
tok
tok
tok
"masuk ." ucap Vaiz kepada si pengetuk pintu membuat Shasa langsung berjingkat berdiri berpindah di sofa yang berada di ruangan Vaiz .
"permisi pak ada ........"ucapnya terpotong saat ada wanita yang masuk .
"halo Vaiz ." sapa wanita yang menyelonong masuk tanpa ijin.
"julie ." ucap Vaiz .
"Vaiz , aku merindukanmu ." wanita tersebut berjalan kekursi di depan meja Vaiz.
"kenapa kau kemari?" Vaiz terlihat marah menatap sekretaris kantornya .
"kau pergilah ." ucap Vaiz pada sekretaris kantornya . Dirasa sudah pergi . Vaiz pun menatap sang istri yang sedang melototinya .
"kanapa nomerku kau blokir," ucap wanita tersebut .
__ADS_1
"Julie , seharusnya kau punya sopan santun aku belum mengijinkanmu masuk . Jadi kau jangan masuk tanpa seijinku ."
"hey santai dong , aku disini ingin menemui orang yang kucintai ." ucap Julie cemberut . Sedangkan Vaiz menghela nafas dan melirik kearah istrinya yanf sedang melipat kedua tangannya , wajahnya terlihat kesal .
Saat ekor mata Julie melirik keseluruh ruangan Vaiz , mata tersebut terhenti kala melihat wanita yang sedang duduk di sofa .
"siapa dia Vaiz? pelayanmu kah?" ucap Julie mengejek sambil berjalan kearah Shasa .
"dia istriku ," ucap Vaiz menghampiri Shasa dan duduk di sampingnya .
"mana mungkin istrimu . Atau mungkin bayaranmu untuk menemanimu sehari . ck ck ck gadis sekarang selalu mencari cara untuk mendapatkan uang banyk."
"julie ." teriak Vaiz . Jangan di tanya bagaiman keadaan Shasa , Ia yang pemarah mendengar ucapan Julie meradang dan kepalanya sudah meluap akan meledak sewaktu waktu .
"lalu apa yang kau mau sebagai balsannya ."
"aku mau cintamu , aku mau kamu menikah denganku . Karna kau tahu kan sedari dulu aku menginginkanmu ." Mata Shasa membulat mendengar ucapan Julie yang tidak tahu malu . Ia pun dengan cepat langsung m***mat habis bibir milik suaminya di depan Julie . Melihat mereka berdua Julie langsunh melotot begitu juga dengan Vaiz yang terkejut dengan sikap istrinya .
"tante , bisa tante pergi aku dan suamiku butuh waktu berdua . Jika tante disini tubuh tante akan bergetar hebat melihat aksi suami istri ini ." ucap Shasa tanpa malu .
"heh aku bukan tantemu . Terserah aku dong ini bukan kantormu ." Julie berkacak pinggang menatap Shasa .
__ADS_1
"ya sudah , selamat menyaksikan adegan panas tante kesepian ." ucap Shasa lalu kembali m***mat bibir milik suaminya . Vaiz yang mendapat serangan kedua kali ikut menikmati . Julie pun menghentakkan kakinya dan mulai melangkah keluar kantor . Ia kesal dengan sikap Vaiz dan istrinya . Vaiz malah tak menganggapnya .
"sayang ,apa yang kau lakukan ? kau tidak malu?" tanya Vaiz setelah melepas pagutan tersebut .
"aku tidak suka ia berbica ngawur tentang ku . Aku benci sebenarnya aku juga malu . Tapi salah sendiri dia membuatku marah . yahhhh, terpaksa aku harus mempertontonkan kegiatan kita . Hahahahha ."
"siapa yang mengajarimu sayang ?" tanya Vaiz tak percaya .
"tidak ada , aku rasa seorang pelakor harus diberi pelajaran . Bukan menyakiti fisiknya tapi hati dan perasaannya . Suatu saat dia akan lelah dengan sendirinya ." ucap Shasa .
"tapi dia bukan simpananku sayang ." ucap Vaiz mendengus kesal .
"mau otw sayang, tapi kamu gak ngrespon ."
"kamu percaya cintaku kan ?" ucap Vaiz .
"iya aku percaya . Ya kalau kamu mau selingkuh gak papa . Asal saat ketemu selingkuhan mu harus kamu tinggal dirumah burung kesayanganmu itu ." melirik kearah bawah milik Vaiz .
"hey ,bagaimana bisa ."
"makanya fikirkan jika mau selingkuh dariku ." ucap Shasa dengan gelak tawanya .
__ADS_1
"baiklah baiklah kau memang pemenangnya ." ucap Vaiz pasrah .
Shasa tak henti hentinya tertawa sedangkan Vaiz hanya menggelengkan kepalanya . Tak menyangka jika istrinya akan se vulgar itu .