Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 73


__ADS_3

"sayang, tadi kenapa tidak membeli sesuatu?" ucap Vaiz .


"tidak ada yang murah ."


"sayang, tadi mall bukan pasar , jadi tidak ada barang barang murah disana? trus kenapa kau harus muter mutet disana?" ucap Vaiz lirih .


"huh, aku hanya ngadem sayang . Disana sejuk aku kegerahan .". keluh Shasa .


", terserah kau sayang ."


Vaiz membelokkan mobilnya menuju area bangunan besar . Shasa menatap bangunan tersebut dan terlihat bingung .


"kenapa disini ?" tanya Shasa .


"aku penat, aku ingin menghabiskan waktu denganmu berdua dini ." menggandeng tangan Shasa dan berjalan masuki loby .


"dirumahkan bisa kenapa harus dihotel?" tanya Vaiz.


"kalau dirumah kau akan sibuk dengan masak ini itu kalau disini kita akan berdua hanya diatas ranjang empuk ." ucap Vaiz . Shasa menunggu Vaiz cek in lalu mengikuti Vaiz yang menggandengnya menuju kamar yang di pesannya .


Sampai di kamar hotel yang luas dan mewah, Shasa berdiri mematung di depan pintu . Tak percaya dengan ruangan yang kini di tempatinya.Tak sabar menunggu istrinya beranjak, Vaiz menggendong tubuh Shasa Ala bridal style .


"aaaaaaa." teriak Shasa karna terkejut .


"diam sayang, kau ingin suamimu dikira penjahat kau teriak begitu ."

__ADS_1


"aku terkejut , tanpa aba aba kau menggendongku sayang ." Vaiz meletakkan tubuh Shasa di atas ranjang .


"kau terbengong disitu . Aku tidak sabar jadi aku menggendongmu ."


'ha , kau tidak sabar untuk apa?" tanya Shasa menyelidik .


" untuk menengok anakku yang ada di perut istriku ." Vaiz menggoda istrinya .


"sayang, aku kan masih bau dan berkeringat . Lebih baik aku mandi dulu dan kau beristirahat saja ." bujuk Shasa .


"tidak aku nanti ketiduran , tak apa kau bau dan berkeringat aku lebih suka bau aslinmu yang tanpa parfum ."


"hah, aku bau sayang, aku mandi dulu ." berlari kearah kamar mandi dan menutupnya kembali .


Vaiz tertawa menantap istrinya yang salah tingkah . Ia pun berjalan mengikuti istrinya . Saat pintu kamar mandi di buka . Ia melihat istrinya di bawah guyuran shower . Vaiz menutup kembali dan merengkuh tubuh milik istrinya . Mereka sama sama tanpa sehelai benang .


"ini aku sayang , kau suka sekali terkejut ." bisik Vaiz tepat di daun telinga Shasa yang membuatnya merinding . Buku halusnya meremang .


Vaiz menggigit daun telinga Shasa, menggerayangi tubuh milik Shasa sesekali menciumi wajah manis Shasa . Shasa yang mulai memanas mengikuti permainan suaminya . Dan saat Shasa mulai luluh saat itu juga Vaiz mulai malakukan aksinya . Mereka pun bermain dibawah guyuran air Shower .


Selesai dengan aktivitas mandi panas pada siang hari , Shasa dan Vaiz keluar kamar mandi .


"sayang, aku tidak membawa baju dan bajuku ini pasti kotor bau keringat ." Shasa memonyongkan bibirnya .


Vaiz memeluk tubuh Shasa dari belakang, ia tersenyum lalu mencium pundak mulus istrinya yang tidak terbalut dengan handuk .

__ADS_1


"hey wanitaku , jangan seperti itu . Jika kau cemberut akan ku kuras habis bibirmu ."


"baiklah baik, lalu bagaimana aku tidak membawa pakaian ."


"itu di dalam situ kau buka , kau bisa memilihnya ." tunjuk Vaiz pada sebuah almari besar .


Shasa berjalan dan membuka almari . Betapa terkejutnya sudah terisi bebedapa dress yang terlihat masih baru dan juga pakaian dalam . Shasa melongo di buatnya .


"sayang, ini milik siapa?" tanya Shasa


"milikmu . kau suka?"


"sejak kapan kau menyiapkan?" tanya Shasa dengan senyum lebarnya .


"sejak awal kita menikah , ku fikir setelah kita ijab qobul kita akan berbulan madu disini sementara . Tapi kau dulu sangat marah padaku . Bahkan melirik padaku kau tak sudi . Jadi aku hanya menyiapkan saja jika sewaktu waktu kau sudah mencintaiku aku akan mengajakmu kesini ." jelas Vaiz panjang lebar yang membuat hati Shasa tercubit .


"maafkan aku ." menunduk malu .


Vaiz memutar tubuh Shasa lalu mengangkat wajah istrinya .


"aku sudah memaafkanmu sebelum kau meminta . Jangan sedih lagi aku tidak ingin anakku di dalam sini marah kepada ayahnya saat tau ayahnya membuat ibunya menangis ." jelas Vaiz tersenyum .


Tanpa diminta, Shasa memeluk tubuh suaminya dengan erat . Shasa berkali kali mengucap syukur pada sang kuasa karna di beri suami seperti suaminya . Vaiz membalas pelukan istrinya sambil tersenyum lalu mengecup pucuk kepala istrinya .


"sudah , cepat ganti baju ." tita Vaiz di angguki Shasa .

__ADS_1


Vaiz berjalan menuju ranjang dan beristirahat sambil menunggu istrinya .


__ADS_2