
"sayang, tadi kenapa tidak membeli sesuatu?" ucap Vaiz .
"tidak ada yang murah ."
"sayang, tadi mall bukan pasar , jadi tidak ada barang barang murah disana? trus kenapa kau harus muter mutet disana?" ucap Vaiz lirih .
"huh, aku hanya ngadem sayang . Disana sejuk aku kegerahan .". keluh Shasa .
", terserah kau sayang ."
Vaiz membelokkan mobilnya menuju area bangunan besar . Shasa menatap bangunan tersebut dan terlihat bingung .
"kenapa disini ?" tanya Shasa .
"aku penat, aku ingin menghabiskan waktu denganmu berdua dini ." menggandeng tangan Shasa dan berjalan masuki loby .
"dirumahkan bisa kenapa harus dihotel?" tanya Vaiz.
"kalau dirumah kau akan sibuk dengan masak ini itu kalau disini kita akan berdua hanya diatas ranjang empuk ." ucap Vaiz . Shasa menunggu Vaiz cek in lalu mengikuti Vaiz yang menggandengnya menuju kamar yang di pesannya .
Sampai di kamar hotel yang luas dan mewah, Shasa berdiri mematung di depan pintu . Tak percaya dengan ruangan yang kini di tempatinya.Tak sabar menunggu istrinya beranjak, Vaiz menggendong tubuh Shasa Ala bridal style .
"aaaaaaa." teriak Shasa karna terkejut .
"diam sayang, kau ingin suamimu dikira penjahat kau teriak begitu ."
__ADS_1
"aku terkejut , tanpa aba aba kau menggendongku sayang ." Vaiz meletakkan tubuh Shasa di atas ranjang .
"kau terbengong disitu . Aku tidak sabar jadi aku menggendongmu ."
'ha , kau tidak sabar untuk apa?" tanya Shasa menyelidik .
" untuk menengok anakku yang ada di perut istriku ." Vaiz menggoda istrinya .
"sayang, aku kan masih bau dan berkeringat . Lebih baik aku mandi dulu dan kau beristirahat saja ." bujuk Shasa .
"tidak aku nanti ketiduran , tak apa kau bau dan berkeringat aku lebih suka bau aslinmu yang tanpa parfum ."
"hah, aku bau sayang, aku mandi dulu ." berlari kearah kamar mandi dan menutupnya kembali .
Vaiz tertawa menantap istrinya yang salah tingkah . Ia pun berjalan mengikuti istrinya . Saat pintu kamar mandi di buka . Ia melihat istrinya di bawah guyuran shower . Vaiz menutup kembali dan merengkuh tubuh milik istrinya . Mereka sama sama tanpa sehelai benang .
"ini aku sayang , kau suka sekali terkejut ." bisik Vaiz tepat di daun telinga Shasa yang membuatnya merinding . Buku halusnya meremang .
Vaiz menggigit daun telinga Shasa, menggerayangi tubuh milik Shasa sesekali menciumi wajah manis Shasa . Shasa yang mulai memanas mengikuti permainan suaminya . Dan saat Shasa mulai luluh saat itu juga Vaiz mulai malakukan aksinya . Mereka pun bermain dibawah guyuran air Shower .
Selesai dengan aktivitas mandi panas pada siang hari , Shasa dan Vaiz keluar kamar mandi .
"sayang, aku tidak membawa baju dan bajuku ini pasti kotor bau keringat ." Shasa memonyongkan bibirnya .
Vaiz memeluk tubuh Shasa dari belakang, ia tersenyum lalu mencium pundak mulus istrinya yang tidak terbalut dengan handuk .
__ADS_1
"hey wanitaku , jangan seperti itu . Jika kau cemberut akan ku kuras habis bibirmu ."
"baiklah baik, lalu bagaimana aku tidak membawa pakaian ."
"itu di dalam situ kau buka , kau bisa memilihnya ." tunjuk Vaiz pada sebuah almari besar .
Shasa berjalan dan membuka almari . Betapa terkejutnya sudah terisi bebedapa dress yang terlihat masih baru dan juga pakaian dalam . Shasa melongo di buatnya .
"sayang, ini milik siapa?" tanya Shasa
"milikmu . kau suka?"
"sejak kapan kau menyiapkan?" tanya Shasa dengan senyum lebarnya .
"sejak awal kita menikah , ku fikir setelah kita ijab qobul kita akan berbulan madu disini sementara . Tapi kau dulu sangat marah padaku . Bahkan melirik padaku kau tak sudi . Jadi aku hanya menyiapkan saja jika sewaktu waktu kau sudah mencintaiku aku akan mengajakmu kesini ." jelas Vaiz panjang lebar yang membuat hati Shasa tercubit .
"maafkan aku ." menunduk malu .
Vaiz memutar tubuh Shasa lalu mengangkat wajah istrinya .
"aku sudah memaafkanmu sebelum kau meminta . Jangan sedih lagi aku tidak ingin anakku di dalam sini marah kepada ayahnya saat tau ayahnya membuat ibunya menangis ." jelas Vaiz tersenyum .
Tanpa diminta, Shasa memeluk tubuh suaminya dengan erat . Shasa berkali kali mengucap syukur pada sang kuasa karna di beri suami seperti suaminya . Vaiz membalas pelukan istrinya sambil tersenyum lalu mengecup pucuk kepala istrinya .
"sudah , cepat ganti baju ." tita Vaiz di angguki Shasa .
__ADS_1
Vaiz berjalan menuju ranjang dan beristirahat sambil menunggu istrinya .