Mengejar Cinta Wanita Biasa

Mengejar Cinta Wanita Biasa
Bab 36


__ADS_3

Mobil Mercedes Benz GLC-Class hitam milik Vaiz mengitari jalanan , namun sia sia istrinya tak ketemu , Ia menghubungi nomor istrinya namun juga tidak aktif .


"atau aku kembali kerumah siapa tau dia sudah pulang ." Vaiz menjalankan mobilnya menuju rumah miliknya . Kini hatinya dilanda ketakutan . Istri yang dulu begitu tidak menyukainya , menjadi luluh . Namun Vaiz takut sifat istrinya yang dulu muncul lagi .


Sampai di depan gerbang , Vaiz meng klakson agar ada yang membukakan gerbangnya . Tak selang lama gerbang tersebut terbuka karna bantuan security .


Vaiz memarkirakan asal lalu berlari menuju kamarnya . Ia membuka dan hatinya seketika tenang saat mendapati wanitanya sedang tidur memunggunginya .


"sayang ." ucap Vaiz lembut . Shasa tak menggubris ucapan Suaminya .


"sayang,kamu kenapa pulang lebih dulu aku takut kenapa kenapa karna kamu kembali ke rumah sendiri saat malam seperti ini ." Vaiz menatap istrinya yang sedang memunggunginya . Ia mengusap pucuk kepalanya penuh sayang .


Shasa sedari tadi hanya diam , ia tahu jika suaminya telah kembali . Tapi ia merasa masih sakit hati saat melihat kejadian tak terduga tadi . Air matanya luruh tak henti henti , tangannya menyumpal mulutnya agar tangisnya tak terdengar oleh suaminya .


Vaiz yang menatap punggung Shasa mulai menyadari jika istrinya sedangang menangis langsung merengkuh tubuh milik istrinya dan membalikkan menghadap Vaiz . Dan benar saja , Shasa terlihat sembab dengan mata merah . Vaiz pun mencium pucuk kepala Shasa .


CUP


"sayang, kenapa menangis? apa kau menangis karna aku di peluk oleh mantanku? apa kau cemburu?hmmmm." ucap Vaiz sedikit menggoda .


"tidak tuan ," Shasa memalingkan wajahnya . Kini posisi Vaiz berada di atas tubuh Shasa .

__ADS_1


"lalu ,kenapa kau pergi di pesta itu? seharusnya kau menungguku?" ucap Vaiz tangan kanannya mengusap air mata Shasa sedangka tangan Kiri untuk tumpuan.


"menunggu kau selesai berpelukan dengan mantanmu? apa itu yang kau inginkan tuan?" gumam Shasa .


"hah, kau cemburu sayang benar benar cemburu?aku masih mendengar gumamanmu sayang ." Vaiz tersenyum senang .


"iya tuan , aku memang cemburu . Cemburu melihatmu dengan wanita lain ." ucap Shasa menunduk .


"ha?? kenapa?" Shasa menggedikkan bahunya .


"baiklah,aku minta maaf karna membuatmu cemburu . Tapi asal kau tahu aku sudah tidak peduli lagi dengan dia . Yang aku tahu kau sekaranglah pemilik hatiku dan pemilik ragaku . Tidak ada yang lain ." jelas Vaiz .


"apakah benar?apa kau tidak berbohong tuan." tanya Shasa menatap manik mata suaminya .


"tuan.Bisa kau memelukku ." ucap Shasa lirih terlihat malu malu .


"sesuai permintaanmu nyonya ." Vaiz berpindah kesamping tempat istrinya berbaring lalu memeluk istrinya , sementara Shasa membalas pelukan suaminya .


"apa begini sudah bisa menenangkan hatimu yang sedang cemburu?" Shasa mengangguk .


"jangan marah lagi, kau satu satunya bagiku ."

__ADS_1


"tuan ." panggil Shasa dengan kepala mendongak menatap wajah suaminya .


"hmmmmm."


"maafkan aku , aku sudah terlalu jahat padamu . Aku sudah membentakmu aku sudah durhaka sebagai seorang istri . Maafkan aku tuan . Hukum aku jika perlu , karna seorang istri dilarang untuk berbicara keras pada sumi , karna seorang istri tidak boleh mengabaikan suami . Tapi nyatanya aku seperti itu . Maafkan aku ." dada Vaiz basah karna air mata Shasa menembus kemeja milik Vaiz .


"aku sudah memaafkanmu . Jauh sebelum kamu minta maaf. Jangan merasa bersalah , jadilah istri yang baik mulai sekarang . Jika ada apa apa bicaralah padaku . Aku suamimu aku yang berhak tau . Jangan kau pendam sendiri . Kita sudah berumah tangga bukan?" lagi lagi Shasa mengangguk .


"maafkan aku tuan , maafkan aku . Aku menyayangimu ." ucap Shasa tanpa sadar .


"aku juga mencintaimu ."


Mereka pun saling memeluk dengan erat . Shasa yang lega karna sudah mengakui perasaanya dan Vaiz yang bahagia karna ucapan sayang dari Shasa, yaaa walaupun belum mengatakan cinta setidaknya Vaiz senang karna Shasa sudah mulai membuka hati untuk Vaiz . Kini Vaiz merasa menang , Menang karna sudah membuat istrinya memberi ruang hati untuknya . God Job Vaiz .!!!!


...****************...


***hmmmmm, terimakasih banyak yang sudah berminat membaca novel saya . Maaf novelnya membuat kalian tidak menyukainya ,maklum ini novel kedua saya . Jadi saya harus belajar untuk membuat novel yang lebih lebih bagus . Dan terima kasih sudah memberi like ,vote dan komentar . Komentar kalian saya baca dan saya saring .


Tapi sekali lagi saya minta maaf , karna ada beberapa komentar kalian yang membuat saya down ,hehehe. Jadi saya blank dan membuat tidak muncul ide ide . Dengan begitu mungkin saya akan libur sementara untuk up bab baru . Karna ada yang terlalu menyakitkan komentarnya . hehehehe . Tapi gak papa akan tetap saya terima .


Terima Kasih .

__ADS_1


Salam dari author .


I Love you all***


__ADS_2