Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 98


__ADS_3

"sayang ." rengek shasa , Vaiz yang mendapatkan rengekan dari Shasa malah pura pura tertidur . Karna kesal ucapannya tak dihiraukan , Shasa pun langsung me***at bibir milik suaminya , senang bukan main membuat Vaiz juga membalas perlakuan mesra istrinya . Saat asik dengan ciuman tiba tiba ....


"awwww, sakit sayang ." keluh Vaiz .


"salah sendiri siapa suruh ngerjain aku , sakit kan digigit tuh liat sampek jontor dan berdarah ." ejek Shasa tertawa .


"huh , kau balas dendam?" tanya Vaiz di angguki Shasa .


"kau ini ." kali ini Vaiz yang tengah kesal karna ulah Shasa mengigit bibirnya .


"kau marah?" tanya Shasa terlihat khawatir.


"tidak , untuk apa aku marah . Ini kau mau mengigit lagi? silahkan ." terlihat nada kesal dari Vaiz . Shasa yang merasa bersalah pun menghambur kepelukan Vaiz mencium pipi suaminya .


"maaf,aku juga kesal karna ulahmu yang selalu menggodaku ." cicit Shasa .


"baiklah jika kau kesal denganku , aku akan tidur di ruang kerja ." ucap Vaiz .


"jangan jangan , temani aku ." Shasa memohon .Senyum licik Vaiz tersungging karna istrinya memohon padanya .


"baiklah , jika aku tidak boleh pergi maka aku boleh ...." Vaiz menggerakkan alisnya naik turun .


"ahhh, itu akal akalan mu saja . Kau menang banyak sayang ." gerutu Shasa membuat Vaiz tergelak .


Karna sudah tidak tahan lagi , Vaiz langsung menyerang Shasa . Ia langsung menciumi wajah istrinya turun ke bawah pada leher jenjang milik istrinya . Tangan kekarnya meraba keseluruh tubuh Shasa .Membuat Shasa semakin melemah karna perlakuan suaminya . Adegan suami istri pun tak ter elakkan .


Setelah melakukan aktivitas panas mereka , Shasa malah tertidur pulas sementara Vaiz masih asik menatap wajah istrinya . Tangannya membelai perut besar istrinya . Senyumnya mengembang kala merasa perut istrinya ada pergerakan .


"sayang , aku mau tidur ." gumam Shasa .

__ADS_1


,


"lalu?"


"jangan di elus perutnya anakmu mendang nendang membuat aku tidak nyaman ." keluh Shasa yang membuat Vaiz terkekeh .


"baiklah , ayo tidur . Peluk suamimu yang tampan ini."


"hmmmm." Shasa mendekat pada suaminya dan memunggungi suaminya .


"sayang , aku minta di peluk bukan di punggungi ."


"aku nyaman begini , peluk aku ." ucap Shasa . Vaiz menuruti apa kata istrinya . Mereka pun tertidur pulas bersama .


*****


"morning sayang ." sapa Vaiz yang tidak di ketahui keberadaannya oleh Shasa .Shasa mengedarkan pandangnya hingga akhirnya ia mentap kearah pintu balkon . Vaiz menatap kearah Shasa yang terlihat tampan dan gagah walau tidak tersenyum sudah membuat AUTHOR meleleh :)



"sudah rapi mau kemana sayang?" tanya Shasa berjalan kearah suaminya .


"mengajakmu jalan jalan ."


"kau benar sayang,?" teriak Shasa.


"jangan teriak , ingat kau hamil ." gerutu Vaiz membuat Shasa terkekeh .


"maaf ."

__ADS_1


"cepat mandi kita sarapan di luar ." titah Vaiz .


"tapi apa kau tidak bekerja ?" tanya Shasa .


"tidak , aku bos nya apa kau lupa? cepat mandi ." Shasa melenggang pergi meninggalkan suaminya menuju kamar mandi .


Saat istrinya sudah di kamar mandi , Vaiz mengambil ponsel di saku celana . Ia menghubungi sekretaris nya.


Vaiz: " bagaimana?"


Dino: " bertemu di restaurant milik kita tuan ."


Vaiz: " baik ."


Vaiz mematikan sambungan telepon dan berjalan kearah sofa kamar miliknya . Sambil menunggui istrinya ia pun berkutat pada laptop miliknya.


Shasa keluar dari kamar mandi melihat suaminya fokus menatap laptop . Ia menuju walk in closet mengganti pakaian dan merias diri . Selesai kegiatannya ia berjalan menuju sofa yang diduduki suaminya .


"sudah siap?" tanya Vaiz pada Shasa dengan pandangan kearah laptop . Shasa pun duduk dan bermain ponselnya tanpa menjawab ucapan suaminya .


"sayangku sudah siap?" tanya Vaiz merebut ponsel milkm istri ya .


"kenapa diambil?" tanya Shasa yang terlihat tidak terima .


"aku mengajakmu bicara tapi kau malah diam ."


"bukannya seharusnya bicara dengan orang itu harus melihat lawan bicaranya ?"


"maafkan aku, baiklah ayo jika sudah selesai . Kita berangkat ." menutup laptop miliknya dan berdiri . Ia menggandeng istrinya keluar kamar menuruni tangga . Vaiz dan Shasa menuju mobil . Vaiz menjalan kan mobilnya keluar gerbang kediamannya .

__ADS_1


__ADS_2