
Shasa turun dari mobil hatinya berbunga karena ia sudah mendapatkan ijin dari dokter meski ia harus melawan suaminya dan membuat sang suami menahan emosi. Vaiz menggenggam tangan istrinya, melangkah menuju kediamannya . Berjajar pelayan yang sudah mengabdi selama beberapa tahun.
"selamat datang nyonya, selamat atas kesembuhan anda." ucap pelayan yang lebih tua di ikuti pelayan lainnya dengan membungkukkan badan.
"terima kasih bi,mbak2." Shasa pun diajak oleh suaminya masuk kedalam rumah, dan betapa terlejutnya saat meliha para sahabatnya sudah duduk anteng di ruang tamu.
"Sha." panggil Sita langsung memeluk tubuh Shasa.
"akhirnya lo sudah bisa pulang." lanjut Sita melepas pelukannya
"alhamdulilah." jawab Shasa, ia menoleh kearah Ira dan juga memeluknya. Sementara para suami sahabatnya di salami oleh Shasa.
"nak." panggil bu Nur sambil meneteskan air mata.
"bu." Shasa berhambur memeluk ibunya
"sudah sehat kok sudah pulang?" tanya Bu Nur.
"masih sedikit lemes bu, pusing juga." ucap Shasa lirih.
"maksa pulang bu." sahut Vaiz.
"namanya juga seorang ibu,sesakit apapun kalau udaj ketemu anaknya ya hilang rasa sakitnya, o iya dimana putriku bu?" celoteh Shasa.
"aku disini bu," sahut Pak Yono dengan suara anak kecil yang dibuat buat.
"bapak." Shasa tersenyum menghampiri bapak dan putrinya. Setelah bersalaman dengan pak Yono Shasa mengambil alih putrinya dalam gendongannya.
"kuat Sha?" tanya Ira .
"kuat kok." Shasa mengambil tempat dan duduk di sebelah Ira, sedangkan Vaiz tengah mengobrol dengan Arka dan Rian. Sementara Bu Nur dan Pak Yono pamit kebelakang.
"lo kenapa maksa buat pulang sih Sha? bukannya lo masih belum baik baik saja?" tanya Ira dengan nada lirih.
"gue gak betah,dan lagi gue kangen banget sama anak gue. Jadi gue maksa buat pulang, awalnya sih pak suami gak ngebolehin aku di omelin akhirnya aku harus nahan sakit kepala biar bisa pulang. Gue bosen Ra disana.. enakan di rumah." keluh Ira.
__ADS_1
Satu jam kemudian, bu Nur meminta semua yang berkumpul untuk makan siang. Baby Ayu di bawa ke kamar oleh pelayan, sedangkan Vaiz memapah istrinya.
"aku tahu sebenarnya dari kemarin kamu sok kuat, setelah makan kamu harus istirahat aku harap tidak ada bantahan." omel Vaiz .
"iya iya maaf."
Sampai di ruang makan, Shasa duduk di samping suaminya.
"masyaallah bu, ini makanan kesukaanku semua." ucap Shasa antusias.
"banyak banget masaknya." celoteh Sita.
"iya, ibu masak buat kalian dan juga untuk merayakan pulih dan kembalinya Shasa di rumah ini." jelas Bu Nur.
"terima kasih ibu." ucap ketiga wanita bersamaan.
"ya sudah ayo di makan."
Semua pun makan siang bersama begitu juga Bu Nur dan Pak Yono.
"alhamdulillah kalau kalian suka,"
Sesudah makan siang kedua pasangan undur diri untuk kembali kerumah masing masing.
"daaahhhh." ucap Shasa kepada sahabatnya.
"nduk." panggil bu Nur . Shasa menghampiri kedua orang tuanya.
"ibu mau kemana?" tanya Shasa.
"ibu pulang,kasihan adikmu di rumah sendiri."
"tapi bu, Shasa masih pengen sama kalian."
"nduk,kasihan adekmu ."
__ADS_1
"baiklah ibu bapak hati hati ya, berdoa sebelum berangkat." diangguki Bu Nur.
Shasa berhambur memeluk kedua oraang tuanya.
"makasih ya pak bu sudah jaigain putri kami saat kami sedang dirumah sakit." ucap Shasa.
"sama sama maaf gak bisa menemani kamu lama, adekmu sendirian dirumah." jelas pak Yono.
Bu Nur da Pak Yono melajukan mobil miliknya perlahan hingga keluar gerbang.
"istirahat yuk,kangen pelukanmu." bisik Vaiz.
"issshh mas, aku belum sembuh beneran loh." gerutu Shasa.
"memangnya kenapa?" tanya Vaiz bingung.
"ya aku masih belum kuat buat gituan." jelas Shasa ragu membuat sang suami tertawa tak henti henti.
"yank, ngledek ya?" tanya Shasa.
"siapa yang ngledek."
"tuhh kamu, ketawa keras gitu." gumam Shasa.
"makanya pikiran mesummu di buang, orang ngajak istirahat kamunya belum kuat begitun."
"terus kamu bilang kangen pelukanku?" tanya Shasa.
"emangnya gak boleh kangen di peluk istri sendiri?"
"ya boleh,tapi....." ucapan Shasa menggantung.
"peluk doang yank, gak lebih. Pikiranmu mesum." bisim Vaiz membuat pipi Shasa memerah.
"iissshh sayang." rengek Shasa yang menahan malu.
__ADS_1
"sudah,ayo ke kamar istirahat." Shasa mengangguk sambil memanyunkan bibirnya, membuat sang suami gemas melihat tingkah istrinya.