
Sudah satu minggu Shasa mengasuh putrinya . Dan sudah beberapa hari ini Vaiz mulai kembali kekantornya karna omelan istrinya .
"bekerjalah , kau seperti perempuan saja betah sekali di rumah." omel Shasa .
"kau ini sayang , seperti ibu ibu saja suka sekali mengomeli suaminya ." gerutu Vaiz sambil memakai kemejanya . Shasa meletakkan bayinya yang tidur diatas ranjang ,ia mulai berjalab menghampiri suaminya untuk membantu mengkancing kemeja suaminya .
"aku memang ibu ibu , aku begini agar kau bertanggung jawab sebagai pemilik perusahaan . Jika kau malas apa nanti kelak kau akan memberi contoh kepada anak anakmu menjadi pemalas tidak bukan,? Lagian kasian juga sekretaris Dino yang menggantikanmu . Dia juga lelah tubuhnya juga butuh di istirahatkan ." tutur Shasa.
"tapi dia tidak protes sayang kau yang selalu protes untuknya ." Vaiz memeluk tubuh istrinya
"apa dia berani melayangkan protes ? sedangkan kau bosnya . Jangan menekan anak buahmu itu tidak baik ." Shasa memperingati suaminya .
"baiklah, kalau begitu temani aku makan ." Vaiz menyerah jika istrinya sudah bertutur banyak . Ia lebih baik diam dan menyaring ucapan istrinya . Vaiz menggandeng tangan Shasa untuk makan pagi .
"apa kau tidak ingin kembali ke kamar kita?" tanya Vaiz sambil menunggu istrinya melayaninya .
"ingin tapi tidak sekarang . Aku tidak sanggup untuk saat ini naik turun tangga. Kau tahu kan aku saja berjalan harus pelan ." jelas Shasa di angguk i Vaiz .
"makanlah setelah itu berangkatlah bekerja ."
__ADS_1
Sepasang suami istri tersebut sarapan berdua tanpa gangguan putri kecilnya .Seolah kesayangan Ayah dan Ibu tahu jika orang tuanya kadang juga butuh waktu berdua .
Mereka sudah berada di teras rumah , Vaiz mengecuk kening istrinya tak lupa Shasa meraih tangan suaminya untuk mencium tangan suaminya .
"bekerjalah dengan baik, jangan lupa makan siang dan jangan pulang telat . Aku dan anakmu menunggumu dirumah ." ucap Shasa lembut
"Aku berangkat hati hati di rumah . I Love you ." bisk Vaiz .
Shasa melambaikan tangan kala suaminya sudah mulai berjalan mengendarau mobil menjauh sambil tersenyum , akan tetapi senyum manis tersebut hilang kala melihat mobil yang ia kenali berhenti di sebrang dan kaca mobil tersebut terbuka menampilkan wajah tampan Zidan yang sedang menatap pujaan hati istri orang .
"Zidan ." ucap Shasa lirih . Shasa mematung menatap Zidan . Lamunannya buyar ketika Zidan melambaikan tangan dari kejauhan sambil memberikan ciuman Jarak jauh. Seketika Shasa merinding ngeri dan langsung masuk kedalam rumahnya .
"Ya Tuhan , kenapa aku harus mengahadapi orang tidak waras sepertinya ." gerutu Shasa .
Bunyi ponsel miliknya terdengar nyaring , Shasa langsung meraih dan memencet tombol hijau.
"halo bu, ibu kemana kok gak kesini nengokin cucunya sih ?" protes Shasa .
"waalaikumsallam ." jawaban ibunya membuat Shasa tersenyum sambil menggigit lidahnya kecil.
__ADS_1
"asaalamuallaikum ibu , maaf." ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
"nah gitu, maaf ibu belum bisa datang soalnya adikmu baru sembuh . Dia sakit demam gak bisa jika ibu tinggalin ." jelas Bu Nur .
"ah maafkan aku bu." cicit Shasa
"tak apa sedang apa cucu ibu?" tanya Bu Nur yang berada di sebrang sambungan telepon .
"Ayu sedang tidur bu ."
"ohh namanya Ayu toh ,
" iya,mas Vaiz yang memberi nama . Akunya ngikut aja."
"iya toh namanya juga bagus , semoga ayu rupanya , ayu sifatnya, budi pekertinya dan kelakuannya ." ucap Bu Nur .
"makasih bu, kapan ibu kesini?" tanya Shasa
"lusa besok kesana nak ." ucap Bu Nur lembut
__ADS_1
"baiklah Shasa tunggu ya bu ." ucap Shasa mengakhiri sambungannya
Sambungan tersebut terputus karna putri cantik sudah merengek menangis karna haus . Shasa cepat tanggap menggendong bayinya dan mensusuinya . Hingga bayi tersebut terdiam dari tangisnya.