
"sayang ." rengek shasa , Vaiz yang mendapatkan rengekan dari Shasa malah pura pura tertidur . Karna kesal ucapannya tak dihiraukan , Shasa pun langsung me***at bibir milik suaminya , senang bukan main membuat Vaiz juga membalas perlakuan mesra istrinya . Saat asik dengan ciuman tiba tiba ....
"awwww, sakit sayang ." keluh Vaiz .
"salah sendiri siapa suruh ngerjain aku , sakit kan digigit tuh liat sampek jontor dan berdarah ." ejek Shasa tertawa .
"huh , kau balas dendam?" tanya Vaiz di angguki Shasa .
"kau ini ." kali ini Vaiz yang tengah kesal karna ulah Shasa mengigit bibirnya .
"kau marah?" tanya Shasa terlihat khawatir.
"tidak , untuk apa aku marah . Ini kau mau mengigit lagi? silahkan ." terlihat nada kesal dari Vaiz . Shasa yang merasa bersalah pun menghambur kepelukan Vaiz mencium pipi suaminya .
"maaf,aku juga kesal karna ulahmu yang selalu menggodaku ." cicit Shasa .
"baiklah jika kau kesal denganku , aku akan tidur di ruang kerja ." ucap Vaiz .
"jangan jangan , temani aku ." Shasa memohon .Senyum licik Vaiz tersungging karna istrinya memohon padanya .
"baiklah , jika aku tidak boleh pergi maka aku boleh ...." Vaiz menggerakkan alisnya naik turun .
"ahhh, itu akal akalan mu saja . Kau menang banyak sayang ." gerutu Shasa membuat Vaiz tergelak .
Karna sudah tidak tahan lagi , Vaiz langsung menyerang Shasa . Ia langsung menciumi wajah istrinya turun ke bawah pada leher jenjang milik istrinya . Tangan kekarnya meraba keseluruh tubuh Shasa .Membuat Shasa semakin melemah karna perlakuan suaminya . Adegan suami istri pun tak ter elakkan .
Setelah melakukan aktivitas panas mereka , Shasa malah tertidur pulas sementara Vaiz masih asik menatap wajah istrinya . Tangannya membelai perut besar istrinya . Senyumnya mengembang kala merasa perut istrinya ada pergerakan .
"sayang , aku mau tidur ." gumam Shasa .
__ADS_1
,
"lalu?"
"jangan di elus perutnya anakmu mendang nendang membuat aku tidak nyaman ." keluh Shasa yang membuat Vaiz terkekeh .
"baiklah , ayo tidur . Peluk suamimu yang tampan ini."
"hmmmm." Shasa mendekat pada suaminya dan memunggungi suaminya .
"sayang , aku minta di peluk bukan di punggungi ."
"aku nyaman begini , peluk aku ." ucap Shasa . Vaiz menuruti apa kata istrinya . Mereka pun tertidur pulas bersama .
*****
"morning sayang ." sapa Vaiz yang tidak di ketahui keberadaannya oleh Shasa .Shasa mengedarkan pandangnya hingga akhirnya ia mentap kearah pintu balkon . Vaiz menatap kearah Shasa yang terlihat tampan dan gagah walau tidak tersenyum sudah membuat AUTHOR meleleh :)
"sudah rapi mau kemana sayang?" tanya Shasa berjalan kearah suaminya .
"mengajakmu jalan jalan ."
"kau benar sayang,?" teriak Shasa.
"jangan teriak , ingat kau hamil ." gerutu Vaiz membuat Shasa terkekeh .
"maaf ."
__ADS_1
"cepat mandi kita sarapan di luar ." titah Vaiz .
"tapi apa kau tidak bekerja ?" tanya Shasa .
"tidak , aku bos nya apa kau lupa? cepat mandi ." Shasa melenggang pergi meninggalkan suaminya menuju kamar mandi .
Saat istrinya sudah di kamar mandi , Vaiz mengambil ponsel di saku celana . Ia menghubungi sekretaris nya.
Vaiz: " bagaimana?"
Dino: " bertemu di restaurant milik kita tuan ."
Vaiz: " baik ."
Vaiz mematikan sambungan telepon dan berjalan kearah sofa kamar miliknya . Sambil menunggui istrinya ia pun berkutat pada laptop miliknya.
Shasa keluar dari kamar mandi melihat suaminya fokus menatap laptop . Ia menuju walk in closet mengganti pakaian dan merias diri . Selesai kegiatannya ia berjalan menuju sofa yang diduduki suaminya .
"sudah siap?" tanya Vaiz pada Shasa dengan pandangan kearah laptop . Shasa pun duduk dan bermain ponselnya tanpa menjawab ucapan suaminya .
"sayangku sudah siap?" tanya Vaiz merebut ponsel milkm istri ya .
"kenapa diambil?" tanya Shasa yang terlihat tidak terima .
"aku mengajakmu bicara tapi kau malah diam ."
"bukannya seharusnya bicara dengan orang itu harus melihat lawan bicaranya ?"
"maafkan aku, baiklah ayo jika sudah selesai . Kita berangkat ." menutup laptop miliknya dan berdiri . Ia menggandeng istrinya keluar kamar menuruni tangga . Vaiz dan Shasa menuju mobil . Vaiz menjalan kan mobilnya keluar gerbang kediamannya .
__ADS_1