oleh Shasa . Shasa memeluk erat Julie dan berbisik .
"tante , aku tidak benar minta maaf . Kau itu nakal tante . Suami orang jangan kau rebut . Kau itu pelakor yang tidak handal jadi jangan berani berani merusak rumah tanggaku .Jika tetap maju maka wajah mu ini akan menjadi zombie karna ulahku . Camkan itu tante ." Shasa melepas pelukan Julie setalh berbicara banyak .
"sayang tante Julie sudah memaafkanku . Sekarang apa kau bisa memaafkanku juga? aku lelah jika terus membujukmu seperti ini . Lalu kalau kau marah terus kapan kita bikin bayinya sayang ." ucap Shasa manja sesekali melirik Julie . Julie memalingkan wajahnya mendengar kata kata Shasa .
"maksudmu?" ucap Vaiz sambil berdiri .
"kau lupa tadi malam kau tidur tidak memelukku? tidak menyentuhku bahkan kau lupa setiap malam kau selalu mengajakku untuk membuat bayi didalam sini ." menunjuk perut ratanya . Vaiz paham jika istrinya hanya memanas mansi Julie langsung mengajak Shasa pergi dari ruangan .
"Julie,aku pamit dulu . Lekas sembuh dan terima kasih sudah memaafkan istriku yang nakal ini ." ucap Vaiz sambil mengelus pucuk kepala istrinya . Julie hanya mengangguk lemah . Ia tak berdaya .
Shasa memeluk tubuh Julie tanda perpisahan .
"aku akan merebut Vaiz bagaimana pun caranya ." uca Julie dengan berbisik .
"silahkan tante . Mungkin disinetron pelakor yang menang tapi di kamus Shasa , pelakor hanya remahan roti apalagi pelakor sepertimu tidak sebanding denganku ." ucap Shasa berbisik lalu melepas pelukannya .
Cup
Shasa mencium dan mel****t bibir milik Vaiz secara tiba tiba membuat Julie semakin geram . Vaiz yang sudah paham langsung mengajak istrinya keluar ruangan sebelum perang Baratayudha dimulai kembali .
__ADS_1