Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 108


__ADS_3

"kau membuatku kecewa sayang , aku sudah berangan angan untuk memilih tapi kau malah merusaknya " kesal Vaiz .


"lain kali jangan pernah menunda suatu pekerjaan . Benar ini bukan suatu yang penting tapi kalau kau menunda aku tidak akan suka . Aku lebih suka jika tepat waktu ." jelas Shasa .


"hanya 5 menit sayang, kau tidak tahu betapa lelahnya aku tadi malam aku harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaanku ." gerutu Vaiz .


"aku tahu, tapi kau tidak tahu waktu yang kau fikirkan hanya pekerjaan . Bagaimana kau bisa membagi waktu pekerjaanmu dengan keluarga kecilmu kelak . Aku ingin kedepannya kau juga mementingkan keluargamu ." tutah Shasa .


"aku bekerja untuk kita,masa depan kita ." protes Vaiz ia mengubah posisi menghadap istrinya .


CUP .


Shasa mengecup bibir suaminya dengan lembut setelah melepas ciuman tersebut ia menyunggingkan bibirnya .

__ADS_1


"aku hanya mwngingatkan mu jika keluarga kecil dan kesehatanmu juga lebih penting . Jika kau keberatan aku tidak akan memaksamu ."


"sayang bukan begitu maksudku ." Vaiz menjeda ucapannya dan meraih tangan Shasa .


"lakukan apa yang kau mau . Aku hanya seorang istri tugasku hanya mengingatkanmu . Jika kau keberatan lupakan ucapanku . Karna apapun itu aku yakin kau bisa mengaturnya sendiri .Kau akan menjadi ayah dan seorang suami jadi berfikirlah jauh kedepan ." ucap Shasa .


Selama ini ia merasa kasihan melihat suaminya pulang telat dan selalu berada di ruang kerja . Ia salut dengan suaminya yang selalu bekerja keras untuk masa depan keluarganya tapi ia juga merasa kasihan karna akhir akhir ini Vaiz tidak mampu menjada pola makan dan istirahatnya . Terlihat lelah di wajah Vaiz namun ia tak pernah mengeluh.


Shasa mulai melepas genggaman tangan suaminya .Ia berdiri dan mulai berjalan kearah kamarnya .


"lebih dati cukup ." ucap Shasa .


"lalu kenapa ucapanmu seperti mengeluh ." protes Vaiz .

__ADS_1


"aku tidak mengeluh , hanya saja aku merasa kasihan kepada suamiku sendiri yang harus bekerja eksatra hingga tidak menjaga pola makan dan istirahatnya ." ucap Shasa pelan . Ia lalu memasuki kamar miliknya sambil menitikkan air mata . Ia duduk di tepi ranjang sambil terisak .


Sementara di sofa , Vaiz duduk sambil meremas tangannya sendiri .


"ya Tuhan , kenapa aku tersulut emosi . Istriku benar mengingatkanku tapi kenapa aku harus marah?" gerutu Vaiz . 5 menit ia merenung ia oun menyusul istrinya ke kamar .


Cekelek. Pintu terbuka ,Vaiz masuk dengan perlahan Matanya menatap ranjang yang sedang di tempati oleh istrinya . Perlahan lahan ia berjalan kearah ranjang tersebut, sampai di tepi ranjang ia melihat istrinya yang memejamkan mata.Vaiz menghela nafas berat tangannya terulur kearah pucuk kepala istrinya .


"maafkan aku karan tersulut emosi , akhir akhir ini aku sangat lelah." gumam Vaiz . Vaiz pun berjalan berbalik arah keluar kamar .Saat pintu tertutup kembali Shasa mulai membuka mata .Ia hanya pura pura tidur , ia pun meluapkan tangisnya . Ia tahu apa yang dirasakan suaminya, tapi ia hanya mampu membantu melalui doa dan dorongan tidak lebih . Shasa menghapus air mata yang membasahi pipi mulusnya .


"semoga Tuhan selalu melindungimu sayang." gumam Shasa .


Terlalu lelah menangis membuat perut miliknya mulai terasa nyeri , Shasa pun mengusapkan tangannya pada perut besarnya yang terasa nyeri namun saat perut ya sudah mulai di sentuh dan di elus rasa nyeri itu pun hilang.

__ADS_1


"sehat terus anak ibu yang berada di dalam perut". ucap Shasa sambil mengelus perutnya .


__ADS_2